"Sunkyu-ah, aku mau bicara denganmu"
Sunkyu sekarang mendadak tuli. Ia sekarang sudah akan berbalik untuk membantu Yul merapikan buku buku perpus yang tadi mereka bawa.
"Yul, mari aku bantu" Sunkyu berjongkok dan merapikan buku buku itu bersama Yul.
"Sunkyu-ah"
"Sunkyu"
"Yak! Lee Sunkyu!"
Dan setelah panggilan ketiga dari Sooyoung, tak membuat pria bertubuh mungil itu meresponnya.
"Sunny-ah" Sunkyu terhenti sejenak dan berbalik menatap gadis cantik yang jauh lebih tinggi darinya itu.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu. Aku benci mendengarnya" Dingin Sunkyu dan kembali berjongkok.
Tentu saja Sunkyu membenci panggilan itu. Selain terdengar aneh di telinganya, sebutan Sunny adalah sebutan sayang dari Sooyoung padanya sewaktu mereka masih menjalin kisah asmara dulu.
Jangan ditanya bagaimana keadaan Yul saat itu. Ia sedari tadi hanya bisa diam dan tetap fokus pada aktivitasnya. Ia tidak mau ikut campur urusan sahabatnya.
"Cha~sudah selesai, brader. Ayo kita pergi!" Ajak Yul.
"Nde. Kajja" Sunkyu merangkulkan lengannya di pundak Yul dan berjalan beriringan. Tapi, baru saja akan pergi, Sooyoung sukses menahan tangannya.
"Apa?" Dingin Sunkyu.
"Sunny-"
"Stop! Sekarang, lepaskan aku"
"Aku tak akan berhenti memanggilmu dengan sebutan itu sebelum kau mau bicara denganku"
"Huft~" Sunkyu memutar bola matanya malas kemudian menatap sahabatnya.
"Yul, kau duluan saja. Aku akan menyusul. Sampai bertemu di kantin" Yul menganggukkan kepalanya dan pergi dari perpustakaan.
Selepas kepergian Yul, Sunkyu melepas paksa tangannya dari tangan Sooyoung.
"5 menit" Dingin Sunkyu.
Mendengar itu, Sooyoung tersenyum manis dan akhirnya mulai berbicara dengan Sunkyu.
"Sunny-"
"Jika kau masih memanggilku dengan sebutan itu, aku pergi" Sooyoung tertunduk sedih mendengar itu. Air mata sukses jatuh dari kedua pipinya.
"Hiks...hiks...aku...aku hanya ingin bilang aku minta maaf. Aku ingin kita seperti dulu lagi. Aku merindukanmu yang dulu. Dimana Sunkyu yang saat itu berkata ingin menikahiku" Sooyoung sudah ingin berjalan dan memeluk Sunkyu tapi, pria bertubuh mungil itu mendorongnya.
"Yak! Apa kau gila?! Kau itu sudah dijodohkan dengan orang tuamu! Kau juga sudah setuju saat itu. Dan kenapa kau masih mau memelukku?!"
"Sunkyu-ah, mian. Jeongmal mianhe. Hiks....saat itu aku takut dengan ancaman appaku. Hiks...makanya aku menerimanya"
"Aku sudah memaafkanmu, Soo. Tapi, maaf. Jika untuk kembali, aku tak bisa" Sunkyu langsung berbalik meninggalkan Sooyoung yang sudah menangis di perpustakaan.
Tapi, seakan masih berlanjut...
"JO KYUNG HO PUNYA NIAT JAHAT UNTUK MENIKAH DENGANKU!"
Deg!
"Mwo?!" Kaget Sunkyu memberhentikan langkahnya dan berbalik.
****
Keesokkan harinya...
Bulan desember pun tiba. Dan seperti biasanya, salju sudah dipastikan telah turun. Orang orang mulai memadati sebuah tokoh pernak pernik natal untuk membeli kebutuhan pohon natal mereka.
