Tentu saja Dahyun terkejut karena dengan tiba tiba Sana sudah berada dibelakangnya ditambah lagi dengan bisikan yang Sana berikan membuat Dahyun merinding.
"Omo! Kamchagiya... yak berikut kalau datang jangan tiba tiba. Kalau jantungku berhenti berdetak bagaimana? Apa kau akan menggantinya?" Sana hanya menampakkan cengiran tidak berdosa. "Kalau jantungmu berhenti berdetak maka aku akan menggantinya dengan jantungku agar setiap jantungmu berdetak,kau akan mengingatku" Dahyun menatap malas kepada Sana. "Tidak terima kasih. Aku lebih memilih mati daripada memakai jantungmu" Sana terkekeh namun dalam hati ia terasa sakit dan bertanya tanya jika Dahyun benar benar sudah menutup hatinya untuk Sana. Disisi lain batin Dahyun. "Aku tidak mungkin membiarkanmu karena kamu adalah hidupku Sana. Meski aku matipun itu bukanlah sia sia namun sebaliknya,jika kau memberikan hidupmu padaku maka aku akan hidup dalam penderitaan. Ibaratkanlah jika nafasmu adalah nafasku....
Dari sini dapat terlihat bahwa ada kesalah pahaman yang terjadi. "Yasudah ayo masuk kelas agar tidak di hukum" Dahyun mengangguk kemudian menarik tangan Sana agar mengikutinya ke kelas. Mengenai pernyataan Dahyun. Dahyun memang bingung saat ini. Memiliki Hanbin tidaklah cukup baginya. Ia merasakan bahwa Sana juga harus ia miliki. Okey disini Dahyun sadar bahwa ia menyukai Sana begitu juga sebaliknya namun ada juga halangan. Dahyun terlanjur menerima Hanbin.
Kali ini Dahyun harus pintar untuk mencari cara agar ia bisa lepas dari Hanbin. Lalu..... lalu apa? Apa Sana menyukainya maksudnya apa hubungannya dengan Sana akan kembali? Tapi Dahyun yakin dua ratus persen bahwa Sana masih menaruh hati untuknya. Oke berpikiran positive saja.
Dalam situasi seperti kalian mungkin tidak bisa mengerti perasaan Dahyun tetapi nanti MUNGKIN kalian akan merasakannya... rasanya memilih. Antara ego dan hati. Dalam Posisi ini kalian harus menjadi pintar. Ada pepatah mengatakan bahwa jika kau memiliki seseorang sebagai pendamping hidupmu namun kau masih saja mencari orang kedua. Pilihlah orang kedua karena kalau kau benar benar mencintai orang pertama kau tidak mungkin ingin memiliki orang kedua. Sesimple itu. Dahyun akan memilih orang kedua, Sana!
Tanpa disadari,ada seseorang yang sedari tadi memerhatikan Dahyun,oh ani. Ralat, bukan seorang namun dua orang. Sana dan Hanbin. Meskipun menatap orang yang sama namun mereka berdua memiliki pikiran yang bertolak belakang. Jika Sana saat ini memiliki suasana hati yang bahagia,maka Hanbin memiliki suasana hati yang buruk. Itu mudah jika kalian menanyakan alsannya. Kalian bisa mendapatkan semua jawabannya pada Dahyun karena Dahyun adalah pengontrol mood mereka. Untuk saat ini....
Merasakan ada orang yang menatapnya,Dahyun pun mencari arah tatapan tersebut. Dan tentu saja dengan segera Sana memalingkan wajahnya namun tidak dengan Hanbin. Ia menatap Dahyun dengan lekat dan marah? Namun Dahyun tidak peduli. Dahyun memutus kontak mata lebih dahulu.
*
Suara tapakan kaki sangat menggema di koridor. Seperti biasa. Tidak heran koridor disini sepi itu karena jarak koridor tersebut sangat jauh dari sekolah. Koridor ini mengarah ke sebuah tempat yang hanya bisa ditinggali oleh Dahyun.
Kalian bertanya kenapa? Jangan lupakan status Dahyun sebagai anak pemilik sekolah,tentunya ia memiliki ruangan khusus dan hanya bisa diakses olehnya sendiri. Jikalaunpun ada orang yang berani mencoba untuk masuk maka ayah Dahyun akan bertindak dan menuntut orang tersebut dan pastinya orang itu tidak bisa lolos dan sejauh ini memang tidak ada yang berani karena itu telah diterapkan menjadi peraturan sekolah dan sudah diketahui secara umum.
Dan yang membuat Dahyun takut adalah Dahyun merasa ada orang yang sedari tadi mengikutinya.
Benar saja saat Dahyun akan memasuki ruangannya Sana menarik tangannya. "Kau tidak melupakan janjimu kan?" Bisikan yang Sana buat selalu membuatnya merinding."tentu saja tidak,aku hanya akan menaruh tasku disini dan kembali." Sana mengangguk."yasudah ayo pergi."
Pintu dibukakan mempersilahkan Sana untuk masuk lebih dahulu. "Apa yang kau lakukan?! Harusnya aku yang melakukan itu untukmu karena ini mobilku." Protes Sana yang gagal romantis. "Aku tak peduli...ayo pergi" dengan terpaksa pun Sana menurutinya.
Restoran yang megah nampak didepan mata mereka. Dari luar saja sudah terlihat kalau disana tidak terlalu ramai karena dinding restoran tersebut hanya ditutupi oleh kaca sehingga mempermudah mereka.
Saat memasuki restoran tersebut. Wangi masakan langsung menubruk penciuman mereka. Lampu berwarna kuning sangat terlihat kontras dengan tema restoran mereka. Dahyun dapat menebak bahwa semua orang yang datang kesini untuk berkencan. Bagaimana tidak,semuanya duduk berpasangan. Sembari mata Dahyun meraba raba penglihatannya,Sana menariknya untuk duduk disebuah meja yang sudah dipesannya.
"Jadi apa yang ingin kau katakan padaku" Sana teringat akan apa yang ingin ia sampaikan kemudian dengan cepat meraih hpnya disaku. Dahyun yang melihat Sana menjadi bingung. "Katakan yang ingin kau sampaikan" sekali lagi Dahyun dibuat bingung oleh Sana. Bukankah seharusnya Dahyun yang bertanya seperti itu? Kan Sana yang memanggilnya. "Uhmm.. nee... Dahyun-ssi aku ingin katakan bahwa sebenarnya aku dan Sana tidak memiliki hubungan apapun." Oke itu suara dari telpon. "Aku hanya memaksa Sana untuk berpacaran. Bukan karena Sana berniat selingkuh darimu. Jadi bisakah kalian kembali? Tolong..." ternyata Sana menyuruh Mark untuk berbicara.
Saat ini Dahyun bingung harus berucap apa karena selama ini hanya ada kesalahpahaman di pemikirannya. "Hmm apa tujuanmu menelpon dan menyuruh Mark" Sana terlihat berpura pura berpikir. "Uhmm apa yah... coba tebak" perkataan dan gaya Sana berbicara membuat Dahyun kesal. "Apa maksudm-" "permisi pesanannya sudah sampai" ucapan Dahyun terhenti kala sang pelayan sudah datang dan tentu saja itu membuat Dahyun lebih naik pitam tapi tidak mungkin jika ia akan memarahi pelayan itu bukan. Sana terkekeh melihat Dahyun yang menahan amarahnya,mukanya menjadi memerah bagaikan tomat.
Selesai dengan makanan mereka Sana mengajak Dahyun ke suatu tempat.
Matahari mulai menutup diri,hawa dingin nan sepi dapat dirasakan Dahyun. Dahyun takut jika Sana membawanya dan menculiknya tapi Dahyun tidak bisa berbuat apa apa,ia sudah terlanjur percaya akan perkataan Sana. Tidak ada kata kembali lagi jika kau sudah setuju.
Hutan dilewati membuat Dahyun mengira ngira bahwa firasatnya benar.
Mobil Mereka berhenti di sebuah tebing yang sangat indah. Tebing yang dilingkari oleh kayu dan tidak mungkin untuk terjatuh.
Disaat itu juga Sana berbisik.
"Bisakah kita kembali?"
Halo guys salam damai😁
Aku mau bilang bahwa nilaiku naik jadi aku double up dan tolong kalo vote itu vote dua duanya dong hehe😙
Oh iya aku mau informasikan sesuatu tapi tunggu aku up cerita GBF dulu. Disana aku mau kata sesuatu,penasaran kan?🤭
Pokoknya segitu dulu bubai...
Bersambung.....
KAMU SEDANG MEMBACA
Queen; silence in the dark[END]
RomanceLikah likuh kehidupan seorang wanita angkuh yang mencoba untuk lari dari kenyataan bahwa ia seorang RATU. Sementara terjebak dalam status itu, ia berusaha untuk mengejar cintanya.
![Queen; silence in the dark[END]](https://img.wattpad.com/cover/243933827-64-k582126.jpg)