Regal membuka matanya perlahan dan menyesuaikan cahayanya. Regal memerhatikan sekitar lalu tatapannya jatuh ke samping brankarnya, ada Mona yg sedang tertidur. Regal menoleh ke arah jam dinding yg menunjukan pukul 12 siang
"Bun-da" Cicit Regal pelan karna badannya sangat lemas dan tenggorokan nya kering. Mona langsung terbangun dari tidurnya dan menatap Regal terkejut
"Al kamu udah bangun?! Gimana keadaan kamu? Ada yg sakit gak? Kepala kamu pusing?" Tanya Mona beruntun sekaligus senang karna Regal sudah sadar dari komanya selama 3 minggu
"H-haus" Ucap Regal pelan dan serak. Mona langsung mengambil air di atas meja dan membantu Regal minum
"Bunda seneng banget liat kamu udah bangun, bunda panggil dokter dulu ya" Ucap Mona lembut lalu menyimpan gelas yg sudah kosong di meja
"B-bunda di-sini aja" Ucap Regal terbata bata sambil menggenggam tangan Mona untuk tidak pergi. Mona tersenyum manis lalu mengelus rambut Regal lembut
"Yaudah bunda di sini" Balas Mona lembut. Regal menutup matanya lagi tapi bukan tidur
"El dimana bun?" Tanya Regal pelan
"Sekarang El lagi sekolah, mau telpon El?" Tanya Mona langsung menelpon Rigel tanpa menunggu jawaban dari Regal. Regal menghela nafasnya pelan
"Gak usah nanya bun, kalau langsung di telpon gitu" Ucap Regal pelan sekaligus kesal. Mona terkekeh mendengar perkataan Regal sambil memegang menelpon Rigel yg belum menjawab nya
"Halo bun?" Ucap Rigel di sana
"Sayang, bunda ada kabar gembira" Ucap Mona senang
"Kabar gembira apa? Bunda menang arisan?" Tanya Rigel
"Bukan El! Bunda gak pernah arisan ya" Balas Mona agak kesal sedangkan Regal yg mendengar perkataan Rigel tadi tertawa kecil
"Ya terus apa dong?" Tanya Rigel bingung
"Regal—" Ucap Mona terpotong
Tut....
Mona menyerngit dahinya bingung karna tiba tiba Rigel mematikan ponselnya. Mona menatap Regal seperti mengkode kalau Rigel mematikan sambungannya
"10 menit lagi, El pasti ke sini" Tebak Regal dengan senyum tipisnya sambil menatap langit langit kamar rumah sakit. Mona tersenyum geli karna Mona pun berfikiran sama dengan Regal
"Anak itu emang sifatnya gak pernah berubah" Ucap Mona dengan kekehan dan di angguki setuju Regal
9 menit 55 detik kemudian...
"Bun" Panggil Regal sambil memakan bubur di tangannya sendiri karna Regal tidak mau di suapin
"Hm?" Balas Mona dengan deheman
"Mau mulai?" Tanya Regal dengan senyum tipisnya. Mona berfikir sejenak lalu mengangguk sambil mengangkat jempol nya
"Boleh! Feeling kamu bener atau enggak" Jawab Mona dengan kekehannya
"Kita hitung dalam 5 detik" Ucap Regal, Mona pun mengangguk setuju
"1" Ucap Mona
"2" Ucap Regal
"3" Ucap Mona
"4" Ucap Regal
"5" Ucap Regal dan Mona bersamaan
"Dan..." Ucap Regal gantung
BRAK...
Pintu di dobrak dengan kasar membuat Regal dan Mona mengalihkan tatapannya. Regal tersenyum tipis melihat kembaran nya datang dengan baju acak acakan, kancing seragam terbuka semua memperlihatkan kaos hitam nya dan rambut yg acak acakan. Meskipun penampilan Rigel amburadul, tapi ketampanan nya sama sekali tidak berkurang
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins (Tamat)
Ficção Adolescente(Sedang di revisi) Cerita ini menceritakan tentang anak kembar identik dan mempunyai sifat yg berkebalikan. Anak kembar itu yaitu, Alano Regal Adhitama dan Alano Rigel Adhitama. Mereka berdua saudara kembar, Regal sebagai kakaknya sedangkan Rigel se...
