Ryuya lihat sekilas di papan penguman bertuliskan "waspada maling di sekitar Anda!"
Ryuya cuma ngangguk-ngangguk lanjut jalan sama Naoki yang keduanya baru balik dari belanja.
Sampe di rumah, mereka ke dapur mau beres-beres.
Naoki pas mau masak, dia nyalain kompor gas, tapi enggak nyala. Keningnya mengkerut, jangan-jangan gasnya abis, batinnya.
Diperiksalah gas tersebut, eh, enggak ada tabung gas di sana. Tinggal selang doang. Kagetlah Naoki.
"Ini siapa yang copotin gas tapi gak dipasang lagi?
Ryuya yang masih di sana nengok ke Naoki, "Emang gasnya udah abis?"
"Gak tau. Tapi kok aneh, yang suka ganti gas kan gue. Emang anak-anak lain pada bisa?"
"Jangan-jangan... maling." Ryuya asal nebak.
Naoki liatin ke Ryuya sambil berkacak pinggang, "Ngaco. Tabung gas kok dimalingin? Lagian rumah kita juga kagak ada yang berharga."
"Kecuali keluarga."
"Harta yang paling berharga... adalah keluarga—" Naoki sama Ryuya tiba-tiba nyanyi.
"Heh! Fokus." Naoki berhenti nyanyi.
"Namanya maling, apa aja juga diambil. Tabung gas juga mahal."
Naoki masih gak percaya ada maling tabung gas, "Ya udahlah. Itu diomongin nanti. Gue pasang lagi."
Pas Naoki jalan ke laci bawah pojok, dia berhenti karena pintunya udah terbuka, "Loh? Ini kenapa gak ditutup lagi— LAH?"
Naoki kaget tabung gas cadangan yang disimpan di sana juga ikutan gak ada.
Ryuya nyamperin, "Kenapa, bang?"
"Gasnya juga gak ada."
Ryuya makin yakin dengan hipotesisnya, "Tuh, kan. Ini maling."
Naoki berdiri, "Panggil anak-anak. Kita rapat mendadak di Konferensi Meja Makan."
"Siap, bang jago!"
🐱🐱🐱🐱🐱
Di meja makan sudah berkumpul para penghuni rumah. Beberapa pada duduk mengelilingi meja, ada Takeru, Shouri, Noah, Takato, dan Hayate. Kecuali Naoki yang berdiri seolah pemimpin rapat. Sisanya memeriksa keadaan rumah ini.
"Siapa yang copotin gas dari selang kompor?" tanya Naoki memandang satu-satu bawahan— kawan-kawannya maksudnya.
Semua menggeleng.
"Oke. Kalo gak ada yang ngaku. Lalu, siapa yang terakhir pake kompor?"
Noah angkat tangan, "Gue, bang."
Semua mata tertuju padanya.
"Oke, saudara Noah—"
"Di sini kagak ada saudara gue, bang."
"Maksudnya bukan saudara yang itu. Oke. Noah, jam berapa Anda menggunakan kompor?"
"Jam 3 pagi tadi. Gue kebangun trus laper. Gue masak mi aja. Sekalian ngurangin stok dari endorseannya."
Naoki mengangguk-angguk, "Oke. Apakah ada sesuatu yang aneh terjadi?"
Noah mengingat-ingat, "Hm... enggak ada. Tenang-tenang aja. Suara genjreng-genjreng juga gak ada."
Kemudian semua mata tertuju pada Shouri. Dia mengerutkan kening, "Kenapa pada liatin gue?"
"Tumben." kata Takeru.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kos-kosan Haisute: NEKOMA
FanfictionBerawal dari sebuah proyeksi drama panggung, kemudian memutuskan untuk tinggal bersama dalam satu rumah. Bagaimana keseruannya? Cerita ini hanyalah fiktif belaka.