05

18 5 0
                                    

Setelah melepas sepatunya dan menaruhnya kesembarang tempat, ia menjatuhkan diri ke ranjang.

"Eh."

Reflek ia memukul dahinya, baru menyadari hoodie milik Raka masih ia pakai. "Aduh, bisa-bisanya gue lupa."

Malas sekali jika harus mengembalikan padanya. Tapi, tak mungkin juga dia simpan, kan.

"Ya udah lah, gue taruh mesin cuci dulu."

***

"Yuk, pak."

Pak Nardi-supir Grizelle mengangguk, lalu mulai memutar roda kemudi.

Baru keluar dari pagar rumah, Grizelle sudah dikejutkan dengan kehadiran Raka yang ternyata sedang menunggunya dengan bersandar pada motor miliknya.

"Pak, berhenti dulu." Grizelle membuang napasnya, lalu keluar dari mobil.

Raka tersenyum jahil, sambil melambaikan tangannya.

"Ngapain lo disini?" tanya Grizelle dengan nada ketus khasnya.

"Ya jemput lo, lah."

Grizelle memutar bola matanya, "Apaan sih, gak."

"Kan kemarin udah janjian, lupa?"

"Gue gak pernah janji."

Raka menunduk, "Ah, jahat banget."

"Serah lo, deh. Gue mau berangkat." kata Grizelle lalu berbalik ingin kembali masuk ke mobilnya, namun berhasil ditahan dengan tangan Raka.

"Berangkat sama gue, dong. Tega nih? gue udah rela bangun pagi buat jemput lo," ujar Raka dengan tatapan memohon.

"Males."

"Zel.."

"Gak."

"Zel.."

"Gak, ih!"

"Grizelle Kalila-"

"Ya! Ya!"

Raka lantas tersenyum, "Ya mau kan?"

Grizelle berdehem sebagai tanda persetujuan, "Bentar, gue bilang dulu sama pak Nardi."

Laki-laki itu mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu bersiap menaiki motornya.

"Gue ambil helm dulu."

Raka mendengus, "Ini gue udah siapin helm, bisa sejam kalau lo jalan masuk ke dalam."

Lebay sekali, padahal jalan kedalam rumah tak sampai sejam.

Akhirnya Grizelle memilih menurut dan naik ke motor.

"Kok lo bawa jaket? Pasti udah tau kalau mau gue jemput ya?" tanya Raka dengan sedikit melirik kebelakang.

"Apa sih, PeDe banget. Gue emang mau bawa aja," balas Grizelle.

"Lihat nih, gue bela-belain ganti motor buat lo doang."

Oh iya, Grizelle baru sadar bahwa motor yang mereka naiki tak sama dengan yang kemarin.

"Lo apain motor yang kemarin?"

"Gue buang."

Gadis itu reflek memukul punggung Raka. "Heh, beneran lo buang?"

Raka sedikit tertawa dengan respon Grizelle. "Enggak lah, gue simpen di garasi. Lagian ini emang salah satu koleksi motor gue, bukan beli lagi."

Grizelle menggeleng-gelengkan kepalanya, terserah Raka saja.

Trouble Maker GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang