9

981 81 0
                                        

Haera tak mengerti, sekarang ia harus senang atau ia harus menangis.

Dihadapannya, sekarang terdapat dua orang pangeran, yang menantapnya dengan lekat.

Pangeran Kim Jihoon dan saudaranya, yakni Pangeran Kim Jaeha. Mereka berdua ingin melihat sendiri, bagaimana rupa gadis yang dikagumi oleh adik bungsu mereka.

Dan pilihan adik mereka itu, patut diacungi jempol. Gadis dihadapannya itu terlihat cantik, manis, dan imut secara bersamaan. Dan kelihatannya, kepribadian gadis dihadapan mereka itu sangatlah baik.

* Author : gak tau aja kebar-baran ama kekejaman tuh curut satu gimana

*haera : diem lu thor! Baik juga gua ini! Minggat gak lo sebelum gua tendang!

*Author : dasar durhaka( ´-ㅅ•)▄︻┻┳══━一💥

Baik lupakan percakapan diatas........

Haera memakan, makanannya dengan sangat anggun. Terlihat sangat menawan, ditambah dengan cahaya matahari sore, yang melewati jendela disamping mereka, yang langsung mengenai tubuh haera. Membuatnya terlihat seperti dewi, dengan pahatan yang sangat sempurna.

Hidung yang mancung, kulit seputih giok, dan sehalus porselen, mata poenix yang indah, bola mata yang terlihat seperti berkaca-kaca, alis seperti bulan sabit, pipi yang terlihat seperti mochi membuat siapa saja sangat gemas. Dan karna hal itu kecantikan yang dimiliki oleh haera, adalah kecantikan yang bisa meruntuhkan sebuah dinasti.

"Apakah kedua pangeran ada perlu dengan orang rendah ini? Ada perlu apa?" ucap haera tanpa basa-basi

"aaahh! Tidak hanya saja apakah kau bersedia apabila kami membawamu ke istana?" ucap pangeran jihoon

"ditolak!" balas haera

"apa kau benar-benar rak mau? Walaupun ini adalah permintaan kaisar sekalipun?" ucap pangeran jaeha

Haera menatap datar dua orang dihadapannya itu, sedangkan kedua pangeran itu, sudah menelan ludah mereka dengan susah payah.

Entah mengapa, mereka merasakan aura tirani dari gadis dihadapannya itu.

'gadis dihadapanku ini kira-kira berumur 13-14 tahun sepertinya! dan bagaimana bisa! diusia semuda ini dia sudah memiliki aura seorang tirani?' batin pangeran jihoon bergidik ngeri

Karna kesal pada kedua pangeran dihadapannya, yang memasang wajah yang sangat berharap.

Haera menyenderkan tubuhnya, di senderan kursi dengan kesal. Ia memandang kedua pangeran itu dengan sangatlah datar, membuat kedua pangeran yang dikenal tak kenal takut itu bergidik ngeri.

'siapa yang berkata bahwa gadis dihadapannya itu adalah gadis yang lemah lembut? Akan aku patahkan lehernya! Jelas-jelas orang dihadapan kami sudah seperti malaikat maut!' batin pangeran jaeha

Mendengar isi hati pangeran jaeha, wajah haera tampak lebih kesal dari sebelumnya.

'ck! Dia kira aku tak tau apa isi hatinya apa!' batin haera

GLUP

Pangeran Jaeha dan Pangeran Jihoon, menelan ludah mereka dengan susah payah. Melihat wajah haera, yang memancarkan kekesalan yang sangatlah kentara. Apakah mereka melakukan kesalahan pada gadis cantik, yang sayangnya sangatlah mengerikan, bukan dalam artian wajah menakutkan. Namun perlakuan dan sifatnya, yang sangatlah dingin dan tirani.

"lalu! aku harus apa jikalau adik bungsu kalian yang meminta? Apakah itu akan menguntungkanku? Jika tidak lupakan!" balas haera sarkas

"jika aku mengatakan bahwa kau akan mendapatkan keuntungan! apakah kau akan mengikuti kami?" balas pangeran jihoon

Time Travel LeeHaera | Treasure Member & Beberapa Cast LainnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang