Two

809 124 9
                                        

"Hai Sana... bisakah kita berbicara sebentar". Sana mengangguk. "Kalau mau berbicara tidak perlu menarikku bukan?" Senyum seringai muncul dibibir Sana.

"Maafkan aku Sana karena waktu lalu aku pernah mengganggu sekaligus mengancammu. Aku.... terpaksa waktu itu" Sana mengacungkan jari telunjuknya mengelus dagu pria tersebut."apa kau tahu? Aku tidak peduli! Karena kau...Dahyun sudah salah paham,dasar bodoh!" Pria tersebut terlihat ketakutan.

"Kalau begitu apa yang harus kulakukan agar aku bisa bebas. Sesuatu yang kumampu..." Sana langsung terpikir sesuatu" luruskan masalah kita pada Dahyun, katakan padanya hubungan kita dan aku akan mengampunimu."

Mata Mark berbinar." Terima kasih Sana" Sanapun mendorong tubuh Mark yang tadi menghimpitnya. "Sekarang pergilah! " Perjalanan kembali ia tempuh sampai ke parkiran.

Kunci dirogohnya dari saku seragamnya dan segera masuk kedalam mobil.

Panggilan masuk, Sanapun mengangkat panggilan tersebut.

Helaan napas kasarpun keluar. Panggilan tersebut membuatnya kesal hari ini. Terpaksa ia harus mengganti haluan ke suatu tempat yang ia benci.

Setelah beberapa menit,akhirnya sampailah Sana kesuatu tempat. Ia menduduki salah satu bangku sambil memperhatikan kedua orang yang sedang bercerita.

Tangan terkepal melihat interaksi kedua orang tersebut dari jauh. Hati terasa sakit. Kepala terasa panas. Ternyata inilah rasanya jika milikmu direbut?

Perasaan sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa itu. Sana akhirnya menghampiri Dahyun.

Tangan Dahyun langsung ditangkapnya dan membawa Dahyun dari sana. Jelas sekali ekspresi orang yang ditinggalkan heran dan ekspresi Dahyun terkejut sekaligus marah.

Sana membawa Dahyun kedalam mobilnya. "Apa yang kau lakukan?!" Sana menyeringai sembari mata terfokus di jalan. "Apa kau tidak mengerti maksudku tempo hari? Harusnya kau mengerti kata MILIKKU!" Dahyun bungkam. Banyak sekali umpatan yang ingin ia ingin keluarkan seperti Sana terlalu egois namun ia takut jika nanti Sana akan berbuat sesuatu yang nekad.

Kepala ditundukkan,enggan untuk menatap jalanan maupun orang disampingnya."kita sudah sampai. Turunlah dan ingat. Kau adalah milikku jadi jangan sekali kali kau mencobaku" Dahyun keluar dari mobil dan menutup mobil dengan kasar.

Jika aku tidak bisa memiliki hatimu setidaknya aku bisa memiliki ragamu
-SANA

Sana mengantar Dahyun kerumah Dahyun sendiri. Dahyun memang orang yang kaya. Keluarganya sangat terpandang di Asia dan juga Eropa.Kekayaan Dahyun cukup untuk bersanding dengan Sana meskipun Sana sedikit lebih kaya.

Telepon tadi didapatnya dari Mina. Mina memang mengetahui bahwa Sana menyukai Dahyun dan sebagai adik. Mina ingin membantu Sana,lagipula menurut Mina hanya Dahyun seseorang yang cocok,rendah hati,suka menolong dan tulus dalam masalah mencintai meskipun sekarang Dahyun mencintai orang lain tapi terkadang cinta bisa tumbuh sendiri hanya satu masalahnya, WAKTU!

Sana menelpon Mina untuk mengucapkan terima kasih tanpa Mina mungkin salah satu dari mereka sudah menyatakan perasaan mereka.

Waktu sudah semakin malam dan Sana bergegas untuk pulang usai menutup telepon Mina.

Sebelum ia pulang syukurlah ia teringat akan persediaan makanannya dirumah yang sudah mau habis mengingat Sana tinggal sendiri jadi ia harus melakukan segela sesuatu secara mandiri.

"Sana-yak! Mari kita berteman." Kata seorang gadis sembari melempar senyum." Tidak terima kasih, aku tidak berniat berteman disini" senyum gadis itu tak kunjung pudar." Tidak apa apa. Aku akan menganggap kamu teman dan terserah kamu mau anggap aku apa." Sejak saat itu kedua gadis itu semakin dekat dan perasaan cinta mulai tumbuh dari keduanya.

Sana tersenyum mengingat masa lalunya saat ia bertemu dengan Dahyun saat itu. Kenangan yang mereka lalui terasa sangat singkat. Yang dulunya mereka bertemu saat masuk kelas tingkat pertama maka sekarang mereka sudah berada ditingkat terakhir.

Waktu terlalu cepat ani... maksudnya kenangan terlalu berarti. ketika seseorang merasakan sesuatu yang bahagia pasti hanya itulah yang akan terus diingat. Sampai sampai mereka lupa bahwa kenangan itu dibuat sudah sangat lama terlepas dari waktu.

Akhirnya Sana tiba dipusat pembelanjaan. Ia memilih barang barang yang akan dibelinya. Dan satu produk membuatnya teringat akan Dahyun. Tahu! Jika ia melihat Tahu maka bayangan Dahyun akan muncul. Tidak tahu kenapa hanya saja kulitnya terlihat mirip dengan Dahyun.

Sana mengambil tahu tersebut kemudian pulang kembali ke apartemennya. Kantong belanjaan diletakannya di dapur kemudian ia bergegas kekamar untuk mandi. Hari ini sangat banyak hal yang terjadi.

Berendam air hangat merupakan kebiasaan Sana. Biasanya ia akan merendam 30 menit agar pikirannya menjadi jernih dan segar kembali.

Karena Sana sudah merasa lebih baik diambilnya handuk yang biasa di gantung disana dan dililitkannya pada tubuhnya. Hair dryer diambilnya kemudian digunakannya untuk mengeringkan rambutnya yang basah.

Tubuh dihempaskan di ranjang yang empuk. Netra menatap langit atap. 1001 pikiran menghampiri kepalanya. Nafas dihembuskan. Ingin sekali ia lari dari kenyataan bahwa ia adalah calon Ratu. Haruanya ia dilahirkan dikeluarga seadanya dan menjalin kehidupan dengan damai. Posisi sebagai Ratu sungguh membebani.

Lama kelamaan Sana jatuh kedalam dunia mimpi. Tidur merupakan salah satu cara bagi kita untuk melupakan masalah untuk sejenak.

*

*

*

*

Bunyi kicauan burung terdengar menembusi ruangan itu. Tata surya mengubah posisi. Cahaya yang sangat terang dihalau oleh gorden yang menutupi jendela.

Sang gadis terbangun usai mendengarkan bunyi alarm yang ia atur. Tubuh terduduk. Mulut menguap sembari mata yang mengucek untuk memfokuskan pandangannya.

Langsung saja diambilnya handuk agar supaya ia tidak akan terlambat ke sekolah. Kali ini ia memilih untuk tidak merendam karena itu akan memakan waktu sangat banyak.

Seragam dipilihnya lalu memakainya. Rambut yang terurai disisirnya. Wajah dipolesi sedikit bedak dan pelembab bibir. Saat dirasanya semua sudah siap. Ia beranjak dari sana dan turun kebawah untuk makan.

Saat turun ia langsung ke dapur dan memasak sesuatu dengan bahan yang ia beli. Sana sudah terbiasa dengan kata sendiri oleh karena itu ia hanya mengharapkan Dahyun untuk mengisi kesepian dan kesunyiannya. Apakah itu bodoh? Bisa dibilang karena sangat banyak yang menyukai Sana namun ia tidak peduli ia hanya mau disukai oleh Dahyun seorang daripada seluruh dunia.

Ada perumpamaan yang mengatakan.

Yesterday is a history, Today is a story and tomorrow is a mistery.

Kemarin biarlah menjadi sejarah bagi Sana. Dari sejarah biarlah menjadi pembelajaran yang baik untuk hari ini dan biarlah hari esok menjadi misteri.

Sejarahnya bersama Dahyun akan selalu diingatnya dan biarlah ia dapat belajar bahwa Dahyun adalah seseorang yang sangat berharga. Ia hanya berharap untuk kedepannya ia bisa bersama dengan Dahyun selamanya.

Masakannya sudah siap. Di taruhnya di meja makan lalu memakannya.

Sana tentunya tahu memasak. Ia tahu segala hal itu mengapa orang orang memandangnya sempurna. Jauh di lubuk hati yang terdalam, Sana merutuki apa yang ia miliki karena ia merasa sangat terbebani dengan semuanya.

Seseorang menelpon dan tidak biasanya saat pagi hari orang menelpon paling juga itu adalah Mina.

Halo guys im back.
So i mau bilang mungkin saya akan hiatus beberapa minggu karena mau persiapan ujian. Saya akan usahakan secepatnya untuk up😖


Bersambung....

Queen; silence in the dark[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang