🐻first met🐻

204 34 16
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Jarum pada jam dinding menunjuk ke angka delapan. Padahal Kun sedang mendapat hari tenang, karena seniornya kelas duabelas sedang melakukan uji coba ujian. Jadi dirinya sebagai kelas sebelas, juga juniornya kelas sepuluh mendapatkan jadwal kosong untuk kegiatan akademik.

Tapi Kun sendiri sudah bersiap dengan seragam rapi, memasang sepatu dan ia betul-betul siap untuk berangkat. Rencananya ingin meminjam buku dari perpustakaan.

Tapi rencananya itu perlu dibatalkan ketika ia dihadapi dengan urusan lain yang begitu mendadak. Berawal dari pertemuan pertamanya dengan sang tetangga baru yang tinggal di lantai atas.

Kun tinggal di rumah susun sederhana. Tidak terlalu mewah, tapi juga tidak terlalu kecil. Ukurannya pas untuk keluarga kecil dengan kedua orang tua dan anak tungggal, seperti dirinya.

Terdiri dari empat lantai, Kun menempati lantai kedua. Sementara lantai keempat kosong, lantai ketiga baru saja terisi hari kemarin. Dengar-dengar sih oleh seorang ayah dan putri pindahan dari Cina. Tapi entah, Kun baru bertemu dengan keduanya pagi ini.

Saat itu Kun baru saja memutar kunci rumah, berniat meluncur ke parkiran setelah mencari-cari kunci mobil dari saku di tasnya

"Michelle!! Jangan lari-lari! El, gak papa kan papa temenin!! El!!"

Bruk!

Sungguh sialnya, Kun lah salah seorang yang menjadi korban. Ia sendiri kebingungan, kenapa dirinya mencoba untuk menghentikan sang bocah perempuan tepat begitu melihatnya berlarian dari ujung tangga atas. Alhasil, dirinya dan gadis itu harus berakhir terjatuh membentur lantai.

"Maaf, kamu gak papa?"

Tanya Kun final. Ia mencoba bangkit berdiri, kemudian membantu sang gadis kecil juga untuk berdiri. Kesalahannya juga sudah menghadang lari si gadis kecil secara tiba-tiba, jadi mau tak mau ia harus membantu dan meminta maaf.

"Gege kenapa berdiri disitu sih"

Gadis kecil itu mengeluh, memajukan bibirnya kesal sembari menepuk-nepukan lengan dan kakinya yang terkotori oleh debu.

"Hey Michelle! Haduh.. Maaf ya nak, siapa nama kamu?"

"Gakpapa Paman. Saya Kun."

"Oh halo Kun. Maaf ya udah ngebuat kamu jatuh. Terimakasih juga udah ngehentiin anak ini, namanya Michelle"

Setelah menepuk pundak Kun, lengan pria paruh baya itu menyikut sang putri. Mengisyaratkan anaknya untuk turut memperkenalkan diri.

"Ih papa! .... Halo ge, aku El"

Melihat sikap acuh-tak acuh sang gadis, Kun mengulas senyumnya. Menggemaskan, nampaknya usia gadis itu juga terpaut cukup jauh dengan Kun sendiri. Mungkin masih sekolah dasar?

Vision! • WayVCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang