Kisah tentang dua orang lawan jenis yang menjalin suatu hubungan persahabatan.
Menghabiskan waktu berdua, saling bertukar gombalan, dan perhatian satu sama lain membuat hidup mereka seakan saling bergantung.
10 tahun mereka selalu bersama tetapi sam...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
5 menit yang lalu, bel istirahat telah berbunyi. Dihari pertama sekolah setelah sekian lama libur pasti pihak sekolah belum mengadakan kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu seluruh murid SMA Athala bebas ingin kemanapun asalkan masih dalam area sekolah.
Seperti Fanny dan Sandra yang kini telah berjalan menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang keroncongan, tidak lupa dengan kedua teman barunya di kelas IPA 4—Jessy dan Elvina. Tempat duduk mereka hanya depan belakang maka dari itu bisa dengan cepat akrab satu sama lain.
Mereka berempat mencari tempat duduk yang kosong kemudian Sandra dan Elvina memesan makanan untuk mereka sedangkan Fanny dan Jessy menunggu ditempat.
"Gue kaget asli Fan tadi waktu Ilham bilang kalau Malvin pacarnya Vanya, gue kira itu lo. Vany pake V sama Fanny pake F," Ucap Jessy membuka obrolan sembari menggeleng tidak percaya.
"Gue lebih kaget Jes, gue baru inget kalau Vanya Juvanda satu kelas sama gue."
Sekarang, Fanny Cheryl Griselda harus dihadapkan dengan kenyataan yang memperlihatkan bahwa, ia harus satu kelas dengan gadis yang nama depannya sama meskipun ada perbedaan huruf dan tentu saja hal itu membuat Fanny minder karena Vanya Juvanda adalah bidadarinya SMA Athala.
Fanny juga hanya manusia biasa, ia juga bisa merasa minder.
Jessy terkekeh pelan. "Bayu juga ada dua kan namanya? Gapapa kalik cuman nama kok"
Fanny memijit pelipisnya pelan, kelas belum dimulai tetapi Fanny sudah dipusingkan oleh banyak hal.
"Kenapa lo Fan?" Ucap Elvina sembari meletakkan pesanan Jessy didepan orangnya dan disusul Sandra memberikan pesanan milik Fanny kemudian mereka duduk berhadapan.
"Pusing"
"Ke UKS aja kalau pusing" Usul Sandra sedangkan Fanny menggelengkan kepala dan memilih menyantap soto miliknya.
Dan ketiganya nampak mengikuti Fanny.
"Tadi Desi marah-marah ngapain dah?" Ucap Elvina.
"Lo nggak denger El?"
Elvina menggelengkan kepala.
"Desi nggak mau jadi bendahara pertama." Ujar Sandra, Elvina menganggukkan kepala tanda bahwa ia paham.
"Terus kalau nggak mau jadi bendahara pertama gantinya Fanny bakal ngrangkep gitu?" Ucap Elvina lagi.
Yang dikatakan Elvina memang benar, jika tadi Fanny yang sedang bersama mereka ditunjuk untuk menjadi bendahara kedua, tetapi Desi yang mereka bahas justru tidak menginginkan posisinya. Malah meminta bertukar posisi dengan Fanny namun Fanny menolak karena yang menunjuk mereka langsung adalah Pak Parno.
"Lo aja Jes yang bantuin gue." Ucap Fanny setelah gadis itu memilih sedari tadi diam mendengarkan perbincangan teman-temannya.
"Gue Fan?" Ucap Jessy dengan menunjuk dirinya sendiri, Fanny namppak menganggukkan kepala.