~세

318 28 1
                                        

Keesokkannya, Soshi Shs masih diberikan libur panjang mengingat hari natal sudah dekat.

Dan di siang ini, Yul dan Sunkyu sedang berada di coffee shop milik Yul. Mereka berdua dengan semangatnya melayani pelanggan yang sekarang ini sedang ramai.

Sebagai seorang sahabat yang baik, Sunkyu lebih memilih menjadi barista di coffee shop Yul. Sekaligus, ingin membantu sang sahabatnya itu bekerja jika setiap pulang sekolah. Kecuali, hari Senin dan Minggu. Ya. Yul benci hari Senin.

"Aku pesan coklat hangatnya 2"

"Apa ada lagi?" Tanya Yul.

"Itu saja"

"Okay"

"Sunkyu-ah, 2 coklat hangat!" Teriak Yul meletakkan sebuah kertas note kecil yang bertuliskan pesanan pelanggan.

"Okay!"

"Silahkan duduk di meja nomor 15 ya"

Kring~

"Aku pesan 2 cappucino frape. Gratis!"

"Hyomin" Sapa Yul.

"Hehehe. Hai, Yul"

"Kau kesini bersama siapa?" Tanya Yul.

"Aku kesini sendiri"

"Ah, begitu rupanya" Yul pun mulai mencatat pesanan Hyomin di sebuah note kecil.

"2 Cappucino frape"

"Okay sebentar"

"Yul"

"Nde?"

"Apa kau sedang sibuk saat ini?"

"Nde. Kau lihat sendiri"

"Ah, kalau begitu, nanti saja"

"Ada apa, Hyomin-ah? Tak apa apa. Aku bisa meminta bantuan Sunkyu untuk menggantikan ku sebentar"

"Apa kau punya waktu sebentar? Aku ingin kau menemaniku meminum kopi"

"Okay. Tapi, jangan lama lama"

"Ne"

"Sunkyu-ah"

"Nde?"

"Bisakah kau gantikan aku sebentar? Aku ingin menemani Hyomin minum kopi"

"Ah, baiklah" Mendengar itu, Yul melepas apronnya dan menggantungnya di dinding.

Setelah selesai, Yul pun keluar dari meja bar dan mengikuti langkah Hyomin menuju ke sebuah meja.

"Yul"

"Nde?"

"Apa besok kau ada waktu senggang?"

"Waktu senggang? Memangnya ada apa, Hyomin-ah?"

"Aku ingin mengundangmu datang ke pesta natalku"

"Ah, tapi aku tak biasa datang ke acara seperti itu, Hyomin-ah"

"Yul, kumohon datanglah. Anggap saja itu sebagai awal pertemanan kita dan lagi, aku mengundang Sunkyu juga"

Yul menghembuskan nafasnya dan menimang nimang ajakkan Hyomin.

"Huft~arraseo. Aku akan datang" Hyomin memekik senang dan spontan langsung memeluk Yul.

"Yeay! Gomawo, Yul!"

"Eee, Hyomin-ah" Panggil Yul.

"Ah, mianhe. Aku terlalu senang sampai sampai memelukmu" Hyomin yang kedapatan memeluk Yul mulai merasa malu. Bahkan sekarang wajahnya sudah memerah bak tomat.

SorryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang