PDF tersedia. Harga 50rb. Minat DM ya.
.
.
.
Disclaimer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto.
Pairing : SasuFemNaru
Rated : M for abuse content
Genre : Hurt Comfort, Family, Tragedy, Angst, Romance
Warning : Gender switch, OOC, OC, typo(s)
Note : Dilarang copy paste baik sebagian maupun keseluruhan isi fict ini maupun fict milik saya lainnya!
Selamat membaca!
Secret
Chapter 21. Bersandar Part 2
By : Fuyutsuki Hikari
"Bahkan jika pun kita diam, akan selalu ada orang yang menyalahkan ke-diam-an kita. Lalu masihkah kita akan tetap diam? diam atau bersuara? Semuanya kembali menjadi pilihan."
― Rohmatikal Maskur―
.
.
.
Hanabi tidak bisa berhenti mengumpat di dalam hati saat melihat perilaku kakak perempuannya saat ini. Malam sudah sangat larut saat mereka meninggalkan venue pesta bersama Hinata yang sudah mabuk berat.
Yang lebih tua terus meracau, mengutuk dan menyalahkan Naruto akan nasib buruk yang menimpanya selama ini. Tubuh Hinata terhuyung, lalu berhenti tepat di depan mobil BMW hitam milik keluarga yang terparkir.
Dengan lancang telunjuk wanita itu diarahkan kepada Hanabi yang berdiri di hadapannya dengan ekspresi kesal.
"Jangan dekat-dekat dengan wanita sial itu!"
Hanabi memalingkan muka, terlihat terganggu oleh bau alkohol yang tercium dari mulut Hinata saat bicara di depan wajahnya. Tanpa banyak bicara Hanabi menarik pegangan pintu mobil, memaksa kakaknya untuk segera masuk.
"Sebenarnya apa yang kauinginkan?" Hanabi tidak bisa menahan amarahnya setelah Hinata membanting pintu mobil dan menolak untuk masuk.
Keheningan meraja untuk beberapa saat. Supir keluarga hanya bisa diam menunggu. Pria paruh baya itu terlihat serba salah, karena untuk pertama kalinya dia melihat kedua saudara kandung Hyuuga itu bertengkar.
Suasana disekitar venue sudah sangat sepi. Membuat Hanabi bersyukur karenanya. Tidak lucu jika tiba-tiba Hinata masuk berita gosip karena perilakunya malam ini. ya, bukannya Hanabi tidak mau memberi kakak perempuannya pelajaran, tapi dia tahu jika kakaknya pasti akan menyalahkan Hanabi untuk itu.
"Kenapa kau selalu membela wanita sialan itu?" teriak Hinata keras. "Aku kakakmu, bukan dia!" tambahnya sembari memukul dadanya sendiri.
Wanita itu mulai menangis histeris lalu duduk di atas aspal sembari menarik rambutnya sendiri. Melihat hal itu Hanabi hanya diam. Yang lebih muda malah menatap kakaknya dengan ekspresi mengejek.
"Wanita jalang itu ingin menghancurkan karirku!" Hinata meraung, tangisannya terdengar menjengkelkan di telinga Hanabi. "Dia akan melakukan apa pun untuk mengganguku!"
"Berhenti bicara omong kosong!" bentak Hanabi kesal. Hinata beruntung karena ayah dan keluarga besar mereka sudah pulang terlebih dahulu hingga tidak melihat perilaku memalukan putri kebanggaan mereka saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAMAT - SecretS
FanfictionSASUFEM!NARU FANFICTION Ebook tersedia di google play/book ^^ Versi Wattpad tidak lengkap. Naruto hanya gadis biasa yang terjebak dalam ketidakadilan dunia. Ia dikorbankan demi menyelamatkan saudari angkatnya, sementara Sasuke hanya tahu jika Naruto...
