08# Ketahuan

952 132 2
                                        

"Aku menemukanmu pinky"  Sakura menoleh dan mendapati Sasuke menatapnya. Ya, pria yang bersama Naruto tadi adalah Uchiha Sasuke

Sakura menoleh sejenak kearah Hinata yang ternyata asik bercumbu dengan kekasihnya, ia memilih menghadap Sasuke lagi

"Oh, ternyata kau mencariku ya? Ku rasa kita tidak mempunyai masalah apapun" Sakura menuangkan winenya kembali dan menyesapnya. Sasuke mendengus

"Tidak mempunyai masalah kata mu? Kau lupa saat menjambak ku tanpa sebab di kantor detektif waktu itu, hah?!" Sakura mencoba mengingat-ingat dan mengangguk saat mengingatnya

"Ah, yang itu. Hey, kalian kalau mau bercinta jangan disini. Mengganggu mataku saja" ucap Sakura sembari menoleh kearah sepasang kekasih yang masih asik bercumbu itu

"Dobe pesan kamar sana, atau pulang ke apartement mu. Kau sama saja dengan orang-orang menjijikan disini" Naruto menghentikan kegiatannya saat mendengar ucapan pedas dari sahabatnya itu

"Kau ini mengganggu saja teme. Ayo hime kita ke apartemenku saja" Naruto dan Hinata meninggalkan bar. Sakura dan Sasuke memilih tidak peduli dan melanjutkan menikmati wine masing-masing



****


01.25 Am

Sakura baru saja tiba di apartement miliknya. Saat membuka pintu dia di kejutkan dengan kehadiran Nagato yang dengan tenang menyesap kopi

"Loh, tou-san kapan kesini? Kenapa tidak memberi tahu ku?" Nagato menoleh kearah putri semata wayangnya

"Kalau memberitahu mu tou-san tidak akan tau kau pulang malam lagi" Sakura hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal

"Apa kaa-san juga ikut?" tanya Sakura mengalihkan perhatian

"Ada di dapur" mendengar jawaban dari Nagato, Sakura segera bergegas kearah dapur untuk menghindari pertanyaan yang akan dilontarkan oleh Nagato nantinya

Saat di dapur ia melihat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, apalagi dengan surai merahnya yang panjang. Sakura mengendap-endap dan memeluknya secara tiba-tiba

"Astaga, Saku kau mengagetkan kaa-san" wanita paruh baya tersebut memukul pelan tangan Sakura yang berada di pinggangnya

"Hehe, aku merindukan kaa-san"

"Darimana saja kau? Kenapa baru pulang? Jangan bilang kau ke bar. Saku berapa kali kaa-san bilang? Jangan ke bar! Apalagi kau ini gadis. Kalau nanti ada apa-apa bagaimana? Kaa-san khawatir padamu" Sakura hanya diam mendapati pertanyaan demi pertanyaan dari ibunya yang berakhir di jawab sendiri

"Saara kau ini seperti tidak tau putri kita saja" Nagato tiba-tiba datang dengan membawa gelas yang sudah kosong. Wanita bernama Saara itu memukul bahu suaminya

"Kau ini! Kenapa tidak ada khawatir-khawatirnya pada putrimu sendiri, hah?! Kalau terjadi apa-apa bagaimana? Dia itu gadis, aku tidak ingin dia mengalami hal buruk" Yah, jika nyonya Haruno sudah memulai sesi ceramahnya mereka tidak bisa melawan. Jika tidak ingin di amuk pastinya



****




Di lain tempat terlihat seorang gadis bersurai blode memasuki sebuah rumah yang terlihat sudah tidak layak huni. Tapi jangan salah tempat ini adalah sebuah markas tersembunyi

Ruangan yang tadinya terdengar gelak tawa dari orang-orang di dalamnya seketika hening saat gadis blode itu mendudukan diri di samping gadis dengan surai yang di capol

"Tumben sekali kau kesini, ada apa?" tanya pria bersurai panjang dengan sesekali menghisap rokok miliknya

"Aku ingin bertanya kepada kalian" gadis blode itu mulai berbicara serius

"Apa salah satu dari kalian ada yang menjadi dalang dari penembakan perdana mentri Tajima?" lanjutnya. Hening beberapa saat

"Oh, penembakan si tua bangka itu? Kenapa tidak kau tanyakan saja pada Matsuri atau Sakura? Bukankah selain kau dan Kiba mereka yang ahli dalam menembak?" jawab gadis bercepol

"Aku setuju dengan Ten ten. Coba tanya dulu, siapa tahu salah satu dari mereka dalangnya" jawab pria bersurai panjang

"Hah, baiklah nanti akan ku tanyakan"




.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
------

Tandai typo. Terimakasih

THE MISSION [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang