Chapter 1

36.6K 2K 50
                                        

Seorang remaja laki-laki sedang berada di depan cermin kamarnya saat ini sambil memutar-mutarkan tubuhnya untuk memastikan apakah seragam nya sudah lengkap dan rapih, karna hari ini adalah hari pertama remaja ini untuk memulai kisah baru disekolah barunya sebagai siswa menengah atas. Remaja laki-laki ini bernama Alano Rigel Adhitama dengan wajahnya yang tampan nan berseri dengan senyuman manis yang selalu dirinya pancarkan.

Tok tok tok..

Rigel sontak membalikan badannya ketika mendengar suara ketukan pintu kamarnya oleh seseorang.

"Cepet El nanti telat" Ucap seseorang di balik pintu kamarnya.

"Iya sebentar Al!" Balas Rigel cukup keras agar terdengar. Rigel pun segera mengambil ransel nya lalu di sampirkan ke bahu kanan nya. Rigel menatap cermin lagi untuk memastikan penampilan nya kembali lalu tersenyum lebar ketika melihat dirinya dipantulan cermin

"Gue emang ganteng" Gumam Rigel bangga lalu Rigel berjalan menuju pintu kamarnya dan membuka knop pintu kamarnya

Cklek...

Suara pintu terbuka. Pertama hal yang Rigel lihat ketika membuka pintu kamarnya ialah kembaran nya yang bernama Aliano Regal Adhitama, yang sedari tadi menunggunya untu bersiap-siap dengan seragam sma nya, tas yang di sampirkan di bahunya dan rambutnya yang agak acak acakan.

"Udah?" Tanya Regal dengan ekspresi datar nya. Rigel hanya membalas dengan anggukan semangat disertai senyuman lebarnya

"Yuk turun ke bawah, bunda udah nyiapin sarapan" Ucap Regal dengan senyuman tipis

"Okey!" Balas Rigel semangat lalu menuruni tangga sedikit berlari ingin cepat-cepat menemui bunda nya sementara Regal haya berjalan dengan santai, lari atau jalan sama aja yang penting sampe, pikirnya.

"Pagi bunda!!" Seru Rigel ceria. Bunda nya yang bernama Mona tersentak kaget dengan seruan Rigel yang tiba tiba dari belakang, begitupun Regal sendiri ikut terkejut.

"Astaga kamu ini ngagetin aja El" Balas Mona dengan helaan nafasnya disertai gelengan kepalanya pelan lalu kembali menyiapkan sarapan untuk anaknya, sementara sang pelaku yang mengagetkan bundanya hanya cengar cengir tak berdosa.

Regal menggelengkan kepalanya maklum dengan tingkah kembarannya lalu mendudukan dirinya dikursi makan dan disusul oleh Rigel yang duduk disebelahnya.

"Kamu kayak nya semangat banget El" Ucap Mona sambil menaruh sarapan nasi goreng dimeja makan

"Iya dong bun! Soalnya nanti Rigel dapet temen baru di sana" Balas Rigel ceria sambil mengambil sarapan nasi goreng yang sudah dibuat oleh bundanya dan langsung memakan nya. Mona hanya terkekeh kecil dengan tuturan Rigel lalu beralih menatap Regal yang sedang anteng makan.

"Kamu semangat gak Al? Di sekolah baru" Tanya Mona. Regal yang merasa disebut pun menatap bundanya

"Biasa aja bun, temen nya juga pasti gitu gitu aja" Balas Regal datar dan tak minat

"Jawab nya biasa aja terus, kek gak ada semangat hidup aja" Cibir Rigel sambil mengunyah makanan dimulutnya. Regal hanya mengedikan bahunya dengan tuturan ade kembarannya

"Ya gue kan jawab jujur El" Balas Regal datar

"Jangan terlalu jujur atuh! Agak bohong dikit kek" Tutur Rigel polos dengan cengirannya membuat Mona menggelengkan kepalanya melihat anak bungsu nya

"Yee gue gak mau bohong ya" Ucap Regal lalu menoyor kening Rigel

"Ck jangan noyor napa?! Nanti kalau otak gue kegeser gimana?! Otak gue itu bagaikan berlian yang berkelas" Cerocos Rigel sambil mengelus keningnya sementara Regal hanya terkekeh kecil dengan tuturan asbun kembarannya.

The Twins (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang