Hilangnya Calon Pangeran pengantin Putri Sakura membuat Sasuke gelisah hingga mengkhawatiran hidupnya sendiri.
Ia berusaha menguak misteri tersebut, dimana sang raja penguasa kerajaan Konona yaitu Naruto telah mengetahui segalanya.
Ia dihadapkan pad...
"Bohong..." Sasuke berujar lemah, "Kalau begitu, untuk apa kau membiarkan aku hidup?"
"Aku telah mengatakan semuanya kepadamu, kenapa kau masih bertanya?"
Raja sengaja membunuh calon suami Putri yang pertama dan sebagai gantinya Sasuke lah yang dibawa ke istana. Itulah yang Raja jelaskan kepadanya.
"Waktu itu, aku mengusulkanmu untuk menjadi calon pangeran, tapi mereka (para Menteri) malah sepakat untuk memilih orang lain. Jadi aku bunuh saja orang (calon pangeran) itu."
Sasuke memejamkan mata mengingat apa yang telah dibeberkan Raja ini padanya. Tapi saat ini penyiksaan terus berlanjut, meski ia telah mengetahui alasan mengapa calon pangeran pertama bisa terbunuh, ia juga harus menyelamatkan dirinya sendiri dari pemangsa liar berkedok seorang raja ini.
"Ampuni aku, Yang mulia..." Sasuke mendekati tengkorak yang menempel pada pohon oak secara perlahan dengan sisa tenaganya.
"Aku tidak akan membunuhmu, apa yang kulakukan ini hanyalah sekedar menghukummu karena telah berani melanggar aturan istana!"
Kaki kanan Naruto terayun sekali lagi untuk menendang perut Sasuke. Namun kali ini kakinya ditahan oleh remaja bermata Onyx tersebut. Dan dengan segera Sasuke mencabut anak panah dari dada tengkorak lalu menusukkannya kekaki sang Raja.
Naruto pun meringis dan sedikit berteriak, lalu tubuhnya perlahan ambruk ketanah karena menahan rasa sakit. "Brengsek!" ujarnya mencaci Sasuke.
Tapi Naruto tidak bisa melakukan apa-apa ketika melihat Sasuke telah menaiki kuda lalu menjauh dari pandangannya.
***
Raja kembali ke istana dalam keadaan terluka. Calon pangeran pun sama, juga kembali ke istana dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.
Hinata menangis seharian saat merawat Sasuke dan selalu bilang kalau 'dirinya pantas mati', dengan alasan kalau dirinya tidak bisa menjaga Sasuke dengan baik.
Satu persatu anggota kerajaan yang lain datang mengunjungi Sasuke, bahkan para petinggi kerajaan pun ikut mengunjunginya untuk menanyakan perihal insiden tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi waktu itu?"
Ketika mereka bertanya seperti itu, apakah berarti Sasuke harus menjawab kalau dirinya disiksa sampai babak belur karena melewati batas wilayah berburu yang diperbolehkan oleh istana?
Namun jika hanya begitu yang ia katakan. Maka, dirinya lah satu-satunya yang akan bersalah atas terlukanya kaki Raja. Itu sama saja dengan bunuh diri, artinya ia telah menumbalkan dirinya sendiri untuk disidang dan dieksekusi.
Tapi jika ia turut mengatakan hal yang sebenarnya, bahwa Raja telah membunuh calon pangeran yang pertama, maka itupun akan menjadi malapetaka besar baginya dan bagi Klannya. Itu juga sama buruknya dengan bunuh diri, menantang sang Raja sama dengan menggali kuburan sendiri.
Sasuke masih diam dengan wajah yang menunduk. Mimiknya menyiratkan berbagai keraguan.
Menteri itu akhirnya berkata lagi setelah lama melihat Sasuke diam. "Kau tau, Raja mengatakan kalau kau diserang dan dia mencoba menolongmu. Itulah alasan kenapa dia bisa mendapat serangan panah dikakinya. Tapi tentu, aku tidak akan benar-benar yakin jika aku belum mendengar pengakuan itu juga darimu."
Sasuke langsung mengangkat kepalanya, seperti mendapat inspirasi besar ia kemudian menatap tajam pejabat kerajaan itu. "Itu benar, aku diserang dan Raja menolongku!"
***
Karena kasus penyerangan terhadap calon pangeran beberapa waktu lalu, penjagaan dibagian timur istana yaitu Fushuha (kediaman Sasuke) diperketat, pengawalannya saat bepergian pun ditambah dua kali lipat.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan para calon pengantin Putri Sakura, apa posisi itu telah dikutuk oleh dewa?" Para dayang istana yang berada di Fushuha saling bergunjing-gunjingan satu sama lain. Sampai akhirnya seorang prajurit dari istana utama datang membisiki mereka.
Kemudian salah seorang diantara mereka berteriak memberitahukan pada dayang-dayang yang lain agar segera bersiap menyambut kedatangan tamu yang sangat spesial kali ini.
"Yang Mulia Raja akan segera sampai!"
Dalam hitungan detik dayang-dayang itu langsung berlarian kekoridor untuk berbaris dan memberi salam penghormatan pada tamu istimewa ini.
Hinata juga memberitahukan pada calon pangeran Sasuke akan kedatangan tamu spesial ini. Sasuke terkejut mendengarnya, ia tidak menyangka kalau Raja juga akan mengunjunginya.
Sasuke berdiri dan membungkuk kearah pintu masuk dalam kamarnya, walaupun pintu itu belum terbuka tetapi ia tau sang Raja akan segera muncul dari sana.
Seseorang masuk kedalam dengan melipat kedua tengan dibelakang, Shappire-nya melihat sekeliling dengan wibawa seorang raja dan berkata, "Tinggalkan kami berdua."
Para dayang yang masih berada didalam satu-persatu keluar. Raja pun menatap Sasuke yang tak berani mengangkat kepalanya. "Kupikir kau sudah melarikan diri?"
Sasuke perlahan menyingir dari tempatnya, ia mempersilahkan sang Raja untuk duduk didepan meja teh yang sempat ia duduki.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hampir saja aku membawa seluruh pasukan untuk membakar seluruh kampung Uchiha jika saja aku tidak melihatmu disini."