! Follow dulu sebelum baca yaa ! :)
Awalnya sih "bawa sial", tapi kok endingnya "bawa rasa sayang" sih?.
Yahh, benci jadi cinta lagi deh.
Yahh, karma lagi deh.
Yahh, gabisa mup on yakk??.
Sudah lah hidup mu terlalu banyak kata "yahh"nya nak...
"hm" jawab Vanos, lalu secara tiba tiba membersihkan mulut Vanila yang terkena es krim.
Hal itu tentu saja membuat Vanila rasanya ingin mencakar wajah Gita sekarang untuk menyalurkan keterkagetannya.
"k-kok muka lu merah Zer?" tanya Vanos saat melihat wajah Vanila yang sudah seperti kepiting rebus. "lo sakit?" tanya Vanos lagi.
"ha-- ma-masa sih?" tanya Vanila sambil kembali membuang muka.
"iya beneran, lu sakit?" tanya Vanos, lagi.
"ngg-- ngga kok" jawab Vanila.
Aku tak mudah mencintai Tak mudah bilang cinta Tapi mengapa kini dengan aku jatuh cinta Tuhan tolong, dengarkanku Beri aku dia Tapi jika belum jodoh Aku bisa apa
Alunan lagu yang menggema mall tersebut membuyarkan lamunan Vanila.
"Star" ucap Vanila memberanikan diri.
"iya?" tanya Vanos.
"emm- ngg, ga jadi deh" ucap Vanila kembali membuang muka.
Vanos memiringkan kepala dan mengangkat satu alisnya kemudian tertawa kecil.
"lo lucu" ucap Vanos sembari tersenyum.
Jangan tanya bagaimana keadaan Vanila sekarang, tidak bisa dijelaskan lagi, semua ini terlalu tiba tiba!, ia bahkan sama sekali belum mempersiapkan diri.
"Zerr, udah jangan bengong mulu napa, kuy jan jalan" ucap Vanos tanpa dosa, ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada jiwa Vanila saat ia melakukan hal seperti itu.
Katakanlah ia lebay, karena memang itu kenyataannya!
"l-lo duluan aja" ucap Vanila.
"ck udah ayo" ucap Vanos, lalu tiba tiba menggandeng tangan Vanila.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.