Sebuah pergerakan kecil berhasil mengganggu seorang gadis yang sedang tidur. Mata yang tadinya terpejam menjadi terbuka lebar akibat pergerakan tersebut. Sebuah tangan yang mungil dan putih melingkar dipinggang rampingnya berhasil menerbitkan goresan senyum dibibir manis gadis itu.
Mendapat fakta bahwa semalam dirinya tidur bersama orang yang dicintainya sungguh merupakan hal yang luar biasa.
Mereka hanya tidur. Tidak ada hubungan intim.
Wajah di hadapkan pada gadis disampingnya. Mendapat Kesempatan dengan cepat diambilnya. Sana mencuri ciuman dari bibir Dahyun. Dengan lembut dan tenang ia terus menempelkan kedua bibir agar bertautan lebih dalam.
"Euhnggh" Dahyun merasa terganggu akan sesuatu yang menempel pada bibirnya. Dengan segera Sana melepaskan bibirnya kemudian berpura pura tidur. Sayangnya pergerakannya tidak terlalu cepat sehingga Dahyun sempat melihatnya.
"Yakk! Kau mesti mengganti rugi karena sudah mencuri" Sana pun membatalkan rencananya untuk tidur kembali. "Baiklah kau bisa mencium bibirku" Sana menyodorkan bibirnya untuk dicium.
"Heh kau pikir aku se mesum kamu. Bukan itu yang kumaksud." Sana terkekeh karena ia sudah menduga jika Dahyun akan berkata seperti itu. "Lalu kau mau minta apa?" Terlihat Dahyun sedang berpikir.
"Aku belum memikirkannya. Tapi.... kau bisa memasakkanku lagi!" Dahyun terlihat antusias dengan hal itu sehingga membuat Sana gemes. "Tentu saja. Anything for you" Dahyun segera bangkit dari tidurnya.
"Ayo. Aku akan mengamatimu sekaligus bantu semangatin hehe" dengan segera Dahyun meraih Tangan Sana lalu digenggamnya kemudian membawanya untuk ke dapur.
"Kau ingin makan apa?" Dahyun terlihat sedang berpikir. "Uhm.. Cheese kimbap?" Dahyun meniru arah gerakan Sana. Sana tertawa gemes pada Dahyun.
Hah~ jika saja dunia ini tidak mengenal dosa, Sana pasti sudah menculik Dahyun. Pada dasarnya ia takut saja jika Dahyun tidak mau. Ia takut jika Dahyun membencinya. Itu adalah hukuman yang paling menyakitkan bagi Sana.
Lebih baik jika Sana masih dapat terus menemuinya meskipun ada jarak dihati mereka. Hah masih lebih baik daripada Dahyun menjadikannya lawan bukan. Itu akan sangat sakit jika demikian
"Yakk kenapa kau tiba tiba ingin makan cheese kimbap?" Dahyun tertawa kecil akan pertanyaan tidak masuk akal dari Sana "memangnya tidak boleh? Aku hanya suka saja" Sana mengangguk kemudian mulai membuat makanannya.
Dahyun berada disamping Sana sembari memperhatikan cara Sana membuat agar kedepan nanti ia bisa memakai ilmu yang ia pelajari.
"Bumbu terakhir tapi paling penting. Tambahkan garam namun tidak perlu terlalu banyak" Dahyun ber oh ria. Ia yang tidak tahu memasak hanya bisa memperhatikan dan mempelajari.
"Kau tahu kegunaannya?" Dahyun menggeleng polos. "Tentu saja agar supaya bumbunya lebih berasa xixixi" Ujar Sana yang membuat Dahyun menatap malas. "Yang benar saja. Aku pikir kau akan mengatakan sesuatu rahasia.ternyata Itu sudah diketahui umu huh"
"Kau ingin mengetahui suatu rahasia?" Dahyun mengangguk. Sana menghela nafas panjang bagai orang yang akan siap melakukan sesuatu yang berat. "Garam adalah dirimu." Dahyun terkejut jawabannya benar benar cukup membuat orang emosi.
"Sekali lagi kau bicara omong kosong maka tangan ini akan melayang diwajahmu." ancam Dahyun membuat lawan bicaranya merinding.
"Yakk aku belum meneruskannya dan kau menyebut itu omong kosong?! Coba diam dan dengarkan.. garam meskipun ditaruh sedikit namun pengaruhnya sangat besar disetiap masakan..sama sepertimu. Kau adalah seorang polos dan kecil yang datang ke kehidupanku. Kehidupanku yang dulunya tidak berarti sekarang diberi warna olehmu. Aku bisa merasakan kebahagiaan sekarang. Dan itu semua karna-
"Garam" Potong Dahyun membuat Sana mengucapkan sumpah serapah. "Sudah kubilang Jangan memotong ucapanku Kim Dahyun...ahh sudahlah makanannya sudah siap" Dahyun tertawa menang melihat Sana emosi.
Tidak perlu diragukan lagi semua masakan yang Sana buat. Perfecto!
"Makan dengan pelan pelan Dahyunie nanti kamu kesel-" baru saja dikatakan oleh Sana, Dahyun sudah benar benar tersedak. "Uhuk uhuk!! Ugh" Sana yang melihat itu bukannya membantu Dahyun dia malah hanya tertawa.
"Ahaha hahaha huhahaha aduh tunggu sebentar aku tidak bisa huhu. Terlalu lucu huhu hahaha" Dahyun menutup mulut Sana karena kesal tentu saja. "Sekali lagi tawamu keluar dari mulutmu maka akan kucabut ginjalmu" bukannya mendengarkan. Sana malah makin menjadi.
Dahyun menjadi kesal sekarang sehingga setiap pertanyaan dan rayuan yang Sana coba tidak berhasil. Dahyun tidak menjawab maupun membuka mulutnya.
Sana seharusnya tidak bermain main dengan seorang titisan elang.
*
"Dahyunnnnn" mendengar suara itu membuat Dahyun dengan reflex membalikkan badannya. "Kau kemana saja kemarin...aku sudah berkali kali menelpon dan mengirimmu pesan tetapi tidak ada satupun yang dibaca" Dahyun seketika mencari cari ponselnya. Ternyata benar, ada 7 panggilan tak terjawab dan 12 pesan masuk dari Hanbin.
"Maaf. Aku mematikan notifikasinya" Wajah Hanbin berubah menjadi masam mendengar 'alasan' Dahyun. Ayolah itu adalah alasan umum bukan. Bahkan semua orang sudah memakai alasan itu. "Cih! Itu pasti alasankan. Aku tahu kau berbohong"
Baru saja sampai disekolah telinga Dahyun sudah mulai panas karena orang dihadapannya. "Kalau tidak percaya yasudah! Aku tidak masalah dengan keputusan yang akan kau lakukan. Kalau kau mau putus. Yasudah kita putus!" Hanbin menatap Dahyun dengan tidak percaya.
"Apa hanya itu rasa cintamu? Aku pik-". "Hanbin kau jangan berlebihan. Aku menerimamu dahulu hanya karena kau telah membantuku. Sebenarnya aku tidak mencintaimu atau bahkan peduli. Awalnya aku membiarkanmu melakukan sesuatu atau memerintahku. Namun lama kelamaan kau menjadi naif! Jangan terlalu percaya diri" wajah Dahyun benar benar berubah menjadi merah. Bukan karena malu tetapi karena emosi sudah meliputinya.
Dahyun pergi dari sana meninggalkan Hanbin. Sana yang melihat itu,menyusul Dahyun pergi.
Urusan cinta sangatlah rumit. Kalian tahu bukan kalau cinta tidak bisa dipaksakan. Cinta tidak memandang orang. Itu bisa saja tumbuh pada siapa saja dan tidak ada yang dapat melarangnya jika itu sudah tumbuh. Mencabut? Tidak semudah itu. Perlu waktu lama untuk menghilangkannya.
Anggap saja itu seperti kau memiliki sakit yang rumit dan operasi merupakan jalan satu satunya untuk mendapatkan kesembuhan. Jika berhasil pastinya ada efek samping yang bekerja dan pastinya itu memerlukan waktu lama untuk hilang dan...jika operasi itu tidak berhasil,maka ia akan membawa penyakit itu seumur hidup.
Dahyun menyadarinya sudah lama. Ia berpikir jika ia membiasakan diri dengan Hanbin mungkin lama lama akan ada cinta yang tumbuh. Namun salah! Tidak ada yang terjadi... rasanya biasa saja. Tidak seperti ketika ia bersama Sana.
"Sialan! Aku mencintaimu"
Bersambung....
KAMU SEDANG MEMBACA
Queen; silence in the dark[END]
RomanceLikah likuh kehidupan seorang wanita angkuh yang mencoba untuk lari dari kenyataan bahwa ia seorang RATU. Sementara terjebak dalam status itu, ia berusaha untuk mengejar cintanya.
![Queen; silence in the dark[END]](https://img.wattpad.com/cover/243933827-64-k582126.jpg)