Masquerade

2.1K 150 129
                                        

Warning 18+++ 🔥🔥🔥

***

Lee Min Ho as Himself

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Lee Min Ho as Himself.

Kim Go Eun As Herself

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Kim Go Eun As Herself.

***

Dentingan sendok perak pada gelas kristal dan gumam tawa artifisial dari kalangan borjuis Seoul malam itu terdengar seperti dengung lalat di telinga Lee Min-ho. Sebagai Presdir dari salah satu konglomerat terbesar, kehadirannya di gala amal ini hanyalah formalitas busuk. Di tangan kanannya, ia menggenggam gelas berisi cairan amber—wiski murni kedua yang diteguknya malam ini. Sepasang matanya yang tajam dan dingin bergerak malas, memindai sekeliling aula besar yang dilapisi marmer dan lampu gantung eksotis. Segala sesuatu di sini terasa hambar dan membosankan.

Hingga kurva penglihatannya menangkap sesosok siluet di antara kerumunan penari.
Wanita itu menyeruak bagai mawar hitam di atas hamparan salju. Kim Go-eun. Seorang perancang busana visioner sekaligus mantan model papan atas Korea Selatan yang pesonanya tak pernah pudar oleh waktu. Gaun sutra hitam melekat sempurna di tubuhnya yang ramping, memeluk lekuk pinggang dan punggungnya yang terekspos sebagian. Di usianya yang menginjak 33 tahun, ia justru memancarkan aura kematangan yang jauh lebih mematikan daripada gadis-gadis berusia awal dua puluhan di luar sana.

Min-ho menyunggingkan senyum miring andalannya, sebuah sinyal yang hanya dimengerti oleh wanita itu.

Go-eun melangkah mendekat, langkah kakinya seirama dengan ketukan musik jaz yang mengalun lambat. "Tentu saja, di mana ada perayaan megah, di sana sang penguasa selalu bertahta. Anda terlihat luar biasa tampan malam ini, Presdir Lee," bisik Go-eun, suaranya selembut beledu namun menyimpan getaran provokatif yang langsung menyengat urat saraf Min-ho.

"Dan kau... selalu tahu bagaimana cara merusak kewarasanku dengan gaun itu," balas Min-ho, suaranya berat menahan ketertarikan. "Untung saja kau datang. Jika tidak, aku mungkin sudah mati bosan atau berakhir tidak sadarkan diri karena alkohol berkualitas rendah ini. Mau kubuatkan sesuatu yang nyata?"

Go-eun menatapnya dengan binar jenaka di matanya yang monolid, " Surprise me."

Kata-kata itu adalah undangan. Min-ho menuntun Go-eun menuju sudut bar yang agak sepi. Di balik meja marmer hitam, Min-ho mengambil alih ruang sang bartender—sebuah hobi rahasia yang jarang diketahui publik. Di sinilah letak kelihaiannya; ia bukan sekadar pengusaha, ia adalah seniman dalam meracik gairah. Dengan gerakan jemari yang cekatan dan ritmis, ia mencampur likur, es batu, dan sentuhan aroma buah ke dalam shaker, menciptakan melodi ketukan yang intim di antara mereka.

MinHo-GoEun short storyStories to obsess over. Discover now