Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

- 67

116 2 0
                                        

"Gara-gara lo nih kita dihukum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gara-gara lo nih kita dihukum." Tuding Dewa pada Dzaki, sang biangkerok hari ini.

"Hlo kok nyalahin gue?" Ucap Dzaki sembari menunjuk dirinya sendiri.

"Ya masa cuma akar pangkat 9 aja lo ngga tau, Ki."

"Lahh, salahin Alfin-lah boongin gue segala tadi katanya akar pangkat 9 itu 2." Kini Dzaki justru menyalahkan Alfin.

"Lo kalau ngga pinter minimal ngga usah cari kambing hitam ya kampret," ucap Alfin dengan kesal.

"Ya mana gue tau lo boongin gue, kan diantara kita cuma lo yang lumayan pinter." Elak Dzaki tidak mau disalahkan.

Pasalnya, kini mereka bertiga tengah dihukum karena Dzaki tidak bisa menjawab pertanyaan dari Guru Matematika.

Lalu mengapa Alfin dan Dewa ikut dihukum padahal Dzaki yang tidak bisa menjawab?

Dewa memutar bola matanya malas, "itu akibat lo terlalu percaya sama orang,"

"Lagian lo berdua ngasih jawaban ngaco, bukannya bantuin."

"Terus lo pikir kita sekarang ngga lagi bantuin lo, hah? Dihukum bareng gini namanya ngga bantuin?"

Dzaki tertawa puas sedangkan kedua temannya mencebik kesal.

"Kalian emang the bestttt." Ucap Dzaki dengan mengacungkan kedua ibu jarinya.

"Berisik! Buruan kerjain biar bisa gas kantin." Alfin menatap tajam Dzaki membuat nyali sang empu menciut.

Kring kring kring

"Oh shit istirahat, mau ditaruh mana muka cakep gue." Gumam Dzaki setelah mendengar bel istirahat, mereka dilarang istirahat sebelum hukuman selesai.

Lalu kapan hukuman mereka selesai? 5 menit sebelum bel masuk, mereka baru diperbolehkan istirahat.

Alfin dan Dewa telihat percaya diri mengerjakan hukuman mereka, yaitu menulis ulang materi yang mereka pelajari sebelum dikeluarkan dari kelas. Sedangkan Dzaki justru sibuk menutupi wajahnya dengan buku supaya tidak menjadi bahan ejekan temannya.

Padahal wajah mereka sudah biasa terpampang sebagai wajah murid terbandel, namun ketiganya mencoba untuk terlihat cuek karena saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian.

"WOI KI KERJAIN YANG BENER!" Ucap Surya dengan nada mengejek.

Dzaki mendengus kesal, sial penyamarannya tidak berhasil, "diem lo Sur."

"ES TEH KI ES TEH." Imbuh Rey seolah menjadi provokator namun sama sekali tidak digubris oleh mereka.

Pandangan Alfin beralih pada satu objek yang begitu menarik, gadis itu—terlihat bahagia hari ini karena senyumnya yang begitu merekah. Gadis itu bergandengan tangan dengan temannya, sesekali tertawa, membuat degup jantungnya berdetak tak karuan.

Fanny (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang