Di sela makan mereka, Haera yang hendak minum terhenti, ketika melihat Hana yang tersenyum licik, Haera hanya menatap orang itu datar.
Beberapa menit kemudian, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak.
BRUGH
Jang Hana terjatuh, sembari memegang dadanya, Haera menyeringai karna akal busuk milik gadis itu berbalik padanya.
'Senjata makan tuan! Hahaha nikmatilah saudaraku!' Batin Haera
Semua orang terlihat sibuk, CK lebay! Fikir Haera jengah.
Haera bersedekap dada, ia heran mengapa diantara semuanya tak ada yang ingat memanggil tabib, dasar orang-orang lelet! Pikir Haera.
"Kalian itu bodoh atau apa! Daripada kalian ribut seperti orang gila! Dan membuat mataku sakit lebih baik kau panggil tabib! Sebelum dia mati!" Ucap Haera datar
Semua orang melongo, karna ucapan berani Haera, bahkan sang jendral juga terkejut akan ucapan sang anak.
Semua sikapnya ini, persis sama seperti mendiang istrinya, membuatnya sedikit menyesal karna menelantarkannya.
Lain halnya dengan sang kakak tertua, dia menatap sang adik dengan pandangan yang sangat rumit, ia tak bisa mempercayai, bahwa yang berada dihadapan mereka kini adalah sang adik, mengapa dia jadi tidak memiliki rasa takut? Fikir sang kakak.
"CK! TABIB KESINI CEPAT! KALAU KAU TAK DATANG! BERSIAPLAH! KEPALAMU AKAN MENJADI MAKANAN SERIGALA LAPAR!" Teriak Haera lantang
Para tabib datang tergopoh-gopoh, mereka tak mau menjadi sasaran kemarahan sang nona, mereka awalnya tak bisa menghormati nona mereka, namun mengingat tempramen sang nona yang berubah semenjak terbangun dari kematiannya, tidak akan ada yang mau berurusan dengan sang nona.
"Sana periksa gadis itu! Ck! merepotkan! Bahkan kalian sangat bodoh! Bagaimana mungkin! kalian masih sempat untuk melamun! serta berdebat di saat genting seperti ini? Sekumpulan orang-orang bodoh! Sudahlah aku pergi!" Ucap Haera
Saat Haera hendak pergi, tiba-tiba, Jang Naheun menghadang jalannya, ia menunjuk wajah Haera.
"Pasti kau yang meracuni eonni kan! Mengaku lah!" Ucap Naheun
"Hahahahaha! Kau bodoh atau apa? Bukankah kau tau sendiri bahwa aku bahkan tak pergi dari paviliun ku? Bukankah kau mengunjungiku SAU.DA.RA?" Balas Haera datar
"Ka-kau pasti bohong! Itu pasti kau!" Tambah Naheun seraya memaki Haera
"Kalau kau tak percaya! Tanya pada kakak laki-laki! Apakah itu bohong atau tidak!" Balas Haera
"Tidak mungkin!" Ucap Naheun
"Mengapa aku menunjuk kakak Laki-laki! Pertama dia baru saja kembali dari kediamanku! Kedua dia orang yang tidak akan membedakan dalam mengambil keputusan!" Ucap Haera
"Benar aku dari sana!" Ucap Leeteuk
"Kau memaksa menuduhku! Mengapa hal itu malah membuatku curiga! Apakah ini hanya pemikiranku saja?" Ucap Haera datar
Kemudian, Jang Naheun langsung pergi dari hadapan Haera, dengan perasaan yang dongkol.
"Dasar rubah!" Desis Haera
Kemudian, pergi dari tempat itu, tanpa mengetahui bahwa ada seseorang, yang memperhatikannya dari dalam kegelapan.
'Apa kabar permaisuri ku! Kita akan segera bertemu!' Batin orang itu
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Bersambung.......
Sorry yah gaesss kalau lagi-lagi sedikit up nya🤭🤭🤭
Gak tau nih kenapa otaknya author lagi konslet🤪🤪
Jangan lupa vote yah atau komen juga kalau bisa😁😁
Monyonghaseo chingu-deul😘😘😘

KAMU SEDANG MEMBACA
Time Travel LeeHaera | Treasure Member & Beberapa Cast Lainnya
FanfictionBagaimana jadinya apabila seorang agent abad 21 harus menjalani trasmigrasi waktu ke era joseon setelah dia meninggal saat menjalani misi milik negara ia mati ditangan sang kekasih yang ternyata juga adalah musuh bebuyutannya sendiri dan yang lebih...
