Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

- 68

3 1 0
                                        

Fanny merasa sedikit risih dengan tatapan orang-orang di setiap lorong kelas, sepanjang jalan menuju kelasnya tatapan mereka seolah mengisyaratkan kekhawatiran dan rasa belas kasihan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Fanny merasa sedikit risih dengan tatapan orang-orang di setiap lorong kelas, sepanjang jalan menuju kelasnya tatapan mereka seolah mengisyaratkan kekhawatiran dan rasa belas kasihan.

Ia dan Naya saling melempar pandangan dan keduanya pun sama-sama tidak tahu apa arti dari tatapan mereka.

Hingga ada dua orang dari kelas sebelah yang menghentikan langkah mereka.

"Fan, lo ngga tau?" celetuk salah satu dari mereka.

"Sebenernya ada apa sih? Kok orang-orang liatin gue, apa gue masuk akun gosip?" Tanya Fanny dengan kebingungan.

"Pacar lo, Fino. Banyak anak-anak SMA Athala yang liat dia boncengan sama temen cewe sekelasnya dan gue salah satunya yang liat."

Fanny diam membisu, mencerna apa yang ia dengar barusan. Tunggu, Fino? Kekasihnya? Berboncengan dengan gadis lain? Sungguh?

Tangannya bergetar, dadanya sesak, pikirannya pun kacau. Namun sebisa mungkin ia tahan, karena dirinya belum bisa sepenuhnya percaya.

Tetapi bukti nyata ada didepan matanya, Fino berjalan beriringan dengan gadis yang diboncengnya.

Gadis yang baru beberapa hari lalu masuk ke SMA Athala.

Air matanya sudah tidak bisa terbendung lagi, bagaimana bisa Fino setega itu? Padahal hubungan mereka sedang baik-baik saja dan kenapa Fino juga sama sekali tidak mengabarinya jika akan berboncengan dengan gadis lain.

Fanny lari dengan berlinang air mata, pikirannya saat ini tertuju pada toilet sekolah. Ia hanya ingin menumpahkan tangisannya disana.

Tanpa ia sadari, ternyata dirinya diikuti oleh Jessy dan Dea yang tidak kalah khawatir dengan keadaannya.

Fanny menutup pintu toilet lalu menguncinya, tangisnya pecah.

"FAN BUKA PINTUNYA!"

Ia hafal suara itu, suara itu milik Jessy. Gadis itu menggedor-gedor pintu toilet secara kasar namun tetap saja tidak bisa membukanya.

"Fanny ada di dalem?"

Jessy dan Dea terkejut ketika mendapati Rey yang tiba-tiba berada disana.

"Lo ngapain masuk toilet cewe!?" Sarkas Jessy dengan tatapan tajam.

"Gila lo Rey, ngapain juga lo ke sini. Bukan urusan lo," sahut Dea sedikit memojokkan karena memang Fanny tidak ada hubungannya dengan Rey.

"Gue cuma khawatir sama Fanny, apa gue salah?" Balas Rey dengan tatapan bingung.

"Jelas lo salah, lo ngga punya hak buat khawatir sama Fanny."

"Jadi sekarang lo keluar atau mau gue panggil satpam sekolah buat narik lo keluar dari toilet cewe?"

Jessy sudah tidak bisa membendung emosinya karena Rey, lelaki itu benar-benar aneh. Mungkin kecurigaannya selama ini benar jika Rey mempunyai perasaan pada Fanny.

Fanny (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang