CERITA INI DIIKUTSERTAKAN DALAM 1ST ANNIVERSARY ANFIGHT BATCH 8
Blurb:
Shopie begitu menyukai parfum hingga mengoleksi berbagai bahan dasar parfum yang ia taruh di stoples kaca. Namun, kegiatannya itu membuat Opi dan Sonia, orangtua Shopie merasa an...
Perjuangan sebenarnya adalah melawan dirimu sendiri.
~~~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SHOPIE
Entah ke mana semangatku ketika tersadar dari tidur yang terasa singkat ini? Suara teriakan mama selalu menjadi alarm alami yang memberi efek kejut. Meski sudah sadar, rasanya seperti ada lem yang menempel begitu rekat di kedua mataku sehingga enggan terbuka.
Semalam suntuk aku mengerjakan tugas kuliah karena hari ini sudah harus dikumpulkan. Salah sendiri, waktu yang banyak malah kugunakan untuk mengerjakan hobi. Karena ingin mengawetkan bunga-bunga yang sudah dikumpulkan, aku jadi merendam bunga-bunga itu dengan gliserin yang kutaruh di baskom kecil.
Bunga-bunga itu merupakan bahan dasar parfum yang sudah aku catat di buku koleksi parfum. Beberapa di antaranya ada bunga melati, bunga kamboja. Selama bunga direndam, aku senang sekali memandangi karena terlihat berwarna-warni. Sebelum direndam, beberapa kali aku menghidu bunga-bunga itu untuk menghafal aromanya.
Sudah pukul lima pagi, aku harus bergegas mandi dan bersiap. Persiapanku lumayan lama karena harus mengeringkan dan mengepang rambut panjangku. Tidak ketinggalan, aku menyemprotkan parfum yang berbau jeruk untuk menyegarkan hariku. Aku semprot mulai dari leher, bagian tangan yang terdapat urat nadi, lalu pakaian.
Setelah siap, aku menemui orangtuaku untuk sarapan bersama. Melihat keceriaan Papa pagi ini, aku menggembungkan pipi. Aku masih kepikiran dengan tugas yang Papa berikan.
Papa mengamati wajahku. Kemudian ia berkata, "Pasti habis begadang lagi? Sudah Papa bilang, hobi kamu itu bisa mengganggu fokus kuliahmu."
Aku mengambil cermin kecil dari ransel bagian depan. Kuarahkan cermin menghadap wajah dan terlihat aku tampak luyu. "Aku begadang karena mengerjakan tugas, Pa." Setelah cukup mengamati diriku dalam cermin, buru-buru aku mengembalikan benda itu ke tempat semula karena Papa dan Mama sudah siap untuk makan.
"Tugas apa tugas?" Senyum Papa sukses menembak hatiku.
Aku menciut dan cuma cengir-cengir.
Mamaku menggeleng sambil tersenyum geli.
Selesai makan, Papa masih sempat menasihatiku, "Shopie, fokuslah sama kuliahmu dulu saja. Kurangi memikirkan banyak hal, termasuk berlebihan dalam mengerjakan hobi. Apalagi kamu keterusan sampai larut malam. Terlalu banyak beban pikiran, bisa menganggu kesehatanmu loh, Shop. Kalau sudah begitu, kamu juga yang akan menyesal nanti."
Aku mengangguk, lalu memeluk Papa yang gemuk. "Shopie mengerti, Pa. Shopie begadang juga hanya sesekali, jadi Papa tenang saja. Soal hobi, Shopie butuh banyak pertimbangan, tidak bisa langsung berhenti begitu saja. Karena kalau tiba-tiba berhenti, Shopie akan kehilangan bagian dari diri Shopie. Bagian yang menyimpan rasa bahagia. Kebahagiaan yang didapat bukan dari sekedar materi. Kebahagiaan yang didapat karena perjuangan. Shopie tidak ingin kehilangan itu, Pa."