Mohon maaf part yang sebelumnya itu cringenya minta ampun)
Tapi yang part ini di usahakan nyambung😭
Typonya⚠
_______________
Faro sesekali melirik Aylin yang diam seribu bahasa disampingnya, melihat wajah sang istri yang pucat pasi membuatnya teringat jikalau saja ia telat maka akan terjadi sesuatu yabg tak dinginkan pada istrinya.
Flashback on
Faro memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, tak memperdulikan banyak nyawa yang sudah protes akan tindakanya itu.
Sesampainya di sana ia melihat sudah tidak ada lagi tamu undangan, karena jam sudah menunjukan pukul sembilan lebih maka pesta sudah berakhir sejak satu jam yang lalu.
Ia menghampiri rosa yang tengah berbincang dengan pembantu rumahnya.
"Rosa"
"Eh pak faro, bapak mau ngucapin selamat ulang tahun sama saya? Wah makasih loh pak" ucapnya percaya diri.
"Kamu tau Aylin dimana?"
"Aylin? Tadi ada pak .. tapi pas dipenghujung acara, dia ga ada ... malah tasnya aja di tinggal" ucap Rosa seraya memberikan handbag milik Aylin.
Sudah dipastikan pikiran Faro bertambah kalut. Kemana sebenarnya Aylin pergi.
"Setelah sama kamu Aylin sama siapa?" Tanyanya lagi.
"Ngobrol sama bang Rasya" ucapnya. Ya ia pastikan Aylin bersama Rasya.
"Kenapa pak?"
Faro enggan melanjutkan obrolan itu, dan lebih memilih untuk mencari keberadaan istrinya.
Flashback off
Tak lama menempuh dinginya malam keduanya kini sudah berada di perkarangan Mansion milik Faro. Tak ada satupun dari keduanya yang keluar dari mobil sport itu.
Kini Faro beralih menangkup wajah istrinya yang masih ketakutan akibat kejadian tadi, ia mengusap buliran keringat yang tersisa dipelipisnya.
Aylin membalas menatap Faro dengan tatapan sendu, ia meremas lengan kemeja Faro kuat. Satu liquid perlahan turun disertai isakan dari sang empu. Faro merengkuh tubuh istrinya mencoba memberikan rasa tenang pada Aylin.
"Kenapa nangis hm? Tenang ya, semua udah selesai kok" Tanya Faro yang kini kembali menangkup wajah sang istri dan menghapus air mata yang menutupi kecantikan Aylin.
"Jangan gitu lagi ya, aku takut" ucapnya dengan tangan yang masih setia meremas kemeja itu hingga terlihat kusut.
"Maafin ya" ucapnya kembali merengkuh tubuh Aylin. Faro meneliti setiap inci wajah istrinya, sekelebat bayangan Rasya menyentuh Aylin membuatnya kembali tersulut emosi.
Tatapan teduh seorang Gio kini berubah menjadi tatapan dingin tak tersentuh seorang Faro.
Namun, Faro mencoba untuk mengontrol emosinya itu ia mengusap tengkuk yang tadi menjadi objek Rasya untuk membuat dirinya marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD CEO is MY HUSBAND (End)
Romansa(PART LENGKAP!) Banyak rumor mengatakan bahwa kita harus mencari pasangan yang setara, setara dalam pemikiran, finansial dan yang lainnya. Lantas aku bertanya mengapa harus setara? Kemudian mereka menjawab, agar kehidupan yang nantinya kamu jalani i...
