"Tidak. Apa itu jawaban yang kau inginkan?" Sana tertegun kemudian tersenyum."tentu saja bukan. Kau tahu jawaban yang kuinginkan" mata Sana berbinar menunggu jawaban dari Dahyun.
"Aku...tidak bisa. Aku dan Hanbin sudah lebih dahulu bersama. Kau...terlambat" tatapan sedih Sana berikan terhadap Dahyun namun bukan tatapan menyerah. "Memangnya kenapa? Aku tidak mempermasalahkannya. Kau bisa memutuskan hanbin atau kau juga bisa ,menjadikanku kedua. Mudah bukan" Dahyun menghela napas kasar.
"Kau tidak mengerti. Itu tidak semudah yang kau pikirkan. Aku tidak bisa se enaknya seperti dirimu. Aku akan menunggu keputusan Hanbin" Sana hanya bisa menatap Dahyun dengan tatapan...diam tanpa ekspresi.
"Kalau Hanbin memutuskan mu,kau bisa menjadi milikku kan!" Tidak ada jawaban yang Dahyun berikan sampai sebuah kecupan dilayangkan dibibir tipis Dahyun. "Jawab aku Dahyun" air mata mulai jatuh dipipi Sana. Ia tak kuasa menahannya lagi.
"Tolong berikan satu saja kesempatan bagiku untuk memperbaiki semuanya Dahyun. Aku mohon!" Dahyun juga sedih karena sebenarnya ia juga masih sangat mencintai Sana bahkan selalu. Tapi kita mesti mengikuti alur ceritanya. Semuanya tidak bisa kita putuskan sendiri.
"Apa kau siap menunggu?" Mendengar hal itu,Sana menghapus air matanya. "Iya aku bisa,meskipun aku akan menunggu sampai seratus tahun. Aku siap" Dahyun tersenyum. "Kalau begitu...tunggulah aku Sana"
Hari mulai menjadi gelap ah ralat maksudnya sudah menjadi gelap,setiap jalan yang mereka telusuri sangatlah sepi dan tenang. Ah mereka juga tidak tahu jika ini bisa dibilang tenang. Ini lebih ke horror?
Ya mungkin saja sampai sampai saat ini Dahyun merinding.
Sungguh kisah cinta yang menyedihkan. Dua orang gadis yang dipisahkan oleh waktu dan keadaan. Keegoisan selalu menguasai mereka.
Waktunya? Kesempatannya? Harap ditunggu karena kau sudah melewatkan yang pertama.
Sana tidak yakin jika ia bisa memimpin negara dan ia juga tidak yakin jika ia bisa mendapatkan cintanya karena kedua hal itu adalah hal yang rumit.
Setelah beberapa lama perjalanannya akhirnya gedung gedung tinggi sudah dapat terlihat.
"Kau akan menginap ditempatku" Dahyun mengernyit bingung dan tidak setuju. Dan Sana mengerti akan tatapan itu. "Aku sudah malas mengantarmu pulang" Dahyun mengeram marah akan bualan Sana. "Kau bukan malas tapi kau sengaja kan" Sana terkekeh "aigoo aku tak bisa meremehkanmu tapi benar yang kau katakan. Aku ingin tidur bersamamu" Dahyun memerah mendengar hal itu.
"Heh jangan macam macam" Dahyun memeluk tubuhnya sendiri. "Xixixi aku hanya bercanda. Aku tidak akan macam macam kok. Kecuali jika kita sudah menikah" Dahyun membuang nafas dengan tenang.
"Bagaimana kalau hal itu tidak pernah terjadi?" Sana mengalihkan pandangannya ke arah jalanan. "Aku bisa menculikmu lalu membawa kemanapun yang tidak bisa orang jangkau dan melakukannya denganmu" Sana terkekeh,sedangkan Dahyun menatap malas akan orang disampingnya.
Tidak lama kemudian mereka sampai di apartemen Sana.
"Ayo turun aku akan memasakkanmu sesuatu" Sana masuk ke dalam apartemennya diikuti Dahyun yang berada dibelakangnya.
Dahyun memerhatikan setiap sudut ruangan apartemen Sana. Sebenarnya ia sudah pernah kesini tetapi itu sudah beberapa bulan lamanya sejak ia putus.
'Semuanya masih sama'
"Ayo duduk" Sana menarik salah satu bangku yang ada dimeja makan kemudian mempersilahkan Dahyun untuk duduk.
Sana berjalan mendekat ke wastafel untuk mempersiapkan bahan sekaligus memasak.
"Cantik" tanpa sadar Dahyun mengeluarkan kata itu. Untunglah Sana tidak mendengarnya.
Pesona Sana tidak akan ada yang bisa mengabaikannya. Sangat kuat. Dan Dahyun mengakuinya. Itulah mengapa banyak orang yang menyatakan perasaan pada Sana namun ia menolaknya dengan halus dan jujur.
"Maaf aku menyukai Dahyun" Dahyun menggores senyum dibibirnya mengingat kenangan yang pernah mereka buat itu.
Entah mengapa pada saat kenangan itu kita sangat merasa bahagia namun saat kau mengingatnya lagi rasanya menjadi berbeda. Sedih. Ingin semua kenangan yang dibuat itu untuk kembali terulang.
Tidak bisa! Kita tidak boleh hidup dengan bahagia saja karena ingatlah jika hidup memiliki rasa manis dan juga pahit. Jika hanya rasa manis yang kita alami maka lama kelamaan tidak ada lagi hal hal yang bisa kita pelajari! Maksudnya itu Hanya berjalan netral.
Jika ada rasa pahit maka kita akan merasakan bahwa hidup sangat berarti. Kita harus belajar dari rasa sakit dan penderitaan. Memang terdengar aneh namun dari rasa sakit itu kita menjadi lebih kuat dan tegar.
"Apa yang sedang kau lamunkan?" Suara kecil nan lembut menubruk indra pendengar Dahyun. "Tidak ada. Hanya mengingat sedikit melodi sedih" tawa kecil Sana berikan pada Dahyun karena melontarkan jawaban yang aneh.
"Aku sudah selesai memasak. Cobalah" Sana mengambilkan semangkok sup ayam yang sudah dimasak bersama beberapa sayuran dan tidak lupa nasi yang selalu menjadikan semua makanan sempurna.
Satu suapan Sana berikan kepada Dahyun.
"Bagaimana rasanya?" Mata Sana berbinar menunggu jawaban. "Enak tapi tidak terlalu. Jangan menganggap bahwa aku memujimu" Sana terkekeh kecil. Sana tahu bahwa sebenarnya Dahyun akan mengatakan enak namun ia tidak mau saja jika Sana tahu.
"Yasudah makanlah sampai habis"
"Bagaimana denganmu?" Satu pertanyaan berhasil lolos dari bibir Dahyun. Hah~ tentu saja Dahyun khawatir pada Sana. Itu sangat nampak
"Aku akan makan jika kau menyuapiku" Dahyun membuang nafas kasar dengan arti terpaksa namun sebenarnya dalam hati ia tulus. Bahkan jika ia disuruh untuk menyuapi Sana seumur hidup pun ia tidak akan masalah.
Miris.
Dahyun berpacaran dengan Hanbin tapi ia mencintai Sana. Sungguh seperti cerita dongeng fiktif untuk anak kecil!
Terbesit dalam pikiran Sana sebuah rencana jahat agar ia mendapatkan Dahyun kembali. jahat namun ia tidak peduli. Tentu saja ia akan menggunakan uang dan kekuasaannya dalam rancana itu.
Dunia memang jahat! Kau harus ingat jika ingin bertahan didunia ini memerlukan pengorbanan dan konsekuensi. Jika kau dapat menanggu akibatnya artinya kau kuat dan berani. Itu saja
Suapan demi suapan Dahyun berikan pada Sana dan dengan senang hati juga Sana menerimanya. Siapa yang tidak mau jika orang dicintainya menyuapinya. Hah itu bohong jika tidak mau. Sebenarnya bualan itu terjadi karena ke ego-an.
Entah antara jika orang itu ingin menyembunyikan sesuatu yang ingin mereka simpan ataupun seorang yang ingin menutupi fakta. Itu jelas adalah egois.
Jujur memang susah namun setidaknya tidak ada lagi beban yang kita tahan.
Suapan terakhir Dahyun berikan pada Sana. Tidak ada lagi yang tersisa. Cerita ini tersisa semangkok piring dan juga sepasang sendok.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Queen; silence in the dark[END]
RomanceLikah likuh kehidupan seorang wanita angkuh yang mencoba untuk lari dari kenyataan bahwa ia seorang RATU. Sementara terjebak dalam status itu, ia berusaha untuk mengejar cintanya.
![Queen; silence in the dark[END]](https://img.wattpad.com/cover/243933827-64-k582126.jpg)