Ribuan panggilan dibuat Sana namun semua panggilan itu tidak ada yang dijawab. Sana menggigit kuku tangannya. Ia mulai panik dan khawatir. Bagaimana bisa cobaan terus mendatangi hidupnya...ia sangat kesal namun tidak bisa melawan rencana sang kehendak.
Ia mengingat bahwa Dahyun akan pergi bersama temannya sehabis sekolah kemarin dan juga ibu Dahyun mengatakan jika nama yang pergi bersama Dahyun adalah Momo.
Sana pov
Momo... hah~ aku tak yakin jika itu adalah Momo namun bisa saja ! Aku berharap Momo tidak sejahat itu
Flashback
"Sana-chan.. ayo temani aku membeli buku sehabis sekolah" Sanapun membuang nafas kasar "perasaan kemarin kau baru saja membeli 4 buku... kenapa sekarang kau ingin beli lagi?" Momo mempoutkan bibirnya "kan itu kemarin.. sekarang ya sekarang " rengeknya.
Sana tidak habis pikir bisa bisanya ada manusia yang bukan hanya pecandu jokbal tetapi juga pecandu membaca buku. Tapi bukan. Itu bukan buku seperti yang kalian kira. Momo tidak membeli buku pelajaran melainkan buku dewasa yang berlabel 18+.
Itu sangat memalukan ! Itulah mengapa otaknya sangat mesum.
"Aishh baiklah.. ini terakhir ya !" Ucapan Sana membuat Momo heboh sendiri. Berhasil !
Sekolahpun sudah selesai,seperti janji mereka. Sana menemani Momo untuk beli buku. Mereka berangkat menggunakan mobil Momo yang diantar oleh supir keluarga mereka.
"Momo.. kamu ganti langganan toko bukumu? Perasaan arahnya nggak kesini loh" Sana mengkerutkan dahinya lantas merasa ada yang aneh. "Iya kuganti. Bukunya nggak lengkap disitu" jawaban Momo membuat Sana hanya ber o ria saja.
Sudah stengah jam berlalu namun mobil tersebut terus saja berlalu dengan cepat. "Apa memang supirnya beneran tau jalannya? Kurasa kita sudah salah tempat " ujar Sana karena menyadari tidak ada rumah apapun yang kunjung terlihat melainkan hutan yang dipenuhi dengan pepohonan yang sudah terlihat tua dan tinggi?
"Aihh memangnya kau pernah berkunjung ditempat buku yang kumaksud?! Disana memang jauh dan terlihat aneh namun sangat lengkap buku bukunya... aku sering berkunjung ke sana" jawab Momo yang membuat Sana terdiam. Ia merasa khawatir sebetulnya namun dibanding khawatir,dia lebih percaya Momo ,sang sahabatnya tentu saja.
Waktu berlalu cukup lama hingga kini mobil yang dinaiki mereka berhenti di suatu rumah yang terlihat agak tua mungkin.."Ayo Sana,bantu aku cari bukunya" kata Momo lalu diangguki Sana sebagai tanda setuju.
Mereka berdua turun dari mobil lalu hendak masuk kedalam rumah itu. "Sana tunggu sebentar,aku mau ke toilet ! " . Sana menatap ke arah Momo "a-aku ikut ! " Momo terkekeh. "Apa kau penakut? Jangan bilang kau memang penakut.." ucapan Momo terdengar menantang membuat Sana mengelak.
"Tentu saja tidak ! Yasudah aku tunggu disini saja " Momo tersenyum.. eh tapi sepertinya bukan senyum yang manis melainkan terlihat seperti sebuah smirk ? Sana tentu saja tidak menyadari itu.
Momo mulai mengambil langkah ke sebuah lorong yang mungkin saja disitulah toiletnya berada.
Sudah 15 menit ia menunggu namun sosok sahabatnya belum kunjung kembali.
Sana hendak pergi mengecek namun sebuah tangan menahannya.
"Kau mau kemana gadis manis..? " ujar orang itu sembari mengusap pipi Sana yang membuatnya jijik dengan sentuhan itu. Sana sangat takut sekarang.
Ia tidak menyangka bahwa sahabatnya telah menjebaknya. Padahal ia sudah menganggapnya bagai saudaranya sendiri,namun... semuanya sudah terjadi, ia tidak bisa melakukan apa apa lagi.
"Jika dilihat dengan dekat,ternyata kau sangat cantik dibanding yang kulihat di berita dan media." Ia lebih mendekat kearah Sana.
"Kau terlihat cantik berani namun sayangnya tidak cukup kuat untuk menjadi ratu" ucapnya lagi. "Tenang saja... disini sangat aman. Tidak ada yang akan mengganggu kita. Aku akan bersikap baik dan pelan padamu." Tubuh Sana mulai bergetar.
Rasanya matanya seperti sedang menahan tangisan yang akan terjadi beberapa saat lagi.
"Rencananya sih aku hanya ingin membunuhmu lalu mencuri kedudukanmu namun sepertinya membunuhmu saja akan sangat sia sia. "
"Kau sudah menggodaku jadi aku tidak dapat menahan kepuasanku lagi " Sana mengutuk orang itu dalam pikirannya. Ribuan makian sedang berseru dalam batin. Pria ini sangat gila ! Padahal ia tidak menggodanya. Sangat tidak mungkin.
Sentuhan orang tersebut mulai turun menyentuh dadanya hingga membuat ia terkejut.
Ia mulai meraih resleting rok pendek yang digunakan Sana.
"Tunggu sebentar !" Momo... Momo datang kembali,tapi kenapa? "Kenapa kau kembali lagi? Pergi sana ! Kita sudah sepakat tentang hal ini "
Wajah Momo menampilkan ekspresi yang sangat tidak bisa dibaca. "Diperjanjian tersebut menyatakan kalau kau hanya akan membunuh Sana bukan bersetubuh dengannya pria kotor..." ucapan Momo sepertinya berhasil membuat pria tua itu geram.
" APA KAU BILAN—
Dorr !
Satu tembakan berhasil mengenai dada pria tersebut. Sana sangat yakin itu mengenai jantungnya. Tubuh pria itu terhuyung kebelakang hingga jatuh ke lantai.
Sana nampak terkejut. Baru kali ini ia melihat seseorang terbunuh tepat di depan matanya.
"Ayo kita pulang... aku sudah menemukan bukunya" Sana melirik ke arah Momo.
Sana mengeram. Ia sangat marah kepada Momo atas apa yang dia lakukan.
"Kenapa kau lakukan ini.." lirih Sana dengan lemah. "Oh ayolah, aku hanya meminta bantuanmu untuk mencari buku"
Sana mendecih.
"Kau menjebakku ! Aku sudah menganggapmu s'perti saudaraku sendiri tapi kenapa...hikks~! " isak Sana.
"Aku tidak menjebakmu ! Aku hanya meminta bantuanmu untuk mencari buku dewasa didepanmu itu ! Jadi sekarang ayo kuantar pulang "
*
Sejak saat itu,Sana mulai takut untuk berteman lagi dengan Momo. Ia mulai belajar beberapa latihan agar ia tidak akan terjebak lagi dengan situasi seperti itu. Ia menjadi angkuh namun luluh hanya kepada Dahyun.
Dan pria itu... dia sudah diberesi oleh supir Momo dan setelah kejadian itu, Momo mengantar Sana pulang lalu kembali kerumahnya.
Sana sangat bingung. Apa kali ini Momo juga menjebak Dahyun?
Sana mulai mencari kontak yang tertera nama Momo-chan. Ia bahkan tidak menghapus maupun mengganti kontak Momo.
Ia ingin menelpon namun ia takut jika saja Momo telah mengganti nomor telponnya.
Tidak apa apa,setidaknya mencoba.
"Halo .... "
Tersambung !
Update seminggu sekali(semoga aja bisa hehe) aku nggak sabar mau up cerita baru lagi tapi rencananya mau namatin Queen dulu... jadi mohon bersabar dan kuyakin cerita yang bakal ku publish bagus kayaknya ;) pokoknya gitu deh
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Queen; silence in the dark[END]
RomanceLikah likuh kehidupan seorang wanita angkuh yang mencoba untuk lari dari kenyataan bahwa ia seorang RATU. Sementara terjebak dalam status itu, ia berusaha untuk mengejar cintanya.
![Queen; silence in the dark[END]](https://img.wattpad.com/cover/243933827-64-k582126.jpg)