"Kau tahu takdir Tzuyu? Sekuat apapun kau menghindar, jika itu sudah menjadi takdirmu, ia akan mencari jalan nya untuk menemui mu. Sampai kapan kau berusaha tidak memahami perasaan mu sendiri, dan juga tentang perasaan ku?"
"Dan Jaehyun, apa kau tah...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-
Rose's POV
Pagi ini sangat membosankan, ini hari libur, tapi terasa lebih membosankan dibanding hari biasa. Bagaimana tidak, aku hanya sendirian di apartemen besar ini, Tzuyu si gadis keras kepala dan pekerja keras itu lebih memilih bekerja di hari libur seperti ini dibanding menemaniku
Bosan? Tentu. Bahkan aku merasa sangat bosan, ya walaupun sebenarnya ada banyak pekerjaan rumah yang bisa kulakukan untuk menghilangkan kekosongan di apartement ini. Tapi, entahlah, aku malas.
"Ah ini sangat membosankan. Mengapa aku sendiri lagi? Ah ya, mengapa aku tidak menelfon Jaehyun saja? Bukankah dia sudah kembali ke Korea? Ck, ayolah Rose mengapa kau terlihat menginginkan nya sekali?! Aku harus bisa melupakan Jaehyun."
"Ah tapi aku sangat bosan! Em, Jihyo? Ya akan lebih baik aku memintanya kesini" Ucapku, aku sangat merasa bosan. Aku membutuhkan teman untuk menghilangkan kejenuhan ini, sungguh.
"Apa Jihyo sedang sibuk sekarang? Aku ragu menghubunginya. Ck tapi aku sangat bosan, oh ya Tuhan, aku harus apa!"
"Ini hari libur, tak mungkin ia sibuk. Lagipula apa salahnya mencoba?" Aku bergumam dan mengetik nama Jihyo di handphone ku untuk menghubunginya. Setidaknya, walau aku tidak terlalu dekat dengan Jihyo, aku dan dia pernah berjalan bersama beberapa kali dengan Tzuyu.
"Halo?" Suara lembut Jihyo menyapa dengan sopan ditelingaku. Rasa gugup yang awalnya aku rasakan, berganti dengan rasa lega ketika mendengar sapaan darinya. Ah tapi, apa dia mau menemaniku hari ini? Ahh, help me pleaseee --batinku
"A-a iya halo Jihyo! Ini aku Rose" Jawabku gugup.
"Ah, Rose, ada apa? Apa ada sesuatu?"
"Tidak, aku hanya bosan jadi menghubungi mu. Aku sendirian sekarang" ucapku dengan rasa percaya diri, aku tahu seperti apa Jihyo.
Dia tidak buruk, kepribadian nya mirip dengan Tzuyu. Mudah bergaul, jadi mungkin dia tidak keberatan jika aku memintanya menemani ku hari ini bukan? Kalaupun ia menolak, setidaknya aku sudah berusaha. Pfft.
"Lalu? Dimana Tzuyu, ini hari libur bukan? Kemana ia pergi?"
"Tzuyu, ia sedang ketempat kerja barunya hari ini. Ah, Jihyo -ssi, maukah kau menemaniku hari ini? Aku sangat bosan. Tapi, jika kau tidak bisa, tidak apa apa, aku tidak memaksa." Ucapku, sungguh walau ada setitik rasa percaya diriku dalam mengajaknya tapi aku juga masih merasa ragu mengajaknya menemaniku.