Ten

396 73 17
                                        

"Jadi... soal kemarin,kau ingin membawaku kemana... Momo-chan?" Momo kemudian mengerutkan dahinya. " ehmm.. kemana yah ? Aku tidak mengingat kalau aku mengajakmu ke suatu tempat?" Dahyun mendengus kesal. "Terus kau memanggilku kesini untuk apa kalau begitu?" Momo mengidikkan bahunya. Ia sangat senang menggoda Dahyun.

"Aishh ! Aku bahkan sudah berbohong untuk mendapat izin dari orang tua ku..kau sangat keterlaluan!" Dahyun mempoutkan bibirnya karena merasa kesal dengan Momo.

"Aigoo karung mana karung ? Kalau kau bukan milik orang lain,aku pasti sudah menculikmu dan membawamu ke suatu tempat yang jauh dan terpencil" ucapan Momo lantas membuat Dahyun menatap malas ke arahnya. "Cobalah kalau begitu "

*

Suasana hati Sana saat ini bercampur aduk. Disisi lain ia senang karena Dahyun menerimanya lagi tapi disisi lain ia ingin Dahyun terus bersamanya.

Sungguh perasaan yang menyebalkan ! Ia tidak ingin dibilang posesif tapi ia juga khawatir jika sesuatu terjadi pada Dahyun. Satu kali, dua kali tidak apa apa tapi apa masih ada yang ketiga kali? Sepertinya tidak.

Sana memilih menghabiskan waktunya dengan menonton beberapa film hitung hitung..agar menghilangkan kebosanannya. Meski begitu,tetap saja pikirannya tidak lepas dari Dahyun hingga ia kelelahan dan tertidur.

"Sana ! Maafkan aku karna tidak bisa menjadi yang terbaik bagimu " terlihat butiran air mulai keluar dari ujung mata monolid itu. "A-apa maksudmu Dahyun? Dengan Adanya kau saja itu sungguh merupakan hadiah yang terbaik untukku aku-". "Maaf Sana tapi menjauhlah dariku ! Aku sudah tidak mencintaimu! Ungkapanku padamu saat itu bohong dan hanya ilusi semata ! Dan kita... tidak mungkin bersama"

Dahyun mendekat. mengikis jarak mereka. "Kita sudahi saja omong kosong ini ! Aku benar benar tidak ada lagi rasa padamu,semua rasa sudah hilang,semua tentangmu ! Mari kita jalani hidup kita masing masing.."

"T-tidaak mungkin !"

Dirinya mencoba menghirup banyak udara. Jantungnya terus berdetak dengan laju. Mimpi tersebut benar benar sangat mengikis hatinya. Meskipun mimpi tetapi tetap saja hatinya terasa sakit.

Ia melirik jam yang tergantung ditembok rumahnya dan mendapati bahwa waktu sudah larut malam.

Dengan segera ia mengambil ponselnya yang berada tepat disampingnya kemudian mengirimkan pesan pada Dahyun.

Tidak tahu kenapa ia merasa tidak enak seperti ada sesuatu yang buruk akan terjadi.

Dahyun-ah.... apa kau sudah dirumah?
Sent

Belum ada balasa-

Nee Sana-chan. Apa kau perlu sesuatu?

Sana menghembuskan nafasnya dengan lega.untung saja..

Tidak ada. Sampai ketemu besok xD
Read

Ia berdiri kemudian membawa ponselnya bersama ke kamar tapi sebelum ia kekamar,ia meneguk segelas air karena tenggorokannya terasa kering dan tidak enak.

Ia kembali mencoba untuk pergi ke alam mimpi karena besok... pasti ada hal menakjubkan yang akan terjadi.. tidak ada yang tau.

*

Pagi hari tiba. Ini merupakan hari kesukaannya karena ia bisa berjumpa dengan kekasih hatinya.

Dengan kecepatan yang entah datang darimana,ia sudah siap. Sana segera meraih secangkir susu kemudian diteguknya dan tidak lupa setelah itu mulutnya terisi penuh dengan roti bakar yang dibuatnya sendiri. Ia sangat buru buru sekarang.

Tidak perlu waktu lama baginya untuk sudah tiba disekolah. Masih sedikit murid yang datang kesana dan juga ia melupakan kalo Dahyun tidak akan datang sepagi ini. Sangat tidak sabaran !

Rasanya pikirannya akan meledak hanya dengan memikirkan Dahyun. Memikirkannya serasa kau melupakan hal lain yang pernah ada selain dirinya. Sangat memabukkan.

Sana berharap pagi akan berlalu dengan cepat agar ia bisa berjumpa dengan kekasihnya juga lebih cepat. Sana mengingat kali pertama nya bertemu Dahyun lagi. Sungguh momen yang tak terlupakan. Mengingat senyumnya saja seperti merasakan 7 bungkus gulali.

Dengan bosan Sana terus menunggu dengan kepala yang ia tundukkan ke meja sembari kedua tangannya terbaring lurus di atas meja di samping kepalanya. Ia terus seperti itu hingga sebuah tepukan berhasil membuatnya berhenti melakukan hal itu.

Pukk

Baru saja Sana akan memarahinya namun diurungkannya saat melihat orang yang menepuknya.

"Eohh?! Mina-chan? Waeyooo?" Sana bangun kemudian duduk kembali dengan posisi yang nyaman "itu aku hanya ingin menyampaikan pesan dari eomma.. katanya kau harus mempercepat semua urusanmu dan menggantikan eomma " Sana menghembuskan nafas kasar.

"Bilang pada eomma bersabarlah... aku sedang berjuang meyakinkan milikku" . "Ehhh? Apa itu Dahyun? " Sana tersenyum lebar. Ia sangat senang jika seseorang mengetahui bahwa Dahyun adalah miliknya dan ia adalah milik Dahyun. "Eoh ! Itu Dahyun.. ngomong ngomong apa yang kau bawa? " Mina terlihat menepuk dahinya pelan. "Omo untung saja ! Aku hampir lupa... itu ini ibu membuatkanmu ini " ujar Mina kemudian menyodorkan kimbap special.

"Uwahhh arigatouuu~ aku akan memakannya " Mina tersenyum " jja ~ sekarang aku akan pergi. Sampai jumpa Sana unnie " . "Nee Mitang !"

Wajah Sana kembali murung. Ini sudah sangat lama tetapi Dahyun belum kunjung terlihat. Aku harus mengunjunginya

Dengan segera ia kembali keparkiran kemudian menjalankan mobilnya ke rumah kekasih hatinya. Ia merutuki dirinya sendiri karena tidak menjemput Dahyun pagi tadi.

Sekarang mobilnya sudah berada di depan gerbang mansion besar nan megah. Para satpam sudah mengenalnya dan itu sudah pasti.

"Nona... apa kau mencari nona Dahyun? " pertanyaan tersebut membuat Sana berpikir dengan keras. "Iya.. apa Dahyun didalam?" Satpam tersebut menggeleng. "Dari semalam Dahyun belum pulang dan nyonya juga tuan sedang mencarinya"

Bagai tersengat listrik, lututnya serasa lemah. T-tapi dia bilang dia dirumah... temennya?!


Hey-yow ayo di vote
Kalo nggak,aks ikhlas sih btw aku mau pub cerita baru tapi ceritanya bakal dimulai kalo Queen udah tamat jadi tungguin yah>□<

Bersambung...

Queen; silence in the dark[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang