[ Taennie local fan fiction. PG - 15 myb? idk, rate can change according to the story ]
Mengutip dari perkataan Nathan, katanya, mantan itu manis di ingatan.
Dan seorang Taehyung Dhananjaya kini percaya akan hal itu.
Mantannya, masih sangat pekat...
Selama empat belas bulan, ia sudah ratusan kali menelan kecewanya sendiri. Berkali-kali meyakinkan diri bahwa seluruh cinta dan usaha yang ia lakukan akan mengubah Taehyung.
Namun lagi-lagi, ia harus kembali sadar diri. Tak seharusnya ia bermimpi.
Taehyung.. akan selalu menjadi seperti ini. Memohon maaf dan mengulangi. Selalu.
Sampai saat ini.
Taehyung didepannya, menangis, entah sejak kapan. Memohon maafnya, mengatakan rindu, mengatakan ingin kembali.
Membuat Jennie kembali merasakan sakit yang sama. Semua rasa sakit yang ia pendam selama lima hari ini tiba-tiba kembali menyerangnya. Ya Tuhan, Jennie tidak bisa melihat Taehyung seperti ini. Jennie ingin peluk Taehyung.
Karena, selama mereka tidak bertemu, Jennie juga rindu. Bukan hanya Taehyung. Jennie juga hancur, bukan hanya Taehyung. Jennie juga ingin kembali, bukan hanya Taehyung.
Bahkan selama lima hari, jennie terus terusan menangisi cowok yang berada didepannya ini. Ia masih belum rela. Masih belum terbiasa.
Tanpa sadar, air mata Jennie sudah ikut mengalir. Pizzanya yang baru ia gigit kembali diletakkan kedalam box.
"Taehyung.. jangan gini." suara Jennie bergetar. Hatinya kembali tercubit melihat Taehyung yang ini mengambil kedua tangannya untuk ia ciumi kemudian menahan punggung tangan Jennie didepan mukanya.
"I can't lose you, Jen. I can't. I love you, so much. Fuck, I'm deeply in love with you Jennie Beatarisa. So please, don't leave me, don't leave us." bisa Jennie rasakan air mata Taehyung menetes membasahi punggung tangannya.
Jennie menggeleng pelan. "If you love me, you would never hurt me." kemudian mengambil napas dalam. sungguh, paru-parunya kini terasa sesak. "Taehyung, aku tau.. selama ini rasanya kesempatan yang kukasih seakan gak ada limit. Mungkin, sekarang kamu pikir dengan kamu kayak begini aku bakal maafin kamu lagi. Tapi.. nggak Taehyung, kamu salah. Aku.. bahkan aku udah sama sekali gak mau mikirin tentang kita. Kenangan kita banyak jeleknya. Banyak sedihnya. Kalo bisa dibuat presentase mungkin bahagiaku cuma tiga puluh persen dari seratus persen.