12# Sebuah Tantangan

730 93 5
                                        

"Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat. Baiklah, silahkan lanjutkan pertengkaran kalian nona-nona aku tidak akan mengganggu dan hanya akan menjadi penonton saja" Ino dan Ten ten menoleh bersamaan kearah orang yang baru saja datang

"Datang juga kau, lihat karena lama menunggumu si babi gendut ini menumpahkan kuah ramen ku!" ucap Ten ten sambil melirik Ino sinis.

"Cih, hanya tumpah sedikit saja mengadu. Aku tau Neji kekasihmu, tapi lama-lama aku jijik  melihat kelakuanmu yang lebay itu!" Neji menghela nafas, mereka berdua jika bersama seperti ini memang tidak akan pernah akur, beda lagi jika menjadi partner dalam bertarung, sangat mematikan.

"Sudahlah, aku ingin berbicara serius." Ino dan Ten ten kembali ikut serius, tak ada lagi pertengkaran dari kedua gadis tersebut.

"Semalam aku mendapat pesan dari Gaara, dia bilang Sakura mendapat paket yang berisi organ manusia. Dia menduga bahwa Sakura mendapat sebuah teror. Kemarin ia sudah mengirim paket itu ke tim penyelidik dan kita di suruh untuk mengambil hasilnya. Bisa saja aku mengambil sendiri, tapi kita di suruh untuk berkumpul di kantor detektif, jadi aku memanggil kalian di sini."

"Apa kau sudah menghubungi Hinata?" pertanyaan Ino hanya di balas dengan anggukan singkat

"Sudah, dia bilang dalam perjalanan kesana. Sekarang kita ambil dulu hasil penyelidikan itu, bagaimana?"

"Kami setuju." jawab Ino dan Ten ten kompak.




****


Kantor Detektif Tokyo 10.30 Am

Gaara dengan santai berjalan menuju meja milik Sakura dan duduk di kursi yang berada di depan meja tersebut.

"Akhem" Sakura mengalihkan fokusnya dari berkas-berkas yang berada di tangannya.

"Ada apa?"

"Ah, tentang paket kemarin mereka telah menyelidikinya. Namun tidak ada alamat pengirim, selain itu...." Gaara menyerahkan sepucuk surat yang beberapa bagian terkena noda darah

"Mereka menemukan surat ini di dalam paket tersebut" lanjut Gaara. Sakura menerima surat tadi dan membuka isi nya.Kira-kira begini isi surat tersebut.

'Hai Cherry masih ingat denganku? Aku yakin kau ingat. Ku tantang kau dan para sahabatmu itu, serta para detektif dan polisi Tokyo untuk bertarung. Jika kau ingin seseorang yang kau lindungi itu selamat. Kita bertemu dua minggu dari sekarang, di pinggiran kota Tokyo.

Jangan sampai lupa ya Cherry. Dari U. '

Setelah membaca surat itu Sakura meremasnya, wajahnya berubah menjadi dingin dan datar. Mereka yang melihat ekspresi Sakura merasakan suasana menjadi mencekam

"Sakura apa isi surat itu?" tanya Sasori yang kebetulan memperhatikan mereka sedari tadi.

"Persiapkan diri kalian, dua minggu dari sekarang kita akan melawan orang misterius itu." Sakura berucap dengan datar

"Sepertinya menarik"

****

Sudah seminggu berlalu, kini kantor detektif dan kepolisian Tokyo mempersiapkan diri untuk melawan orang berjubah yang pernah menculik Shion. Mereka juga dibantu oleh teman-teman Sakura

Seperti Mitashi Ten ten, Hyuuga Neji, Kanare Matsuri, dan Hyuuga Hinata

Dan di sinilah mereka berkumpul untuk membahas strategi, dan pembagian kelompok misi penyerangan. Di sebuah ruangan yang memang khusus di dalam kantor detektif Tokyo

"Jadi bagaimana strategi yang akan kita gunakan?" tanya salah satu anggota kepolisian

"Semua yang akan ikut dalam pertarungan berjumlah 500 orang. Kita akan menjadikan beberapa kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah 50 orang." ucapSasori

"Tim pertama ada penembak jarak jauh, yang di pimpin oleh Kanare Matsuri. Tim kedua ada petarung jarak dekat yang di pimpin oleh Mitashi Ten ten. Dan terakhir tim hacker di pimpin oleh Hyuuga Hinata ." jelas Sakura

"Kiba, Ino, dan Karin kalian berada di tim penembak jarak jauh. Aku, Neji dan Sai tim petarung jarak dekat. Hinata, Sasori, dan Gaara kalian tim hacker." jelas Sakura lagi

"Masing-masing tim akan mendapat beberapa kelimpok. Tim penembak jarak jauh mendapat tiga kelompok. Tim hacker mendapat tiga kelompok. Dan tim petarung jarak dekat mendapat empat kelompok. Faham?!" jelas dan tanya Ino

"Faham!!" jawab semua yang berada dalam ruangan

"Setelah ini persiapkan diri kalian, dan sebaiknya bawa senjata tajam juga. Kita tidak akan tau musuh menyerang dari arah mana saja." tambah Hinata

"Kalian boleh bubar!" setelah itu satu per satu orang pergi keluar dari ruangan serba putih tersebut.

Didalam ruangan hanya tersisa tim devisi , Sai, Ino, Hinata, Sasori, Gaara, dan para teman-teman Sakura yang lain. Mereka memutuskan untuk tidak beranjak pergi terlebih dahulu

"Sakura jika hanya kau dan Neji yang ikut dalam tim penyerang jarak dekat bukankah terlalu beresiko?" tanya Kiba memecah keheningan

"Tidak apa-apa. Aku menempatkan kalian di tim yang memang skill kalian bukan? Jadi untuk apa kalian harus cemas?" tanya balik Sakura, semua menutup mulut karena tidak dapat membantah

'Dasar keras kepala' batin semua orang yang berada di ruangan

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
-------

Jeng jeng jeng balik lagi dgn saya xixi

Semoga tdk bosan ya nungguinnya

Tandai typo. Terimakasih

THE MISSION [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang