1. Alex Alfionsa

1.9K 127 6
                                    

Suara riuh penonton memenuhi stadion yang menjadi tempat konsernya kali ini. Seorang pemuda berdiri di panggung besar, masih terengah-engah saat mata cerahnya menatap kilauan cahaya yang memenuhi seisi stadion. Sejak lagu berhenti, suara sorakan yang memanggil namanya tidak juga surut ditelan waktu. Pemuda itu tersenyum lebar, saat mic yang dipasang di dekat mulutnya dia benahi agar suaranya dapat terdengar lebih jelas diantara lautan penonton ini.

"Apakah kalian senang dengan konser ini?" Tanya pemuda itu ceria. Suara riuh penonton membalas ucapannya, begitu ramai hingga dia hanya bisa mendengar beberapa teriakan ekstrim mengucap kata 'senang' dari penonton di barisan paling depan.

"Terimakasih atas dukungan kalian selama konser ini berlangsung. Berkat kalian, konser ini bisa berjalan dengan baik dan aku benar-benar merasa bahagia hari ini. Aku harap kita bisa selalu bersama, baik sekarang maupun seterusnya. Silahkan nikmati lagu terbaruku ini sebagai penutup acara kita hari ini, aku mencintai kalian"

Pemuda tersebut tersenyum manis saat suara penonton yang riuh sedikit berkurang ketika musik yang menjadi lagu penutup konser terakhirnya mulai terputar di stadion. Pemuda itu menutup matanya sebentar, dia menarik nafas panjang sebelum mulai menyanyikan lagu terbaru yang dia buat belum lama ini.

*****

"Kerja bagus Alex"

Begitu turun dari panggung, pemuda itu, Alex langsung disambut oleh pria atletis berambut under cut yang segera menyerahkannya handuk sekaligus air minum untuk Alex teguk secara brutal. Melihat keringat deras yang membasahi tubuh Alex, pria tersebut menghela nafas panjang sebelum bergerak membantu Alex untuk menghapus keringat tersebut. Alex terdiam saat pria itu mulai membantunya. Dia memilih duduk, karena tubuhnya masih terlalu lelah untuk sekedar berucap setelah dibuat bernyanyi dua jam penuh dengan segala koreografinya.

Disaat lelaki itu tengah asik menikmati ucapan lembut pria itu di kepalanya, seorang pria berwajah ramah datang menghampiri mereka. Pertama-tama dia menunduk pada si pria, sebelum akhirnya menatap Alex yang masih sedikit terengah.

"Lex, jika kamu telah selesai mengisi ulang nyawamu, segera lah datang ke aula untuk menghadiri sesi tanda tangan dan foto bersama. Para penggemarmu bisa merobohkan stadion ini jika mereka dibiarkan terlalu lama berkeliaran di sekitar sini" canda pria tersebut sambil menepuk pelan bahu Alex.

Alex mengangguk sambil tersenyum kecil untuk membalas ucapan pria tersebut, membuat beberapa kru yang kebetulan melihatnya tanpa sadar ikut tersenyum seakan senyuman Alex memiliki efek menular.

"Terimakasih Kak Galen. Pekerjaan Kakak sudah selesai? Padahal Kakak tidak perlu repot datang kesini jika pekerjaan Kakak memang banyak"

Mendengar celotehan Alex saat pemuda itu sudah merasa lebih baik, Galen, si pria atletis itu tersenyum kecil sebagai balasan. Dia mencubit pipi Alex pelan, sebelum menatap wajah anak itu dengan raut wajah lembut.

"Ini konser terakhirmu di tahun ini bukan? Aku harus datang, dan kita akan pulang bersama setelah ini" Ujar Galen memberitahu. Mendengarnya Alex kembali tersenyum, dia mengapit lengan Galen erat saat keduanya berjalan keluar untuk pergi ke ruangan khusus yang menjadi tempat berlangsungnya sesi tanda tangan dan foto bersama di konser terakhir Alex tahun ini.

"Oh ya, Kak Deon mana Kak? Kakak tidak datang kesini sendirian bukan?" Tanya Alex penasaran. Galen menggeleng pelan, sementara kakinya berusaha untuk menyesuaikan dengan kecepatan langkah Alex yang masih sedikit lelah.

"Dia pulang. Aku yang akan mengemudi, tadi dia harus segera pulang karena istrinya hendak melahirkan"

"Ya ampun, Kak Runa sudah memasuki bulan kesembilan ya? Nanti kita harus menjenguk mereka Kak, aku tidak sabar ingin melihat bayi lucu mereka" Ujar Alex sambil menatap Galen. Pria dewasa itu mengangguk, tangannya bergerak mengusak rambut Alex pelan sebelum anak itu kembali ditata oleh penata riasnya.

Angelic Voice [Remake]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang