Bag. 5 : Onsen

6.2K 558 9
                                        

"Teknik dasar pedang harus segera dikuasai sebelum anda dilantik (menikah), Yang mulia. Mencekik bukanlah cara yang bagus untuk menghabisi nyawa seseorang..."

Ingatan Sasuke kembali pada saat dimana ia ingin membunuh si kasim dengan mencekeknya. Karena terselimuti hawa nafsu dia bertindak gegabah begitu. Gigi Sasuke pun bergemeretuk ketika mengingatnya.

"...Saya kira selama ini Hinata tidak cukup bagus dalam mendisiplinkan anda, Yang mulia."

Neji mondar-mandir dihadapan Sasuke dengan bahasa tubuh yang santai, berjalan tegap dengan kedua tangan yang disimpan kebelakang, bak seorang guru yang sedang mengajari murid-muridnya.

Seharian ini Sasuke dipaksa berlatih pedang dibawah terik matahari, peluh pun sudah pasti membanjiri seluruh tubuhnya.

"Pasang kuda-kuda, pegang gagang pedang dengan kedua tangan, arahkan kedepan, lalu tebas. Lakukan semuanya dengan satu kali tarikan nafas."

Arahan sang guru dadakan tak digubris oleh Sasuke, dia hanya diam memegang pedang kayu khusus latihan, mulutnya maju seperti merengut, sambil tangannya sesekali menyapu tetesan peluh diponinya.

Jelas sekali kalau Sasuke tidak ingin diperintah, apalagi kalau kasim muda bermata violet ini habis menghabisi salah satu anggota keluarganya yang sangat berharga, yaitu sepupunya, Uchiha Shisui.

"Kenapa anda diam saja, Yang mulia?"

Ekspresi wajah Sasuke merah padam, wajah itu seperti itu bukan hanya akibat terbakar sinar matahari, tapi juga karena menaruh kejengkelan yang luar biasa.

"Anggap saja saya ini adalah guru anda, Yang mulia, jika anda sama sekali tidak mau belajar, hamba tidak yakin apakah nanti para petinggi kerajaan akan begitu saja menerima kehadiran anda diistana dengan senang hati?"

Posisi Sasuke masih diam, dirinya kekeh mengabaikan si Hyuuga. Onyx-nya pun tak henti-hentinya mengirimkan sinyal bahwa ia tidak suka.

"Saya juga tidak yakin apakah nanti Yang mulia raja akan senang kalau melihat Yang mulia sama sekali tidak bisa menguasai ilmu pedang, walaupun itu hanya sekedar teknik dasar saja?"

Pupil hitam sehitam arang itu melebar, mendadak Sasuke tengingat tentang ucapan raja saat mereka bertemu dihutan wilayah berburu.

"Apakah kau mengetahui tentang teknik pedang? Setiap lelaki harus menguasainya, minimal ia harus tau cara membela diri."

"...Dayang sekalipun harus menguasai teknik dasar itu. Lalu apakah kau sudah menguasainya?"

Perlahan Sasuke bergerak, ia tidak mau egonya terus-terusan menjerumuskannya kedalam kesulitan.

Dengan memejamkan kedua mata dan dengan teriakan semangat ia menebaskan pedang kayu itu keudara.

Jika saja itu pedang sungguhan, ia pasti sudah menebaskannya ke kepala si Hyuuga.

***

Besok harinya Sasuke bereksperimen dalam percobaan menemui Raja di Istana Utama.

"Aku ingin bertemu dengan Yang mulia Raja!" Kata Sasuke ngotot pada salah seorang Kasim.

Kasim itu sebenarnya banyak urusan, tapi ia terpaksa meladeni Sasuke karena remaja itu terlihat seperti ingin memberontak.

Para pengawal khusus istana utama pun bergerumul untuk menghentikan Sasuke.

"Calon pangeran Uchiha Sasuke dari Istana Timur Konoha (Fushuha)?" tanya Kasim itu untuk memperjelas identitas Sasuke.

Valley of The End | (NaruSasu)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang