END+EXTRA

778 61 27
                                        

Di pagi hari. Hijikata mampir di sebuah mesin penjual minuman di pinggir jalan. Setelah menekan tombol yang menunjuk ke sebuah produk kopi hitam kalengan, tak lama kemudian suara barang jatuh terdengar. Hijikata membungkuk mengambil minumannya.

Jalanan yang begitu sepi membuatnya dirinya lengah, melupakan betapa banyaknya orang yang mengincar nyawanya, atau betapa banyaknya para kriminal yang bisa jadi melancarkan aksinya di pagi hari yang damai ini.

Pria berpakaian serba hitam itu bersandar pada dinding sebuah bangunan, meminum kopi kalengannya. Mendekati musim dingin, kopi panas kalengan yang harganya cuma-cuma itu adalah salah satu penyelamat. Semalaman sudah Hijikata tidak tidur. Kemarin malam dia harus bergadang di sebuah TKP yang di kabarkan sebagai tempat persembunyian Amanto ilegal. Seharian penuh Shinsengumi melacak keberadaan Amanto tersebut dan baru pagi ini makhluk tersebut tertangkap dan kini di tahan di ruangan introgasi bersama dengan si pangeran dari planet sadis. Biarkan sesama alien berbicara dari hati ke hati, begitu kata Hijikata sebelum keluar mencari angin.

Setelah selesai dengan minumannya, Hijikata memutar badan untuk kembali ke markasnya. Dia harus segera memeriksa hasil introgasi atau kemungkinan besar Sougo akan membunuh Amanto ilegal yang menyusahkan mereka selama beberapa hari ini. Sampah kaleng di lemparnya ke dalam tong sampah di dekat mesin penjual. Hijikata mengurungkan niatnya yang ingin melangkah pergi lantaran seseorang tiba-tiba merangkul pundaknya dari belakang.

Tanpa menoleh pun Hijikata tahu siapa pelakunya. "Oi Yorozuya," panggilnya kepada lelaki di belakangnya. "Aku tidak punya waktu dan tenaga untuk meladeni mu saat ini," lanjutnya yang lebih di maksudkan sebagai ancaman halus. 

Sayangnya, orang yang di ajaknya berbicara terlalu bebal.

"Eh~ Sudah lama kita tidak bertemu dan hanya itu yang kau katakan pada Gin-san?" Gintoki masih bersi keras berada di sisi sang wakil komandan yang suasana hatinya sedang buruk.

Hijikata selalu seperti itu. Rasa letih dan lelahnya selalu menjadi sumber amarah bagi pria penggila tembakau tersebut, yang merupakan asal muasal dari julukan wakil komandan iblis yang di dapatkannya.

Berbeda dengan nada bicaranya, tampaknya Hijikata masih terlihat tenang. Pria itu masih diam di tempatnya, membiarkan kekasihnya yang menyebalkan mengoceh panjang lebar mengenai betapa dingin dirinya yang tidak mampir ke Kabukicho dalam kurun waktu dua minggu ini.

"Seharusnya kau tahu. Aku sibuk. Kau pasti sudah mendengarkannya dari siaran berita kan?"

Gintoki menghela nafas panjang, lalu memeluk Hijikata dari belakang. "Pagi-pagi begini juga kau masih sibuk?" Pertanyaannya tidak lebih dari sekedar keluhan. "Yah sudahlah. Setidaknya hari ini aku bisa bertemu denganmu," ujarnya lalu menggapai wajah Hijikata sambil mendekatkan wajahnya sendiri.

Dalam jarak yang begitu dekat sampai pada jarak di mana hidung mereka saling bersentuhan. Hijikata tersenyum sinis. Tanpa mengatakan apapun, Hijikata menghindari ciuman Gintoki, bergeser ke samping, menangkap satu tangan Gintoki dan memutar tubuhnya, setelah itu dengan tenaga yang tidak berlebih dia membanting badan pria yang lebih berat sekilo darinya tersebut.

Detik berikutnya, tanpa di sadari Gintoki sudah jatuh terlentang di atas tanah dengan bagian punggung dan kepalanya yang terasa sakit. "Aduh duh..." Gintoki meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya yang pusing. "Kenapa kau tega sekali!?" protesnya yang memecahkan kesunyian jalanan kosong.

Hijikata yang masih berdiri tegak dengan kedua kakinya, menyalakan sebatang rokok. Bertingkah masa bodoh. Hijikata menghembuskan asap rokoknya sambil menatap lelaki korban bantingannya dengan tatapan mata yang sengit. "Sebagai manusia beradab kau harus segera belajar untuk mengamati sikon," ujarnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 16, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Don't be Angry HoneyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang