Follow 🔥
VOTE 🔥GUYS, udah 1k lebih votenya masih segitu mulu, kecewa..
Jangan lupa baca
🔥 MY REASON 🔥
🔥 "my idol is my boyfriend" 🔥
...
...
...
"mohon maaf sebelumnya ini mendadak sekali, kami akan mempercepat keberangkatan sunghoon,dalam waktu kurang lebih 15 menit kami akan mengirim park sunghoon ke bandara, karena akan ada keberangkatan dalam waktu dekat ini"ucap dokter itu kembali ketika sudah berada di hadapan keluarga park dan tuan lee
"baiklah, lakukan saja"ucap tuan lee kembali
"harus ada pihak keluarga yang menemani park sunghoon nanti " ucap dokter itu kembali,dan dengan segera di angguki oleh tuan lee
"biar aku saja"ucap nyonya park mengajukan dirinya,masih dengan air mata yang tak hentinya keluar dari kelopak matanya
"biar heeseung saja,dia yang berhak berada disisi sunghoon saat ini"kini tuan park yang berbicara
"tapi heeseung dimana sekarang?, dia belum saja sampai disini, sementara sunghoon sudah akan segera di bawa ke bandara"ucap nyonya park menanyakan keberadaan lee heeseung saat ini yang tak kunjung datang
"jangan mempermasalahkan hal spele seperti ini, jika heeseung tidak ada maka nyonya park yang akan menemani sunghoon ke singapur"kini tuan lee yang berbicara, dan dengan sibuknya menghubungi heeseung, untuk menanyakan dimana keberadaan dia saat ini
.
.
Sunghoon sudah siap untuk di bawa keluar dari ruang oprasi dan dengan alat yang begitu banyak melekat di tubuhnya, isakan tangisan kini mulai terdengar kembali dari nyonya lee, sementara sunoo hanya bisa menatap kakak laki lakinya itu tidak percaya, sembari memeluk tubuh ibunya yang kini tengah menangis
Heeseung masih saja belum sampai di rumah sakit,tuan lee benar benar merasa sangat marah dengan heeseung yang masih saja tak kunjung datang kerumah sakit, bagaimana bisa sudah tiga puluh menit lebih orang itu belum sampai dirumah sakit ini, tidak mungkin sekali rasanya dia kesasar, yang jelas jelas heeseung tau dimana keberadaan rumah sakit ini, rumah sakit yang telah merawat ibunya dulu
"dimana kamu? "bentak tuan lee,ketika panggilanya kini sudah ada jawaban dari heeseung, sudah tidak ada lagi rasa sabar saat ini di tubuhnya, sudah beribu kali tuan lee menghubungi anaknya ini dan baru kali ini di jawab oleh heeseung
"kamuuu"bentaknya lagi,kini tuan lee berusaha mengontrol emosinya, bagaimanapun heeseung juga akan merasakan kesedihan lebih lagi daripada dirinya,melihat keadaan sunghoon yang tidak baik baik saja, jadi dia harus bisa mengontrol emosinya
"tunggu disana, sunghoon akan di bawa ke singapur"ucap tuan lee menutuskan panggilanya sepihak, dengan kini langkahnya mengikuti tubuh sunghoon yang terurai lemas di atas ranjang rumah sakit yang biasa di gunakan itu
Tak lama kerumunan dokter yang mendorong tubuh seseorang yang berada di atas ranjang khas rumah sakit terlihat di mata lee heeseung, dia sudah meyakini jika bukan park sunghoon yang berada di atas sana, tapi keyakinnanya itu musnah secara tiba tiba ketika melihat kearah belakang kerumunan dokter itu sudah berjalan keluarga tuan park, dan tuan lee di sana
Kakinya mulai terasa lemas, matanya mulai memanas, hatinya masih saja menolak jika orang itu adalah park sunghoon, perlahan kakinya dia langkahkan menuju ke arah kelurganya
Tapi langkahnya terhenti ketika mendapati orang yang berada di atas ranjang khas rumah sakit itu sudah ada park sunghoon yang sedang tidak sadarkan diri, dengan alat yang melekat di tubuhnya begitu banyak, matanya tertutup rapat,tubuhnya terurai lemah,dan dengan luka goreasan yang begitu banyak di tubuhnya
"hoon"ucapnya perlahan, ketika tubuh park sunghoon berhasil melewati tubuhnya
Benar heeseung tidak bisa melakukan apapun saatini, hanya ada perasaan tidak percaya yang menyelimuti tubuhnya
"hoon kenapa pa? "tanyanya kini
"kamu siap siap, temani sunghoon ke singapur,dia memerlukan mu di sampingnya saat ini" ucap tuan lee berhasil membuat tubuh heeseung terasa lebih lemas mendengar ucapan dari tuan lee, apa separah itukah sunghoon sampai harus di bawa ke singapur?
Apa benar sunghoon memerluka dirinya saat ini?, bukankah heeseung yang membuat sunghoon seperti ini?, coba saja heeseung berhasil menjelaskan semuanya tadi, mungkin sunghoon tidak akan seperti ini saat ini,mungkin dia akan ada di samping lee heeseung saat ini,coba saja heeseung menolak ajakan laura untuk pergi denganya, mungkin sunghoon tidak akan seperti ini, coba saja heeseung bisa menemukan keberadaan sunghoon tadi mungkin saja sunghoon tidak akan sampai berbaring lemas seperti ini, bayangan tadi saat di sekolah kembali muncul di kepalanya, membuat isakan tangisan heeseung terdengar di telinga keluarga park dan tuan lee
"jangan menangis, kamu harus kuat seung"kini nyonya park yang berbicara sembari memberi pelukan di tubuh lee heeseung
"ini salah heeseung mom, heeseung yang membuat sunghoon seperti ini, coba saja heeseung bisa menemukan sunghoon tadi, pasti sunghoon tidak akan seperti ini, ini salah heeseung"tangisan jelas kini sudah keluar dari mulutnya itu, dengan tanganya yang sigap menjambak rambutnya, menyalahkan dirinya sendiri tak henti henti
"ini sudah takdir seung, jadi kamu tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri"ucap nyonya park kembali, menenangkan heeseung
"seharusnya heeseung bisa menemukan sunghoon tadi, seharusnya heeseung bisa mengantar sunghoon pulang, seharusnya heeseung tidak membuat hati sunghoon kecewa tadi, heeseung tak mau kehilangan seseorang yang heeseung sayangi lagi, heeseung gak mau, pliss tuhan heeseung gak mau kehilangan orang yang heeseung sayang lagi, heeseung mohon, jika perlu ambil nyawa heeseung, jangan ambil nyawa sunghoon tuhan,pliss heeseung mohon"ucapnya kembali,dengan tubuhnya yang sudah tersandar di dinding rumah sakit
"jangan menangis, ini semua sudah takdir sunghoon, jika kamu menangis seperti ini tidak akan membuat sunghoon sembuh lagi, dan berdiri menghampirimu, ingat tidak akan ada kehilangan lagi, tidak ada yang seharusnya akan pergi, karena tidak ada yang akan mati lagi di keluarga kami, yang harus kamu lakukan saat ini, temani sunghoon,berada di sampingnya, dan jangan pernah menangis, karena sunghoon sedang membutuhkan orang yang kuat, bukan yang lemah di sampingnya" jelas tuan lee, memang tuan lee adalah orang yang sangat pintar untuk menenangkan hati lee heeseung, lebih lagi tuan lee adalah orang yang sangat dewasa, dan selalu mengerti bagaimana perasaan heeseung
Dan dengan segera heeseung menghapus airmatanya, menganggukan kepalanya, yang berarti menyetujui perkataan tuan lee
"heeseung mau siapin pakaian heeseung dulu"ucap heeseung dengan segera membawa tubuhnya berlari dengan cepat menuju kearah montor besarnya berada, dan dengan hitungan detik motor heeseung begitu cepat menghilang dari rumah sakit ini
....
Duhh semoga sunghoon gak sampai pergi juga menyusul nyonya lee..
Mau nyalahin heeseung, ini ada karna kesalah pahaman,jadi gak berhak juga nyalahin heeseung
Mungkin sudah takdirnya sunghoon seperti ini bukan? ,dan juga bisa di buat pembelajaran untuk heeseung, agar bisa menghargai perasaan sunghoon ketika dia bersama orang lain
Jangan lupa follow ig author@enhypen_wtp
KAMU SEDANG MEMBACA
Hee Meet Hoon(tamat)
Fanfiction[start: 25-01- 2021] [finish:05-04-2021] ... Perjodohan di jaman sekarang memang hal yang sangat jarang di lakukan, tapi apalah daya seorang lelaki muda nan tampan tidak mau mengecewakan ibunya, lebih lagi ibunya sedang sakit parah dan bertaruh nyaw...
