Pada suatu hari di kabarkan komandan Shinsengumi telah jatuh cinta pada seorang wanita kabaret. Seorang Kondo Isao yang terhormat turun derajat menjadi seekor gorila yang mencari perhatian seorang perempuan miskin yang bekerja di sebuah bar di distrik Kabuki.
Kabar seperti itu mana mungkin bisa di biarkan begitu saja. Waktu itu HIjikata ingin segera melakukan tindakan, namun para kapten devisi berusahan membujuknya untuk membiarkan Kondo berjuang mendapatkan seseorang yang cintainya, setidaknya saat itu seisi Shinsengumi berharap segera mendapatkan seorang "Nyonya"
Melihat bagaimana bawahannya berusaha keras untuk membujuk, sekali itu ia menurut dan berjanji akan menunggu perkembangan dari kisah cinta konyol atasannya.
Sayangnya, tanpa sepengetahuannya, setelah itu ia sangat menyesali keputusaannya saat itu. Reputasi Shinsengumi semakin rusak. Dari awal masyarakat tidak terlalu menyukai mereka, namun kali itu nama Shinsengumi benar-benar tercoreng.
Pada hari itu, di kabarkan seorang samurai terhormat, dalam pertandingan pedang demi mempertaruhkan seorang wanita, Kondo Isao di kalahkan oleh seorang lelaki yang namanya tak di kenal.
Demi membelaskan dendam, Hijikata mati-matian mengerahkan pasukannya untuk mencari identitas lelaki misterius tersebut. Saat itu, Hijikata yang termakan oleh amarahnya tidak bisa tidur ataupun makan. Mau bagaimana pun Kondo menghiburnya atau meminta maaf padanya, semua tidak berhasil.
Karena amarah Hijikata yang tak kunjung reda, terpaksa Kondo memberikan petunjuk mengenai identitas laki-laki yang telah mengalahkannya.
Setelah itu, tidak lama kemudian, takdir mempertemukan mereka berdua. Hijikata menemukan Gintoki, samurai bersurai perak yang selalu membawa dan bertarung menggunakan sebilah pedang kayu.
Kemampuan berpedang lelaki itu di atas rata-rata. Sampai saat ini pendekar pedang terbaik yang di miliki Shinsengumi hanyalah Okita Sougo, remaja bengal yang menjabat sebagai kapten dari devisi-1. Kalau saja Hijikata mengenal Gintoki dengan cara yang berbeda, mungkin saja sang wakil komandan akan memaksanya untuk bekerja di bawah Shinsengumi.
Tidak perlu waktu lama, Hijikata menyadari alasan di balik kekalahan Kondo. Tidak ada seorang pun yang bisa membayangkan betapa terhina dirinya tapi pada saat yang sama, dia tidak bisa membenci GIntoki. Di hadapan lelaki tersebut. Kekalahannya bukanlah semata-mata di karenakan perbedaan kemampuan berpedang, melainkan adanya perbedaan pengalaman dan cara pandang mereka terhadap jalan hidup seorang samurai.
Akhirnya masalah tersebut berlahan di lupakan, meski Kondo masih sering melalaikan tugasnya demi pergi menguntit pujaan hatinya, Shimura Tae, kakak perempuan salah satu anak buah Gintoki.
Hijikata sama sekali tidak memahami selera atasannya, kenapa dari semua perempuan di muka bumi ini, Kondo harus mengejar perempuan seperti Otae yang sangat jelas sudah menyukai lelaki lain?
Beberapa kali orang-orang dari Yorozuya terlibat masalah yang ada hubungannya dengan kasus yang di selidiki oleh Shinsengumi. Sering kali Hijikata harus berpapasan dengan Gintoki yang paling tidak ingin di temuinya.
Salah satunya adalah kasus yang berhubungan dengan penculikan seorang anak perempuan bernama Yukiko Saoru. Saat itu Shinsengumi sedang bekerja di bawah seorang atasan dari Bakufu lantaran kasus tersebut berhubungan dengan rute pasar gelap yang di kabarkan sebagai salah satu sarang para Joishi. .
Selama penyelidikan Hijikata menemukan bahwa dalang dari kasus tersebut tak lain adalah atasan yang dikirim dari Bakufu, namun menaklukan sosok penting seperti itu bukanlah perkara mudah bagi Shinsengumi yang tak lain adalah anjing peliharaan Bakufu itu sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't be Angry Honey
FanfictionPairing : GinHiji Baru sebulan Gintoki dan Hijikata jadian. Dikarenakan kesibukan masing-masing, mereka berdua jarang bertemu dan hubungan mereka sama sekali tidak mengalami perkembangan. Pada suatu malam, kebetulan Hijikata menemukan pedang kayu G...
