Hilangnya Calon Pangeran pengantin Putri Sakura membuat Sasuke gelisah hingga mengkhawatiran hidupnya sendiri.
Ia berusaha menguak misteri tersebut, dimana sang raja penguasa kerajaan Konona yaitu Naruto telah mengetahui segalanya.
Ia dihadapkan pad...
Naruto melepas jubah kebesarannya, ia menuruni tangga lalu berjalan menuju pintu gerbang. Ditengah jalan dirinya berpapasan dengan Neji, sang kasim kepercayaan yang hendak menyusulnya. Tanpa memandang kasim itu Naruto berpesan, "Larilah sejauh mungkin, dan jangan pernah kembali lagi."
Neji membulatkan mata, pikirannya langsung berputar. Sedikit menebak-nebak, mungkin saja setelah ini rajanya akan melakukan suatu hal yang konyol.
"Yang Mulia!" Neji mencoba mengejar, ia tidak rela jika memang Naruto merencanakan sesuatu yang konyol. Neji terus berupaya untuk bernegosiasi dengan pria berambut kuning itu, namun kenyataannya Naruto tidak mendengar, keberadaan pasukan disana-sini juga menghambat Neji untuk mengimbangi langkah sang raja.
***
Beberapa waktu kemudian usai Raja mereka dibunuh pasukan istana otomatis kehilangan komando, pemanah yang berada diatas tembok lepas kendali dengan menembaki pasukan Uchiha membabi buta, seruan lantang semangat tempur bergemuruh sepanjang tembok yang mengelilingi istana. Sebagian pasukan Uchiha berjatuhan akibat tembakan jarak jauh itu, baik yang berada diatas kuda maupun yang hanya berpijak ketanah dengan membawa tombak atau pedang ditangannya.
Keadaan sedang kacau balau, pasukan Uchiha yang berada didepan mencoba masuk ke gerbang yang coba ditutup kembali oleh pasukan istana yang berada didalam, bentrok terjadi, saling dorong antar prajurit yang bertikai.
Sampai akhirnya pasukan Uchiha berhasil menerobos pertanahan dan masuk lalu bertarung dengan pasukan penjaga istana yang kalah jumlah.
***
Sai menunduk, wajahnya terlihat sedih untuk pertama kalinya. Baru kali ini wajah itu menunjukkan ekspresi.
Ia sangat menyayangi raja sama seperti ia menyayangi dirinya sendiri...
Diluar jendela masih terdengar suara gemuruh pertempuran, senantiasa mengikis asa mereka. Neji dan Sai berada diruangan yang sama namun tak berkutik, tak jua mengeluarkan kata-kata apapun. Neji duduk diatas meja dengan wajah tertunduk, sedang Sai berdiri dengan satu tangan terlipat kebelakang menghadap jendela.
Neji mengeluarkan pisau kecil yang disembunyikannya dibalik obi, ia berniat melakukan seppuku.
Tanpa sepatah katapun Neji mengayunkan tangan hendak menancapkan mata pisau itu ke perutnya, namun Sai mencegat, ia berkata; "Lakukan bersama-sama."
Sai juga mengeluarkan sebilah pisau dari kantongnya, lalu diberikannya kepada Neji, sementara ia sendiri mengambil milik Neji.
Merekapun saling berpandangan sebentar, Neji berdiri agar mereka saling berhadapan. Neji mengarahkan mata pisau ke perut shinobi dihadapannya, begitu pula Sai, ia juga mengarahkan mata pisau ke pria dihadapannya siap untuk menusuk perut pelayan kesayangan raja itu.
Setelah aba-aba keluar dari mulut mereka masing-masing bersamaan, Sai dan Neji langsung terpekik, berteriak ketika pisau-pisau itu merobeki perut mereka.
Ritual seppuku tidak hanya dilakukan oleh Neji dan Sai, namun juga dilakukan hampir seluruh bawahan raja yang setia, mereka tak ingin menjadi budak atau mati disiksa oleh Klan baru yang berhasil menduduki kerajaan mereka.
Beberapa prajurit Uchiha berbaju jirah masuk keruangan Neji dan Sai dengan mendobrak pintu, mereka memantau keadaan ruangan memastikan kalau ruangan tersebut kosong, tidak ada orang yang merupakan bagian dari istana yang masih hidup bersembunyi.
Setelah melihat mayat Neji dan Sai yang terkapar tanpa nyawa dilantai mereka meninggalkan ruangan itu.
--End of omake--
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.