🥋:part 8

9K 1.1K 72
                                        

Hay:))
Semoga suka ya:)))

Perayaan ke 25k pembaca:))🎉🎉

So, please enjoy the story I made :))

Dear, Caca:)))
____________

Nala bersama Farel memilih untuk pergi beli baju ke pasar malam. awalnya farel ingin mengajak mall tapi Nala tidak ingin ke mall, katanya "kita ke
pasar malam aja, soalnya kan murah-murah sambil jalan jalan gitu"

Tapi karena pasar malam itu cuman ada pas malam, mereka memutuskan untuk pergi ke tempat lain, seperti Jalan jalan sore dipinggir pantai dan taman.

Nala masih merasa bersalah soal bakso pedas itu pada farel, dia memang ingin menghukum farel karena tidak peka. Tapi akhirnya dia tidak tega juga.

Ngomong-ngomong soal farel, hari ini farel terlihat seperti pria imut dan tampan disaat bersamaan. Hari ini farel menggunakan celana bahan berwarna abu-abu ditambah kemeja biru muda yg dia pakai dan jangan lupa dia hari ini tidak memakai kacamata nya.

Farel seperti pangeran berkuda putih yg selama ini ditunggu oleh Yara dikehidupan sebelumnya.

"By..." Farel melambaikan tangan nya tepat didepan wajah Nala.

lamunan Nala terhenti seketika "hah? iya... Kenapa?" Tanya Nala dengan wajah linglung nya.

"Kamu ngelamun?" Tanya farel

Nala tersenyum canggung "ah.. ngga kok, hehe" Nala cengengesan.

"Udah sore ni mungkin pasar malam nya udah mau buka" farel melihat jam tangan nya.

"Masa?" Nala tak percaya, perasaan tadi mereka baru saja sampai; tapi kenapa sudah sore saja.

"Iya, yuk pergi" ajak farel.

"Oh... Ayo" Farel menggenggam tangan Nala erat namun lembut.

Mereka berjalan menuju parkiran.

"Nih, helm kamu" Farel menyerahkan helm ditangan nya pada Nala.

Nala melihat helm itu, kali ini dia tidak akan salah langkah lagi "pasangin by, aku ngga mau pasang sendiri"

Farel menurut, dia memasang kan helm itu pada Nala dengan hati-hati seolah Nala adalah lapisan es tipis yg jika tidak hati-hati akan hancur.

Nala naik keatas motor farel, memeluk farel dengan erat seakan mereka akan terpisah kan jika tidak begitu.

Perjalanan yg tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat itu mereka tempuh dengan waktu kurang lebih 15 menit.

Mereka sampai. Nala melihat kanan kiri, dia melihat jam tangan nya. 17:45 wib ,pantas saja pengunjung nya belum terlalu ramai.

Nala memeluk lengan farel posesif, bukan tiada sebab; Nala benci melihat banyak gadis centil yg melirik pacar nya itu seakan pacarnya itu adalah makanan siap santap.

bukan kah ini terbalik?

Farel melihat wajah nala "Why? Is there anything that makes you uncomfortable? " Tanya farel. Seakan tahu dari tingkah Nala yg memeluk lengan erat.

Nala mendekatkan bibir nya ke telinga farel, meskipun harus berjingkit untuk menyamai tinggi mereka "I don't like them looking at you like that, as if you belong to them!" Nala cemberut.

"You look cute when you get angry" kata farel pelan, membuat wajah Nala bersemu sampai telinga. "Dan kamu tahu-" farel memberi jeda kalimatnya.

"Apa?"

Farel mendekat, bahkan sangat dekat. Wajah mereka hanya terpisah beberapa senti saja "I love you, and you are mine! So-" farel menarik pinggang Nala untuk semakin dekat dengan nya "jangan tinggalin aku"

Bad Villain(!)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang