Kangen Bunda

25 1 0
                                    

***
Silahkan komen kalo ada typo:)
Vote dan komen kalian sangat berarti buat penulis amatir kaya aku
HAPPY READING AND ENJOY GUYS!!!

***

Rain merebahkan tubuhnya di kasur. Ia menghela napas panjang untuk mengurangi rasa sesak di dadanya.

Ia memikirkan perlakuan bundanya tadi. Mengapa Rain merasa 'dianak tirikan' semenjak adiknya lahir?

Apakah semua kakak akan diperlakukan seperti itu jika ada anggota baru dikeluarganya?

Tadi saat Rain pulang sekolah, bundanya sedang duduk di ruang keluarga dengan Nika dipangkuannya. Bundanya tampak sedang mengeluarkan isi dari beberapa paper bag. Lalu menunjukkan barang itu pada Nika dengan wajah ceria. Baju dan mainan baru untuk Nika.

Rain bukan iri dengan barang yang diberikan pada Nika. Tapi ia iri dengan perhatian yang bundanya beri untuk adiknya itu.

Saat ia bertanya apakah ada baju baru juga untuknya, bundanya menjawab tidak ada. Bundanya bilang, Nika sedang sakit hingga butuh perhatian lebih.

Memang benar jika orang sakit membutuhkan perhatian lebih, tapi bukan berarti harus mengabaikan orang lain yang juga membutuhkan perhatian bukan?

Rain tersenyum getir sambil mengamati langit-langit kamarnya.

"Dulu kalo gue capek gini, Bunda pasti dengerin cerita-cerita gue sambil usap-usap kepala. Sekarang udah ngga lagi. Bunda, Rain kangen sama perhatian bunda."

Rain memejamkan matanya sebentar sebelum bangkit untuk mengambil baju ganti di lemari. Pilihannya jatuh pada kaos oversize warna biru muda dan celana pendek warna hitam.

Setelah berganti pakaian, dia mengambil ponselnya di tas ranselnya. Menyalakannya dan terlihat satu pesan dari nomor tak dikenal.

Unknown:
Hai cantik

Me:
Siapa?

Unknown:
Gue

Me:
Ya iya, lo siapa?

Unknown:
Pandu

Me:
Ohh

Rain mengerutkan dahinya, mengingat-ingat apakah tadi Pandu meminta nomor ponselnya. Tapi dia tidak mengingatnya.

Me:
Dapet nomer gue dari mana?

Unknown:
Temen lo

Me:
Temen gue? Tasya maksud lo?

Unknown:
Iyalah, siapa lagi. Emang lo punya temen selain tasya?

Me:
Sembarangan lo kalo ngomong, temen gue banyak ya, ngga cuma tasya doang, emangnya lo? Jail sih jadi orang, makanya temennya dikit kan

Unknown:
Jail² gini temen gue banyak ya!

Me:
Serah lo!

Rain memutuskan untuk keluar dari aplikasi chating tersebut.

Tasya? Kapan Tasya memberikan nomer ponsel Rain pada Pandu? Kenapa dia tidak izin terlebih dahulu?

Rain | Slow UpdateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang