16# Kemarahan Sakura

710 85 3
                                        

Hari keempat, semua masih baik-baik saja. Sakura juga belum diperbolehkan untuk mengikuti pertarungan sementara, jadi tim hecker harus menyumpal telinga lagi

Sepertinya hari ini mood Sakura sedang buruk, dihadapannya vidio game yang sedang ia mainkan sudah terbelah menjadi dua, karena kesal. Hinata yang melihat vidio game yang Sakura rusakan hanya bisa menatapnya nanar

Kalau hanya satu Hinata tak apa, tapi ini sudah yang kelima kalinya Sakura menghancurkan vidio game miliknya, ingat lima kali. Mungkin nanti ia akan memalak Neji saja untuk bertanggung jawab

"MENYEBALKAN! TIDAK ADA YANG MENARIK!" dan

'Krak'

Lagi! Sudah cukup Hinata sudah kesal sekarang, ingin menangis saja rasanya

"HUAAA, VIDIO GAME KESAYANGAN KUUU!" tuh kan menangis

"SAKURA-CHAN KENAPA KAU PATAHKAN JADI DUA?!" tanya Hinata sambil menangis keras

"Vidio game mu tidak menarik" jawab Sakura santai sambil kembali mendudukan diri disofa, sedangkan Hinata semakin mengeraskan tangisannya

"HUAAAA" semua tim hacker semakin merapatkan penutup telinga mereka. Ini sih namanya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah mendengar teriakan Sakura sekarang teriakan Hinata pula. Ucapkan selamat tinggal untuk indra pendengar esok hari








****








Saat ini pertarungan telah usai, beberapa orang yang terluka telah diobati dan yang tidak terluka memutuskan untuk istirahat. Sedangkan Hinata? Dia sedang memalak Neji untuk mengganti vidio gamenya yang dirusak Sakura

Sakura sendiri? Dia dengan santai bermain kartu dengan Kiba, Matsuri, dan Tenten diruangan yang sama dengan Hinata saat ini

Saat sedang asyik dengan kegiatan masing-masing tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan tersebut

"Masuk" ucap Neji

Tak lama pintu terbuka dan memperlihatkan Karin yang membawa sebuah kotak, dengan langkah gemetar Karin menyerahkan kotak tadi kepada Sakura

"Kotak apa ini Karin-san?" tanya Sakura yang sudah menerima kotak tadi

"A-aku t-tidak t-tau Sakura-san" ucap Karin dengan gemetar, melihat raut ketakutan Karin Sakura membuka kotak tersebut

Didalam kotak terlihat tubuh seorang bocah dengan kepala yang telah berlubang, karena peluru. Sakura membekap mulutnya tak percaya, matanya sudah memerah menahan amarah dan tangisnya. Tak sengaja kedua manik hijaunya melihat lipatan kertas didalamnya

'Bagaimana hadiah dariku Cherry? Kau suka? Aku menjaga dia dengan sangat baik'

Pertanda U

Sakura meremas kertas tersebut, aura sekitar mendadak dingin. Sakura mati-matian menahan amarah yang siap meledak kapan saja

"Neji, izinkan aku ikut pertempuran besok" ucap Sakura tanpa menoleh

"Tapi, untuk saat ini tidak bisa. Kau harus tetap berada disini" bantah Neji

"Aku tidak peduli, besok aku akan tetap ikut bertarung!" ucap Sakura tak terbantahkan, sedangkan Neji hanya bisa menghela nafas

"Baiklah, besok kau boleh ikut"

****

"Bagaimana, sudah kau kirimkan hadiah ku?" tanya seorang berjubah kepada bawahannya

"Sudah tuan" jawab sang bawahan dengan kepala yang masih menunduk

"Bagus, kau boleh pergi" setelahnya ia pergi meninggalkan sang tuan diruangan yang gelap ini

"Hahaha,, hadiah dariku memang tidak akan pernah mengecewakan" tawa orang berjubah tersebut menggelegar diseluruh ruangan yang remang-remang tersebut




****




Seperti yang diucapkan olehnya hari ini Sakura di perbolehkan untuk ikut bertarung lagi. Tapi suasana mendadak menjadi dingin saat kehadiran Sakura diantara mereka

"Sakura kau baik-baik saja?" tanya Sasori yang berdiri disampingnya

"Aku baik-baik saja" jawab Sakura dengan wajah yang masih menampilkan raut datar, sedangkan Sasori hanya bisa menghela nafas

'Astaga kenapa aku khawatir begini sih? Argg, sebenarnya ada apa?' batin Sasori berteriak

Setelahnya pertarungan pun dimulai, Sakura menebas para musuh dengan sangat cepat sampai mereka tak bisa berkutik. Ino yang menyadari perbedaan pada Sakura memilih bertanya kepada Kiba yang kebetulan berada tak jauh darinya

"Hey, Kiba. Sebenarnya apa yang terjadi kepada Sakura?" tanya Ino to the point

"Kau tidak tau? Kemarin Sakura mendapat kotak isinya mayat Meogi dengan kepala yang berlubang akibat tembakan" jelas Kiba, sedangkan Ino menatap Sakura sendu

'Dia pasti sangat marah saat ini. Hah, menghentikan dia tidak akan berguna Meogi-chan adalah bocah yang paling Sakura lindungi. Meogi-chan semoga kau tenang ya' batin Ino berucap, setelahnya tembakan demi tembakan Ino layangkan kepada musuh







****







"Kalian yang memulai duluan, jadi aku akan membalas kalian dengan lebih kejam. Khekhekhe" ucap Sakura sambil menyeringai kejam

"Aku merasa seperti sudah tidak waras hahaha. Aku akan mengirim kalian langsung kepada tuhan" ucap Sakura sambil menatap lawannya yang sudah sekarat semua dengan keadang perut yang telah ia robek dan kaki yang telah terpotong

"Saatnya bersenang-senang~" setelahnya darah mengotori baju dan katana milik Sakura, namun sang pemilik masih asyik dengan mainan baru miliknya

Bukankah mainan sebagus ini tak boleh disia-siakan? ~Sakura

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
-------

Tandai typo yaa~

Gomenne baru update, mood lagi gk bisa diajak kompromi:)

THE MISSION [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang