Senyum Dong!

8 3 0
                                        

Zidni udah senyum nih, mana senyum kamuuu

Lani baru saja keluar dari kelasnya ketika mendapati Zidni sedang berdiri di samping pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lani baru saja keluar dari kelasnya ketika mendapati Zidni sedang berdiri di samping pintu. Ini pertama kalinya Lani melihat Zidni di koridor kelas sebelas.

Apa dia lagi nunggu seseorang ya?

Lani pun melongok ke kelas, tersisa Randy dan Niana di dalam. Mereka belum pulang karena harus piket. Mungkin Zidni sedang menunggu salah satu dari mereka. Yakali, nunggu Lani.

Lani kembali menoleh ke arah Zidni bersamaan dengan pemuda itu mendongak dari ponselnya.

"Hai," sapa Zidni sambilmelempar senyum.

Sesaat Lani terdiam menatap senyuman itu sebelum akhirnya balas tersenyum, "Lagi ngapain disini?"

"Nunggu lo."

"Gue?" Lani menunjuk wajahnya sendiri. Apa Lani gak salah denger? Buat apa Zidni menunggunya?

"Iya."

"Lho, gue masih punya hutang ya sama lo?" Lani bertanya bingung sekaligus panik.

Iya panik karena kalau sampai benar Lani punya hutang dan Zidni datang buat menagihnya. Lani jelas gak bisa bayar sekarang karena uang jajannya habis. Tapi seingat Lani, dia udah ngebayar hutangnya deh.

Zidni tertawa kecil, lantas menggelengkan kepala. Sontak Lani lega melihatnya.

"Terus ada urusan apa?"

"Mau ngajak lo balik bareng." Zidni menyahut bikin Lani melongo di tempat.

Tak berapa lama, Lani pun mengerjap kemudian memainkan tali ranselnya, gelisah. Apa mereka sedekat itu ya sampai Zidni mengajak Lani pulang bareng? Sejak kapan sih?

"Serius?"

"Duarius." jawab Zidni mantap.

"Gue naik angkot aja deh." tolak Lani mulai melangkah.

Sontak Zidni bergerak menyusul langkah Lani, sambil berpikir bagaimana caranya agar Lani duduk di atas boncengannya.

"Kenapa sih gak mau? Lumayan bisa hemat uang kalo sama gue."

Lani berhenti, iya sih si Zidni ini ada benarnya juga. "Emang lo ada helm?"

"Ada, gue baru minjem punya Jaka. Lo bisa pake punya gue."


"O-oke." sahut Lani sedikit ragu.

Mereka pun berjalan menuju parkiran dengan beriringan. Meskipun sebenarnya Lani sedikit memberi jarak di antara mereka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 27, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Temen Curhat (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang