07√

3K 321 20
                                        

Kini mereka sudah berada di dalan kamar mereka,tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka, mereka masih sangat canggung satu dengan yang lain, walau status mereka sekarang sudah tidak lagi berteman

Sunghoon terlihat memperhatikan heeseung dari balik buku novel yang dia baca, lelaki yang di perhatikanya tampak serius dengan laptopnya

Sudah dua jam lebih heeeseung berada di depan laptopnya,tapi masih saja dia sangat betah dengan aktifitas nya itu, bahkan hanya untuk istirahan sejenak untuk meminum air saja tidak

"hee"panggil sunghoon

"hmm"kebiasaan heeseung, hanya menjawab dengan dehaman saja,sunghoon sangat penasaran apa heeseung tidak memiliki kata lain dari hm?, apa itu kata mutiara heeseung?

"aku kangen nyonya lee, kita kerumah sakit yuk" memang akhir akhir ini mereka berdua jarang mengunjungi nyonya lee, bagaimana tidak,sebentar lagi mereka akan ujian kenaikan kelas, jadi mereka harus fokus belajar, jadi nyonya lee tidak mau dia mengganggu acara belajar kami

"yaudah gih, ganti baju kita kerumah sakit" ucap heeseung, tapi masih tidak mau mengalihkan pandangan dari laptopnya itu

"kamu sibuk gak usah deh" ucap sunghoon kali ini, dan berhasil membuat heeseung menutup laptopnya sembari melihat kearah sunghoon"udah kan?"tanyanya

Tanpa mennjawab, sunghoon dengan segera mengambil jiket dari dalam lemarinya, tak lupa dia mengambilkanya juga buat heeseung

"couple?" kali ini sunghoon benar benar tidak sengaja mengambil jiket denagn warna yang sama, dan itu berhasil membuat sunghoon merasakan sedikit malu karena kesalahnya

"ohh, yaudah aku ganti"

"nggak usah ,aku pakai ini saja,aku tau kamu ingin kita pakai yg samaan kan?" ucapnya lalu pergi meninggalkan sunghoon di dalam kamarnya sendiri, dengan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat

Sunghoon dengan cepat melangkahkan kakinya menyusul keberadaan heeseung, yang sudah berada di bagasi rumahnya ini, tak membutuhkan waktu lama dia akhirnya sampai di bagasi rumahnya, tak lupa dia mengunci pintu rumahnya agar tidak kemalingan

"pakai helm, dan naik"ucap heeseung sembari melempar helm nya,tanpa sepatah katapun sunghoon segera membawa tubuhnya naik keatas motor heeseung

Sebelum melajukan motornya heeseung terlihat melirik kearah sunghoon di belakangnya, karena sunghoon memiliki kepekaan yang sangat besar, jadi sunghoon tau jika heeseung ingin mengatakan sesuatu denganya "apaa? " tanya sunghoon lembut

"kamu tau kan kita laki laki? "

"hmm"

"jangan pernah berharap dengan ku lebih dari kata teman, aku tidak akan pernah mencintaimu, jika kamu sudah mencintaiku jadi mohon buang perasaan itu"ucapan heeseung kali ini mampu membuat perasaan sunghoon menjadi tidak karuan, apa yang di katakan lelaki di hadapanya ini?, bagaimana mungkin dia berani berkata seperti itu?, apa dia tidak serius dengan ku?

Sunghoon masih belum menyukai heeseung,tapi perkataan heeseung tadi mampu membuat hatinya terasa sakit, seolah olah heeseung hanya mempermainkan statusnya ini, dan apa yang di katakan heeseung ketika kerumah ku waktu itu hanya sebuah ucapan tanpa pembuktian

"aku membelamu waktu kamu bertengkar dengan aleska,hanya semata mata aku ingin berterima kasi, karena kamu mau menikah dengan, dan membuat ibuku senang,sebelum waktunya tiba"lanjutnya kali ini masih dengan wajah datarnya "ingat jangan pernah tumbuhkan benih cinta untuku hoon"lanjutnya,kata heeseung semakin membuat hati sunghoon terasa sakit

"jalan atau tidak jadi kerumah sakit" ucap sunghoon penuh penekanan,jika sunghoon tidak menyuruh heeseung melajukan motornya, itu akan membuat heeseung berbicara yang mampu membuat hatinya semakin sakit,dan tanpa balasan heeseung melajukan motor besarnya dengan sangat cepat

Sunghoon benar benar sangat takut kali ini, takut jika heeseung akan membawanya mati ketika hatinya dalam bermasalah, yang lebih lagi sunghoon tidak tau kenapa hatinya bisa begitu sakit mendengar ucapan heeseung yang bisa di bilang benar, mana mungkin lelaki dengan lelaki bisa memiliki perasaan suka satu dengan yang lain

.
.
.

Di dalam perjalanan menuju kerumah sakit heeseung benar benar merasa sangat menyesal, bagaimana mungkin mulutnya bisa berkata seperti itu dengan lelaki yang sedang duduk di belakanganya, dengan lamunan yang tidak tau ntah kemana

Heeseung hanya merasa emosi saja ketika melihat sunghoon yang merasa tak bersalah, ketika persahabatanya denganya jay hancur itu semua karena sunghoon, belum lagi temanya yang lain lebih memilih jay, daripada bersamanya, itu membuat rasa sakit hatinya bertambah, bersamaan dengan rasa kecewa karena penghianatan

Dan jadilah sunghoon yang kena ibas dari emosi heeseung, maafkan heeseung jika memang tadi terlalu kasar, seorang yang sudah menikah pasti akan menumbuhkan sebuah perasaan nantinya, termasuk aku untuk mu hoon,mungkin saat ini belum, suatu saat nanti itu akan terjadi.

.

Cukup lama dalam perjalanan akhirnya sampai juga di rumah sakit besar tempat nyonya lee dirawat

Sunghoon tanpa berkata apapun langsung turun dari motor heeseung, menaruh helm di jok belakang, tanpa berpamitan dari lelaki di hadapanya ini langsung pergi ke kamar nyonya park berada

Sementara heeseung hanya menatap penuh penyesalah punggung park sunghoon, coba saja dia tidak berkata seperti itu tadi dengan sunghoon, pasti saat ini akan jalan beriringan menuju kamar nyonya lee

Di sisi lain sunghoon mempercepat langkahnya, menahan airmata yang sudah sunghoon tahan dari parkiran, sunghoon juga tidak tau kenapa sakit hatinya ini akan membuat dia menangis jika sakitnya bertambah dalam, matanya kini sudah berkaca kaca

Pintu lift terbuka, segera sunghoon masuk kedalam lift lalu menekan tombol lima, lantai lima adalah tujuanya saat ini, disanalah nyonya park di rawat

"kenapa sihh?"ucap sunghoon sembari menatap pantulan dirinya, dengan airmatanya hanya lolos sekali saja, dan dengan segera sunghoon menghapusnya"kenapa sakit banget?, aku gak mungkin kan suka sama lelaki brengsek yang baru seminggu jadi suami ku itu"ucap sunghoon kembali masih menatap pantulanya

Setelah pintu lift terbuka, sunghoon segera menuju kearah kamar nyonya park dirawat, tanpa mencari berlama lama sunghoon pun menemukan kamarnya, karena waktu itu sunghoon juga pernah berkunjung kesini setelah saat menerima lamaran dari heeseung

Sebelum membuka pintu rumah sakit, perlahan sunghoon menarik nafasnya, mengatur detak jantungnya, dan berusaha melupakan masalah tadi denganya dan heeseung

..

GIMANA GUYS?

COBALAH UNTUK MENGATUR EMOSIMU KETIKA KAMU SEDANG BERBICARA, KARENA DALAM KEADAAN EMOSI,MAKA SEMUA PERKATAAN YANG KELUAR DARI MULUTMU, TANPA KAMU SADARI AKAN MENYAKITI HATI SESEORANG..
-LEEHEESEUNG-

JANGAN LUPA FOLLIW IG AUTHOR @ENHYPEN_WTP

Hee Meet Hoon(tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang