Dia Kembali ...

Dia Kembali ...

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 25, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
'Pintu telah terbuka. Satu langkah lebih, dunia yang baru itu akan menyapa.' -MoRl- Sebelumnya Raynand tidak pernah menyangka, sebuah kotak yang hanya berisi kertas usang dengan rangkaian kalimat ambigu yang dia terima di malam hari itu benar-benar menjadi awal terburuk baginya. Hari-harinya selalu dihiasi dengan secarik kertas usang yang lagi-lagi Raynand tak mengerti maksud dari kalimat itu. Terlebih lagi, orang itu senantiasa meninggalkan identitasnya di akhir kalimat dengan menyebut dirinya sebagai MoRl. Lantas, siapa MoRl itu? Ada tujuan apa dengan Raynand sehingga terus-menerus mengiriminya sebuah kertas berisikan kalimat yang ambigu?
All Rights Reserved
#28
suratmisterius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • Bentangan Payung Biru
  • Dua cangkir satu Meja
  • Sebuah Antara ✔
  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Miracle of Survival [END]
  • Rencana Semesta

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines