RIGEL!!" Teriak Regal keras sambil menangis histeris
RIGEL!!" Teriak Rigel langsung terbangun dari tidurnya, nafasnya memburu dengan peluh membajiri keningnya, Regal mengatur nafasnya agar tenang. Regal memejamkan matanya sebentar lalu membukanya kembali
Regal melirik jam dindingnya yg menunjuknya 01.00 malam. Regal menghela nafasnya pelan sambil menyenderkan badannya ke kepala ranjang.
"Kenapa gue kembali mimpi kaya gitu lagi" Gumam Regal. Regal memang sekarang sering memimpikan mimpi tadi dan terus seperti itu sampai sekarang. Regal mengusap wajahnya gusar karna takutnya terjadi lagi sama Rigel
BRAK...
Regal tersentak kaget sambil memegang dadanya, Regal menatap pintu itu yg tadi di dobrak.
"Kamu kenapa Al teriak?" Tanya khawatir Mona dengan baju piayamanya
"Gak papa bun cuma mimpi buruk aja" Jawab Regal dengan senyum tipisnya. Mona dan Verrel menghampiri Regal di ranjangnya
"Kamu mimpi buruk kaya gitu lagi hm?" Tanya Verrel tepat sasaran. Regal merasa heran dengan ayahnya yg selalu tau apa yg di lakukan seseorang bahkan mimpi aja dia tau.
"Kaya gitu gimana yah?" Tanya Mona heran. Verrel menoleh ke arah Mona
"Regal sering mimpi saat Rigel hilang" Jawab Verrel. Mona mengangguk lalu mengelus rambut Regal
"Kamu jangan khawatir kan ada kamu yg jagain Rigel, lagipula Rigel sudah dewasa bisa menjaga diri sendiri kan" Ucap Mona lembut. Regal hanya mengangguk saja
BRUK...
Mona, Verrel dan Regal tersentak kaget karna mendengar ada suara jatuh dari arah pintu luar kamar Regal. Mereka bertiga keluar dari kamar sambil menyembulkan kepala mereka keluar sperti tangga. Mona paling bawah, Regal di tengah dan Verrel paling atas.
Dan ternyata Rigel jatuh di depan kamarnya sendiri dengan penutup mata untuk tidur.
"BUNDA!! KOK GELAP SIH?!!" Teriak Rigel langsung berdiri sambil meraba raba tangannya karna matanya tertutup dengan penutup mata tidur
"Bunda tarik lagi perkataan tadi kalau Rigel udah dewasa, ternyata Rigel masih anak anak yg berumur 5 tahun" Ucap Mona pelan sambil menatap anaknya yg begitu ajaib. Regal dan Verrel terkekeh
"BUNDA, AYAH, AL, BI INAH, KEISYA, KAKEK, NENEK!!" Teriak Rigel sambil menyebut nama orang satu satu, entahlah Rigel gak tau kenapa dirinya memanggil satu satu. Mona, Verrel dan Mona sontak tertawa melihat Rigel
"IHHH KALIAN DIMANA?! KOK DI SINI GELAP!! EL BUTA APA?!" Teriak Rigel kesal sambil meraba raba mencari Mona, Verrel dan Regal. Regal menghampiri Rigel dengan penutup mata gambar panda. Regal membuka penutup mata itu
"Oh iya ya EL lupa gak di buka" Ucap Rigel dengan cengiran nya. Regal menggelengkan kepalanya
"El jangan ngomong kaya gitu lagi" Balas Regal datar sambil menoyor kepala Rigel. Rigel memegang keningnya sambil mencebikan bibirnya
"Emang El ngomong apa?" Tanya Rigel polos. Regal menghela nafasnya kasar
"Pikun" Balas Regal singkat. Rigel berdecak kesal
"Ohh yg El tadi bilang buta itu ya?" Tanya Rigel sudah ingat. Regal mengangguk singkat
"Ya terus kenapa?" Tanya Rigel polos. Regal memutar bola matanya malas sedangkan Mona dan Verrel terkekeh di belakang
"Pokoknya gak boleh" Jawab Regal tegas
"Tapi—" Ucap Rigel terpotong
"El!!" Peringat Regal dengan tatapan tajam. Rigel mendengus kesal lalu mengangguk, Regal tersenyum tipis lalu mengacak rambut Rigel gemas
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins (Tamat)
Genç Kurgu(Sedang di revisi) Cerita ini menceritakan tentang anak kembar identik dan mempunyai sifat yg berkebalikan. Anak kembar itu yaitu, Alano Regal Adhitama dan Alano Rigel Adhitama. Mereka berdua saudara kembar, Regal sebagai kakaknya sedangkan Rigel se...
