Regal dan Rigel sudah sampai di sekolah baru mereka. Regal turun dari mobil sport nya di ikuti Rigel di samping, Regal dan Rigel memerhatikan sekolah ini. Regent Highschool nama sekolah ini, sekolah ini sangat elit, gedungnya tinggi dan luas, biayanya pun tak main main. Mereka membayar sebulan seperti beli mobil.
Regal dan Rigel sudah memakai seragam seperti murid lain, lalu mereka berdua memasuki sekolah ini. Regal memakai headphone miliknya sedangkan Rigel memainkan ponselnya. Beberapa murid memerhatikan mereka karna belum pernah melihat, Regal dan Rigel juga mukanya agak ke barat baratan karna keturunan kakek mereka.
Regal dan Rigel cuek saja banyak yg memerhatikan sesekali ada yg berbisik. Tiba tiba langkah Regal dan Rigel berhenti karna ada yg menghadang mereka
"Hey!" Ucap seorang laki laki dengan garang dengan kuping di tindik, rambut acak acakan, baju tidak rapih sama halnya dengan temennya. Regal dan Rigel kompak menaikan satu alisnya heran
Regal menurunkan headphone nya dan menggantung di leher sambil menatap datar pria itu sedangkan Rigel memutar bola matanya malas
"You can't wear that thing in this school!!" Ucap pria itu garang sambil menunjuk headphon milik Regal. Regal menatap datar pria itu yg menurut nya menyebalkan
"Oh ya? looks like it's okay to wear this, but isn't what you put on your ear is forbidden?" Tanya Regal dengan santai membuat Pria di hadapan nya ini marah
"Damn it!!" Umpat Pria itu ingin membogem Regal tapi langsung di tahan Rigel.
"Heh babi! Jangan sok deh, muka jelek kaya gitu lo sok sokan! Gak usah ngajak ribut orang hanya masalah sepele!!" Ucap Rigel kesal sambil mencengkram tangan pria itu. Pria dihadapannya itu heran tidak mengerti kata kata Rigel
"you don't understand right? learn Indonesian instead of learning swear language!!" Ucap Rigel dengan senyum mengejek lalu memeletkan lidahnya dan melangkah pergi di ikuti Regal
"tidy your clothes, you are like a street child" Bisik Regal tajam sambil menepuk pundak pria itu dan menyusul Rigel. Rigel bisa berbahasa Inggris karna belajar berjam jam soalnya Regal dan Rigel sekolah di Inggris, pasti mereka juga menggunakan bahasa Inggris. Dan sekarang Rigel meningkat bahasa Inggris nya
Pria itu menggeram marah dengan perilaku Regal dan Rigel, karna sebelum nya belum ada yg pernah melawan pria itu
"I kill you!" Gumam Pria itu
***
Jesica sedang mundar mandir di kamar nya sambil memegang ponselnya di tangan. Jesica mengigit kukunya gugup sesekali menatap ponselnya
"Telpon, enggak, telpon, enggak" Ucap Jesica terus menerus sambil mondar mandir. Jesica mengacak rambutnya kesal
"Duhh gue bingung!!" Ucap Jesica kesal lalu membaringkan badannya dengan ponsel tergeletak di sampingnya. Jesica duduk kembali lalu mengambil boneka Naruto saat Regal dan Jesica ke Mall
"Nar gue telpon gak ya?" Tanya Jesica berbicara ke boneka Naruto. Tapi benda mati itu tak jawab
"Gue kalau nelpon duluan, gengsi nar! Kalau gue gak telpon, nanti gue kangen" Ucap Jesica berbicara ke boneka Naruto. Jesica menghela nafasnya kasar lalu mengambil ponselnya
"Bodo amat! Gue telpon aja" Ucap Jesica langsung menelpon Regal. Yup Jesica sedari tadi ingin menelpon Regal, tapi Jesica gengsi untuk menelpon. Biasanya Jesica tidak pernah gengsi, biasanya juga malu maluin.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins (Tamat)
Fiksi Remaja(Sedang di revisi) Cerita ini menceritakan tentang anak kembar identik dan mempunyai sifat yg berkebalikan. Anak kembar itu yaitu, Alano Regal Adhitama dan Alano Rigel Adhitama. Mereka berdua saudara kembar, Regal sebagai kakaknya sedangkan Rigel se...
