Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

- 26

36 3 0
                                        

Libur akhir semester telah usai, tidak terasa memang 2 minggu telah berlalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Libur akhir semester telah usai, tidak terasa memang 2 minggu telah berlalu. Kini waktunya kembali dengan aktivitas dan rutinitas seperti semula, salah satunya pelajar yang memiliki kewajiban untuk menimba ilmu di sekolah.

Sama halnya dengan gadis yang tengah berdiri didepan cermin saat ini, pandangan dan pikirannya sama-sama sedang kosong. Rasanya tidak percaya jika hari ini akan tiba, hari dimana ia harus berlapang dada menerima hasilnya. Bukannya segera bergegas berangkat ke sekolah, gadis itu justru masih terdiam didepan cermin kamarnya.

Hingga suara Ibunya membuatnya tersentak kaget.

"Buruan ke sekolah udah jam berapa ini pasti Naya udah nunggu di depan toko!"

"Iya Bu."

Fanny bergegas berjalan menuruni tangga dan melewati meja makan begitu saja, entahlah rasanya ia hanya ingin kembali ke masa liburannya 2 minggu yang lalu. Namun pasti tidak akan mungkin bisa.

Mungkin karena ia hanya menghabiskan masa liburannya di rumah kakaknya.

Sesampainya di depan toko milik Ibunya Fanny ternganga dengan penampilan Naya—ah bukan penampilan Naya tetapi penampilan kendaraan yang Naya tumpangi, seolah tidak percaya jika dihadapannya ini adalah Naya, sahabat masa kecilnya.

"Tumben pakai motor? Mobil lo kemana Nay?"

Percayalah, Fanny bertanya tentang hal itu bukan berarti ia adalah cewek matre. Justru sebaliknya, Fanny merasa heran dengan Naya yang tiba-tiba berpindah haluan. Karena dulu sewaktu awal masuk SMA, Fanny meminta agar Naya menumpanginya menggunakan motor saja tetapi gadis itu justru menolak.

Dan sekarang?

"Gue cuman mau pengin buat penumpang gue ngerasa seneng aja nggak salah kan?" Ucap Naya dengan menaik-turunkan alisnya membuat Fanny terkekeh pelan kemudian duduk di jok belakang dengan posisi menyamping karena Fanny mengenakan bawahan rok.

"Yok bang berangkat!" Fanny menepuk pelan pundak Naya tetapi Naya justru menarik tangan kanan Fanny agar melingkar dipinggang Naya lalu menjalankan motornya.

"Demi apa Nay, untung lo cewek. Geli sumpah," Fanny terkekeh sembari menggelengkan kepala sedangkan Naya tertawa.

"Kalo gue cowok emang kenapa Fan? Baper lo digituin doang?"

"Pake nanya lagi! Ya enggaklah! Soalnya belum pernah."

Dan—suara tawa mereka menghiasi pagi hari ini, hanya sesederhana itu Fanny bisa merasa lebih baik dari sebelumnya. Dan hanya dengan Naya.

5 menit sudah, Fanny dan Naya sampai di parkiran sekolah. Kemudian berjalan beriringan menuju lapangan upacara, karena menurut pengumuman yang mereka terima, di tempat itulah mereka akan diberitahu kelas baru mereka.

Ya, mereka sudah naik kelas, menjadi kelas XI. Dan kelas akan diacak oleh Kesiswaan. Sekarang seluruh siswa-siswi angkatan tersebut sedang berkumpul dihalaman upacara sembari menunggu pengumuman umtuk kejelasan kelas mereka.

Fanny (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang