Kisah tentang dua orang lawan jenis yang menjalin suatu hubungan persahabatan.
Menghabiskan waktu berdua, saling bertukar gombalan, dan perhatian satu sama lain membuat hidup mereka seakan saling bergantung.
10 tahun mereka selalu bersama tetapi sam...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kring kring kring
Bel tanda istirahat telah berbunyi, tidak berselang lama pasti kantin akan dipenuhi oleh para murid. Di sekeliling SMA Athala terdapat 3 kantin yang berada diluar area sekolah dan 1 koperasi berada didalam area sekolah, yang dapat menjadi tujuan seluruh warga sekolah membeli makanan untuk mengisi perut mereka.
Lucunya, kantin yang berada didepan sebelah kanan SMA Athala selalu dikunjungi dominan oleh siswi, kantin yang berada didepan sebelah kiri SMA Athala dikunjungi sebagian siswa dan siswi atau bisa dibilang campuran sedangkan kantin satunya terletak disamping SMA Athala biasanya menjadi markas Alfin dan teman-temannya.
Jika ingin mengunjungi kantin itu harus memiliki mental yang sangat kuat bagi-seorang gadis, bisa dibayangkan bahwa Alfin dkk termasuk yang berkuasa jadi tidak heran banyak yang takut dengan keberadaan mereka.
Meskipun Alfin dkk tidak pernah bertindak kasar ataupun menindas orang-orang yang berada dibawah mereka, namun rasa takut terhadap laki-laki selalu ada dibenak para gadis. Begitu juga dengan Fanny, meskipun gadis itu telah mengenal Alfin sangat lama tidak bisa dipungkiri juga saat masih disekolah ia enggan untuk mendekati lelaki itu.
Bukan karena takut tetapi ia tidak ingin mengenal lebih banyak lelaki apalagi jika dikenal, sungguh hal itu membuat Fanny merasa tidak nyaman.
Karena Fanny sangat membenci 3 hal: kebohongan, penghianatan, dan lelaki.
Pengecualian untuk ayah dan Alfin-nya.
"Yuk Fan ke koperasi aja pasti kantin udah penuh!"
Fanny menoleh ke semua sudut ruangan tenyata semua temannya telah meninggalkan kelas. Akhirnya Fanny dan Raina memilih untuk berjalan menuju koperasi sekolah yang letaknya berada dilantai dasar SMA Athala, bukan hanya kantin yang penuh tetapi koperasi sama saja hingga harus berdesak-desakan pula.
Fanny menyetujui ajakan Raina sebab ia juga malas jika harus berjalan lebih jauh lagi, hanya koperasi yang dekat dengan kelas mereka. Lagi pula Fanny membeli sebungkus roti dan satu kotak susu untuk mengganjal perutnya karena ia tidak sempat sarapan.
Selalu tidak sempat, entahlah gadis itu tidak suka sarapan.
Tidak heran memang jika kebanyakan para gadis memiliki sakit maag, karena itulah alasannya. Fanny menggelengkan kepala melihat Raina yang sering berlaku curang dikoperasi, gadis itu jika membeli sesuatu tidak selalu membayarnya dengan harga penuh.
Fanny sudah lelah menasehatinya, sama sekali tidak pernah dihiraukan oleh Raina. Raina berkata bahwa SMA Athala telah memiliki banyak keuntungan dari para wali murid jadi baginya tidak apa meskipun caranya salah. Ya, Raina bukanlah anak baik-baik, tetapi Fanny masih bisa berteman dengannya.