Lina dan Elsa berada dalam satu mobil, mereka dalam perjalanan menuju rumah sakit. Elsa tidak tahu apa yang akan Lina lakukan.
Berulang kali Elsa melihat Lina yang sedang mengemudi. Ada keraguan pada dirinya untuk bertanya. Namun rasa penasaran yang besar, membuat Elsa memberanikan diri untuk bertanya.
"Sebenarnya kita mau ngapain ke rumah sakit?" tanya Elsa.
"Tes kesuburan," jawab singkat Lina tanpa melihat ke arah Elsa.
"Kakak mau tes kesuburan lagi?" tanya lagi Elsa.
"Bukan untuk kakak, tapi kamu," jawab Lina.
Jawaban Lina membuat Elsa terkejut bukan main.
"Hah! Aku ...." Elsa menunjuk dirinya sendiri. "Untuk apa, Kak?"
"Nanti juga kamu tahu." Lina melihat sekilas ke arah Elsa.
Lagi-lagi jawaban Lina membuat Elsa penasaran setengah mati.
Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka bahkan saat sampai mereka tiba di rumah sakit. Lina masih melajukan mobilnya mencari tempat kosong di area rumah sakit untuk memarkiran mobilnya.
"Ayo kita turun!" ajak Lina setelah mobilnya terparkir.
Saat Lina akan membuka pintu mobil, Elsa mencegahnya.
"Kak tolong jelaskan sekarang! Kenapa Kakak mau aku ke tes kesuburan? Untuk apa Kak?" tanya Elsa.
"Nanti aku jelaskan setelah hasilnya keluar. Sekarang ayo kita turun!" ucap Lina.
"Kak ...."
"Please, El."
Melihat kakaknya memohon membuat Elsa luluh. Elsa menghela napas sebelum akhirnya mengangguk menuruti apa yang kakaknya minta, dan Elsa mencoba menahan diri dari rasa penasarannya. Setelah Elsa setuju, mereka turun dari dalam mobil secara bersamaan.
"Ayo, El." Lina mengandeng tangan adiknya membawanya masuk ke dalam rumah sakit untuk menemui Dokter kenalannya.
Meskipun masih penasaran apa yang akan dilakukan oleh kakaknya, tetapi Elsa mencoba untuk mengubur rasa penasarannya dan percaya pada kakaknya.
Elsa dan Lina berjalan dengan bergandengan tangan menyusuri lorong-lorong rumah sakit dan berhenti tepat di depan ruangan Dokter ahli kandungan.
Lina melepas genggaman tangannya dari tangan Elsa. Lina masuk lebih dulu ke ruangan Dokter Erica dan meminta Elsa untuk menunggunya di depan ruangan itu.
Elsa mengangguk dan memilih untuk duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan itu. Elsa memilih memainkan ponselnya seraya menunggu Lina. Menunggu adalah hal yang paling membosankan untuk Elsa dan beruntung Elsa tidak harus menunggu kakaknya terlalu lama.
Lina menyumbulkan kepalanya dari balik pintu ruangan Dokter atas nama Erica.
"El, ayo masuk!"
Elsa mengangguk kecil lalu berdiri dan melangkah masuk ke dalam ruangan Dokter Erica.
Satu jam sudah berlalu, Elsa juga sudah melakukan tes kesuburan dan mereka tinggal menunggu hasilnya. Hasil tes itu akan keluar tiga hari lagi, tetapi Dokter Erica memberikan pengecualian untuk Lina.
"Terima kasih, Dokter Erica," ucap Lina sambil menyalami Dokter Erica.
"Jangan sungkan, Lina," balas Dokter Erica.
Lina melihat waktu pada jam yang melingkar pada pergelangan tangannya, sudah pukul 11 siang. Lina pun langsung berpamitan pada sahabatnya itu.
"Ini sudah siang, kami permisi dulu," pamit Lina.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mencintai Suami Kakakku (Tamat)
RomanceKehadiran seorang anak bagi pasangan suami-istri memanglah hal paling di dambakan. Tidak pernah terbayangkan di dalam benak Elsa Maheswari jika kakak kandungnya sendiri, Lina Maheswari memintanya untuk melahirkan seorang anak dari benih suaminya. I...