6

5 1 0
                                    

Dilain tempat

Marc pun pergi bersama adik nya yang baru sampai dari Spanyol.

"Mengapa kau tiba-tiba mengajakku ke konser kak?, Bisanya kau paling tidak mau jika di ajak" heran Julia.

Julia heran ketika ia mendapat telpon dari kakak tersayang yang mengajaknya untuk pergi ke konser," kau harus ikut oke, tidak ada penolakan, untuk tiket penerbangan dan konsernya sudah ku siapkan" begitulah kata kata Marc saat di telpon.

Bagaimana tidak terkejut, saat ia mendengar nya, rasanya seperti memenangkan undian tanpa mengikuti undian tersebut.

"Sudah lah jangan banyak bertanya, kau sudah siap kan?" Tanyanya pada Julia.

"Hmm" guman Julia

Tanpa tunggu lama mereka pun berangkat menuju acara tersebut.

Disana saat sedang melihat-lihat tempat acara tersebut, tanpa sengaja Julia melihat seseorang yang sangat ia idolakan, sepertinya hari ini Julia seperti mendapat hadiah beruntun.

"Mengapa kau terlihat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan permen", heran Marc.

"Lihat ka, lihat ke sana" tunjuk Julia.

Marc pun mengikuti arah mata Julia dan, disana ia melihat sang pemilik konser, Marc pun memutar matanya malas. "Kak apa kita membeli tiket VIP?"

"Hmm"

"APA??, Mengapa kau baru bilang sekarang" teriak nya

"Untuk apa aku memberi tau mu?"

"Ishh kau ini, setidaknya aku bisa menikmati kelebihan nya kakak, huff mengapa kau bodoh sekali "

" Dan sejak kapan kau menjadi pintar" balasnya.

Alexa yang sedari tadi menikmati percakapan adik dan kakak di depannya pun cukup terhibur, jika ia menjadi adik nya pun akan seperti itu, mungkin ia kan berkata" ternyata kau memang bodoh dan sangat payah".

Ia pun segera memalingkan perhatiannya dari sepasang saudara itu, dan menikmati acara ini.

Sedangkan Alexa tidak sadar sedari tadi ia memperhatikan Marc dan adiknya beradu mulut, sedangkan Marc, ia sedari tadi tidak bisa berhenti mencari dimana Alexa berada, enak mengapa Marc merasa tertarik ketika ia mengetahui masa kelam Alexa.

Berbeda halnya dengan mereka, Bochum dan omen merasa aneh karena tatapan orang-orang sekitar, bagaimana tidak penampilan mereka bisa disebut aneh, dengan menggunakan stelan hitam hitam seperti bodyguard. "Bisakah aku pulang Bochum?"

"Tidak". Bochum pun mencari keberadaan Alexa, akan tetapi ia tidak menemukan nya sedari tadi.

Konser pun dimulai, saat mendengar sang penyanyi menyayikan lagu yang berjudul needy, Alexa pun merasa begitu emosional hingga ia meneteskan air matanya.

Ia ingin hidup normal seperti orang-orang, bebas untuk melakukan sesuatu,dan ingin rasanya Alexa tidak mengenal dia yang selalu menjadi alasan penderitaanya.

Flasback on

"Shawn " panggil nya.

"Ya"

Alexa ragu ingin menanyakan ini dari dulu,'mungkin ini waktu yang tepat' batin nya.

Shawn pun menengok pada Alexa, "mengapa kau melamun seperti itu honey, ada apa hmm" ucap nya sambil menarik dagu Alexa agar menatapnya.

"Aku ingin bertanya sesuatu pada mu"

"Kau ingin bertanya apa hmm, mengapa kau begitu terlihat sungkan, bukankah kita sebentar lagi akan menikah ?" Goda Shawn hingga membuat pipi Alexa memerah.

Off the tableTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang