"AL DI BELAKANG!" Teriak Rigel keras
Sontak Regal menoleh ke belakang tapi dirinya terlambat, Regal memejamkan matanya menunggu rasa sakit datang tapi pukulan itu sperti tidak mengenai dirinya. Regal membuka matanya perlahan dan menatap ke bawah orang itu yg sudah tergeletak.
"Lo jangan lengah makannya, untung ada gue" Ucap Jesica di belakang. Regal langsung membalikan badannya di belakang
"Ngapain lo di luar?!" Tanya Regal kesal. Memutar bola matanya malas
"Lo bukannya bilang makasih kek udah di bantuin" Balas Jesica balik kesal. Regal menghela nafasnya kasar
"Emang lo bisa berantem?" Tanya Regal dengan alis naik ke atas. Jesica melipat kedua tangannya di dada dengan sombong
"Ya bisalah! Meskipun gue cewek, gue bisa berantem ya. Gue juga udah sabuk hitam jadi jangan remehin gue" Jawab Jesica sambil mengibaskan rambutnya dengan bangga. Regal berdecak kesal
"Terserah lo" Balas Regal datar. Jesica berdecak sebal dengan balasan singkat Regal
"LO BERDUA MALAH NGOBROL! BANTUIN GUE WOY!! KALAU MAU PACARAN NANTI DULU, LAWAN DULU INI!!" Teriak Rigel kesal sambil melawan musuh di depannya. Gimana gak kesal, Rigel melawan musuh seorang sedangkan Jesica dan Regal malah asik ngobrol
Regal dan Jesica terkekeh karna melupakan Rigel yg sedang melawan musuh. Lalu Regal dan Jesica langsung melawan musuh berbarengan, untung saja Jesica memakai celana pendek. Jesica menendang kepala musuh dengan kuat membuat musuh itu terjatuh
Jesica menghindar dari serangan dan menyerang balik dengan menendang dada musuh. Musuh itu mundur beberapa langkah dan mulai menyerang Jesica, Jesica menundukan badannya dan langsung menonjok perut lawan hingga terjatuh.
Jesica meregangkan jarinya yg agak memerah gara gara membogem lawan.
"Harusnya gue pake Haihils" Gumam Jesica mulai menyerang musuh. Karna kalau Jesica memakai Haihils akan mudah untuk melawan musuh, karna sepatunya tinggi dan lancip. Jesica akan memakai Haihils sebagai senjatanya
Tak lama kemudian semua lawan sudah tumbang dan Jesica, Regal dan Rigel bernafas lega. Tapi ada beberapa kendaraan bermotor sekitar 15 mendatangi mereka lalu mereka turun dari motornya.
"Astaghfirullah masih ada?!" Ucap Rigel frustasi lalu langsung duduk karna sudah kecapean sambil mengelap keringatnya
"Ini kapan habisnya sih?!! Masih muncul aja! Pengecut banget pemimpin nya!!" Keluh Jesica kesal dengan nafas terengah entah sama hal nya dengan Regal.
"Gel kamu gak papa?" Tanya Keisya tiba tiba datang mengagetkan Rigel, lalu Rigel menoleh ke arah Keisya
"Ngapain ke sini? Bahaya di sini, kekey di dalam mobil aja!" Ucap Rigel agak panik karna orang orang itu mau menghampiri nya
"Rigel istirahat aja dulu mereka udah pada—" Ucap Keisya terpotong
"Bener kata Keisya lo di mobil aja biar kita yg gantiin" Ucap Aksa tiba tiba datang dengan Bara, Tristan, Raka, dan Dafa.
"Lah ngapain lo semua di sini?" Tanya Rigel heran
"Jangan banyak tanya elah! Udah sana masuk mobil" Ucap Bara kesal karna musuh sudah mau mendekati mereka. Rigel menghela nafasnya pelan lalu mengangguk. Keisya membantu Rigel berdiri karna badan Rigel sudah lemas
"Gal, Jes lo berdua di mobil aja biar kita yg selesain" Ujar Raka. Regal dan Jesica mengangguk lalu Regal menatap muka Jesica ada beberapa lebam di mukanya
Entah kenapa Regal marah melihat Jesica di bogem sama orang orang berbaju hitam itu. Regal memegang luka Jesica pelan, Jesica tersentak kaget lalu menoleh ke arah Regal.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins (Tamat)
Ficção Adolescente(Sedang di revisi) Cerita ini menceritakan tentang anak kembar identik dan mempunyai sifat yg berkebalikan. Anak kembar itu yaitu, Alano Regal Adhitama dan Alano Rigel Adhitama. Mereka berdua saudara kembar, Regal sebagai kakaknya sedangkan Rigel se...
