Memakai helm, menunggangi motor membelah jalanan sore yang gerimis. Asya sempat memekik pada Saka saat cowok itu menaikkan kecepatan sepeda motornya.
"Kalau cari mati jangan ngajak gue dong! Amal jariyah gue masih sedikit!"
Saka menghiraukan ucapan Asya. Makin menambah laju sepeda motornya. Asya pun mencengkeram lebih kuat pinggang jaket Saka.
Yah, mereka berdua pulang sekolah bareng. Sebenarnya bisa sih Asya pesan gojek saja, tapi hp nya lowbet. Dan datanglah Saka yang disuruh Dewa untuk mengantarkan Asya pulang. Awalnya Asya menolak keras. Tapi setelah dipikir-pikir ia pun menyetujui, dari pada beneran ngengsott sampe rumah.
Saka menghentikan motornya tepat di depan rumah Asya.
Asya turun, menyerahkan helm pada Saka. "Nih, hush hush hush pulang sana!" usir Asya.
Menerima helm. Saka bersikap santai. Sudah biasa atas perlakuan Asya.
Saka menyalakan motornya hendak pergi. Namun seruan seseorang menghentikan niatnya.
"Eh, nak Saka, mampir dulu sini," seru Jihan muncul dari balik pintu.
Munculnya Jihan, perasaan Asya jadi tak enak.
Asya hendak protes, namun jihan terlebih dulu mengintrupsi. "Dek kamu gimana sih ada nak Saka malah gak disuruh masuk."
Saka mematikan mesin motornya. Menyalami Jihan. "Gak papa tante. Saka mau langsung pulang aja."
Caper teross!!
"Nah itu lebih bagus. Sana pulang!" ucap Asya mendapat sorotan tajam dari Jihan.
"Mampir dulu aja yah Saka. Tuh lihat kamu juga basah pasti kedinginan. Ini juga gerimisnya makin deras. Mending mampir dulu nanti pakai baju bang Dewa," ucap Jihan perhatian.
Sebenarnya anak mama gue apa Saka sih?
Saka bingung mau merespon apa. Ia tak mengelak dirinya kedinginan. "Tapi tant----"
"Gak pake tapi-tapian. Sana masukin motor kamu ke garasi," ucap Jihan tak terbantahkan.
Asya menoleh ke Jihan, protes. "Mah, gak baik loh anak cowok main ke rumah cewek. Apalagi ini udah mau malam! "
"Kan ada mama. Ini juga gerimis kasihan nak Saka."
Boleh gak sih ngatain mama sendiri!
"Nak Saka ayok masuk, " titah Jihan tak memperdulikan Asya yang sedang misah-misuh.
Asya yang tak tahan langsung melongos masuk ke dalam. Mengurung diri di kamar.
Sementara Saka, ia akhirnya menuruti perintah Jihan. Memarkirkan motornya di garasi. Mampir ke rumah Asya sebentar.
***
Duduk di ruang tamu sembari meminum teh. Saka sudah berganti pakaian. Mengenakan baju hitam dan celana hitam selutut punya Dewa.
Di luar masih hujan padahal hari mulai petang. Sebelumnya Saka sudah memberitahu mamahnya kalau ia mampir ke rumah Asya. Berteduh.
"Tadi kok pulangnya bareng Asya?" tanya Jihan setelah menyeruput secangkir teh nya.
"Asya satu sekolah sama Saka tante. Satu kelas juga."
Jihan terkejut mendengarnya. "Benarkah? Kalau begitu baguslah, jadi tante bisa nitipin Asya ke kamu."
Saka hanya mengangguk, tersenyum kikuk. Tak tahu harus menjawab apa.
"Nak Saka kalau gak keberatan ajak Asya belajar bareng yah, " pinta Jihan.
Saka mengangguk menyetujui. "Boleh aja tante. Asal Asya nya mau."
"Asya pasti mau. Dia malah yang pengin belajar bareng kamu, " dusta Jihan.
Kalau Asya mendengarnya sudah pasti ia akan protes. Heran. Mamanya bisa berbohong dengan mulus.
"Tante gak nyangka kamu sama Asya dari SD sampai SMA masih satu kelas," ujar Jihan santai.
Saka menanggapi dengan senyum simpul.
"Apa ini yang dinamakan jodoh? " lanjut Jihan membuat Saka melongo. Tak percaya Jihan berkata seperti itu.
"Benerkan nak Saka?"
Saka makin dibuat gelagapan dengan perkataan Jihan. Cowok itu sampai mengeluarkan keringat dingin. Padahal di luar masih hujan.
Lama-lama Saka tak betah singgah lebih lama di rumah Asya. Kalau Jihan selalu memojokkan nya dengan pertanyaan yang seolah-olah ia akan dijodohkan dengan Asya.
***
Memonyetkan (3)
Sandra
| Nama grupnya haram banget!
Asya
| Berasa jadi monyet euy
Alex
| Tebak tadi gue abis ada tamu siapa?
Sandra
| Malaikat Izrail
Asya
| 2in
Alex
| WANJING!!
Asya
| Gak ada tamu selain malaikat Izrail yang mau silahturahmi sama lo
Alex
| Astagfirullah hirobbilalamain
Sandra
| Mending mati Lek. Gak guna lo hidup
Asya
| Saran yang sangat bermutu
Alex
| Aku sabar, aku kuat, karena aku anak biskuat
Sandra
| Gue punya video baru euy
Asya
| Lo nonton begituan San?
Sandra
| Iya dong
Alex
| Bagi gue San videonya
Sandra
| Ke rumah gue aja nonton bareng
Asya
| Astagfirullah kalean
Sandra
| Nanti sekalian praktek Lek
Asya
| Sejak kapan kalian nonton bkp?
Alex
| Bakpao?
Sandra
| Bakper?
Alex
| Bukper?
Asya
| Bokep ANJ
Sandra
| Ngegas mulu
Alex
| Siapa yang nonton bokep?
Asya
| Kalean lah
Sandra
| Gue kagak
Asya
| Tadi kalean mau nonton bareng
Alex
| Nonton tutorial kerajinan Goblock
Sandra
| Negatif Thingking mulu
Asya
| Heee
Alex mengundang Saka ke grup
Saka bergabung ke grup
Saka
| Apa ini?
Sandra
| Welcome Saka
Saka
| Hm
Asya
| Gue ada pantun
Alex
|Mangga
Sandra
| Apel
Saka
| Durian
Asya
| Kota Irian kota Aceh Darussalam
| Cukup sekian dan wassalam
Asya meninggalkan grup
***
Follwo ig : khairur_07
Next.....
KAMU SEDANG MEMBACA
SAKA
HumorSepertinya nasib sial selalu menimpa Asya. Gadis itu selalu sekelas dengan seorang lelaki bernama Saka. Dari SD sampai SMP pun masih satu kelas dengannya. Apa cowok itu selalu menguntit nya? _______________ Asya berkacak pinggang, menahan kekesalann...
