November mengakhiri harinya dengan sendu
Seolah tak rela detik yang selama ini terjalin karenanya ditinggalkan
Alam pun seolah turut mendukungnya dengan menumpahkan air mata
Semesta mengingatkan
Hei, tenanglah
Mereka tak akan meninggalkannya
Detik yang selama ini terjalin akan tersimpan rapi pada sesuatu bernama kenangan
Mereka mungkin pergi untuk melangkah, tapi
Mereka akan selalu mengingatnya
Hei, November, sampai jumpa lagi di tahun berikutnya
Itu pun jika aku sempat untuk bertemu denganmu
Desember, selamat datang
Kita bertemu lagi, ya
Kau selalu sabar menanti giliranmu, rela menjadi yang terakhir
Kau mengawali harimu dengan ceria, ya
Secercah sinar mentari menjadi saksi tentang pertemuan pertama kita
Hei, teruslah melangkah, jangan mudah menyerah, ya
Raihlah apa yang belum sempat kau wujudkan bersama November
Ubahlah mimpi itu menjadi benar-benar nyata
Teruslah tersenyum seperti saat pertama kali kau mengawali harimu
Dan ukirlah setiap detik yang berarti dengan sesuatu yang dapat kau kenang di kemudian hari
Hei, Desember
Semoga kita bisa melalui hari-harimu bersama, ya
Kuningan, 01 Desember 2020
-Aquila
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary Aquila
PoetryAku membenci keramaian Bukan berarti menyukai sunyi 《Announcement⚠⚠ Tanggal yang tertera di akhir tulisan bukan merupakan tanggal publish, tetapi tanggal saya membuat kata-kata tersebut》 Start : 12 April 2020 Finish : - Simple Cover by Canva Origina...
