Bag. 11 : Trap

3.7K 379 10
                                        

"Yang Mulia, selamat atas kemenangan pasukan Konoha dan kepulangan anda kembali ke Konoha."

Umino Iruka, Kasim yang mengurusi segala keperluan Raja membungkuk di hadapan Sasuke, beberapa pelayan laki-laki di belakang beliau ikut membungkuk.

"Dan selamat datang di Istana Utama, Yang Mulia..." ujarnya sekali lagi seraya menegakkan badan, namun tetap bersikap hormat. "Hamba diminta untuk mempersiapkan tempat tinggal resmi untuk anda, jadi silakan masuk..."

Kasim itu mengajak Sasuke untuk masuk kesebuah kediaman kosong yang telah dipersiapkan khusus untuknya, sebuah kediaman besar dan megah yang terletak diantara kediaman-kediaman anggota kerajaan lainnya, bahkan kediaman itu begitu dekat dengan kediaman milik raja. Saat menoleh kesamping kiri, Sasuke dapat dengan mudah memantau lantai atas bangunan tersebut dari tempatnya berdiri.

"Yang Mulia, mari..." Iruka menegur Sasuke yang sedang mengamati kediaman Raja, memandunya secara tegas untuk masuk ke kediaman barunya.

Neji yang mengekori Sasuke mengikutinya masuk ke dalam rumah, ia sempat berpesan pada para pelayan laki-laki disana agar mereka tidak lupa untuk memasukkan barang-barang Sasuke dan menaruh kuda-kuda mereka di kandang.

***

"Rumah ini lebih besar dari Fhusuha." Iruka mengajak Sasuke berkeliling dan mengantarkannya sampai ke kamar utama untuk beristirahat, ia membuka shoji (pintu geser) dan mempersilakan Sasuke masuk ke dalam ruangan lumayan besar tetapi nyaman itu.

Iruka menunduk sebelum mengundurkan dari hadapan Pangeran Muda itu, dan di dalam ojiginya kasim itu menyampaikan sesuatu yang agak bersifat pribadi.

"Mengenai Putri Sakura, ada baiknya jika Pangeran mengunjungi beliau secepatnya. Hamba takut kalau kerenggangan hubungan anda dengan Putri terdengar dan menjadi desas-desus di kalangan orang istana."

Sasuke berpikir sesaat sebelum menjawab, "Sampaikan pada pengurus Putri Sakura kalau aku akan mengunjunginya setelah selesai beristirahat."

Pria berumur empat puluh enam tahun itu mengangguk dan segera pergi dari sana.

***

"Yang Mulia Pangeran Sasuke datang!" seorang pengawal istana di kediaman Putri Sakura berseru ke dalam rumah memberitahuan dayang-dayang yang berada di dalam agar bersiap-siap menyambutnya.

Malam itu, Sasuke bersama Neji dan beberapa asistennya yang lain masuk disambut oleh dayang-dayang istana yang berjejer duduk bersujud di koridor depan pintu geser kamar Putri kerajaan.

Sasuke cukup deg-degan ketika dayang-dayang itu mempersilakannya masuk ke kamar utama sendirian tanpa ditemani oleh siapapun, ini pertama kalinya pemuda itu dibiarkan sendirian tanpa pengawalan. Semua orang hanya menunggu di luar sampai ia selesai melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami-istri.

Begitu masuk, manik hitam Sasuke langsung disambut oleh sebuah ranjang yang berada di tengah ruangan, ranjang itu dihiasi kelambu putih menjuntai panjang yang sebagian helaiannya diikat dan sebagian lagi dibiarkan mekar membentuk hiasan ranjang yang mewah dan indah.

Ada seorang gadis berambut merah muda berbaring disana, bergelung selimut tebal dengan wajah membelakangi Sasuke.

Sasuke memberanikan diri untuk duduk di tepi ranjang, tangannya perlahan mendekat ke rambut merah jambu, menyisiri helaian rambut putri tanpa menyentuhnya, dan telapak tangan itu terhenti di atas bahu kecil yang berada dibalik selimut tebal.

Valley of The End | (NaruSasu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang